Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kerinduan ara terhadap dewa


__ADS_3

"Kakak gak ada niat gitu buat nememuin ara? bentar aja" rengek ara di hadapan batu nisan dewa dan tiba tiba air matanya terjatuh sendiri.


"Dih ni air mata gak sopan banget main keluar aja" ucap ara sambil mengusap air matanya yang membasahi pipinya.


"Kakak tau gak.....ara sedih banget hari ini.....tadi ara denger papi bilang kalo ara gak guna.....ara pengen banget ikut kakak tapi ara kan harus ngejagain panti.....ara kangen banget sama kakak.....ara kangen ketawa sama kakak....ara sedih karna udah gak bisa lagi ketawa sama kakak....gak bisa lagi curhat sama kakak....dan gak ada lagi yang marahin ara klo ara buat salah karna cuma kakak yang sering marahin ara kalo ara buat salah.....ara mau kok di marahin tiap hari....tapi kakak dateng temuin ara juga tiap hari....hibur ara ara kangen sama kakak" ucap ara sambil terisak akan tangis yang tadi ia tahan. ia menyampaikan semua kerinduan nya terhadap dewa di depan batu nisa itu.


Deny hanya melihat ara dari kejauhan tapi tidak terlalu jauh dan dia juga bisa mendengar suara ara karna memang pendengarannya sangat tajam. Dia mempoto ara diam diam dan mengirim poto itu kepada nita karna itu yang di perintahkan nita kepadanya.


"Dany sand photo" pesan yang masuk ke dalam ponsel milik nita dan nita langsung membukanya. dia melihat poto yang di kirim oleh dany yang menampakkan ara yang sedang menunduk.


"Non ara nangis nyonya....dan dia sekarang sedang berada di makam den dewa" isi pesan dari dany.


"Kamu awasi dia terus jangan sampai dia kenapa napa" isi pesan nita.


"Baik nyonya" balas deny dan meletakkan kembali ponsel nya di saku celananya dan lanjut mengawasi ara.


Di kampus....


Terlihat acara sudah selesai dan banyak juga siswa siswi yang meninggalkan kampus itu.


"Nomor ara kok gak aktif" ucap sheyla karna dia berusaha menghubungi adiknya itu karna dia takut terjadi apa apa terhadap adik kesayangannya itu.


"Sayang kamu kenapa?" tanya fikri yang melihat sheyla sedari tadi gelisah.


"Nomor ara gak aktif" jawab sheyla.


"Ara baik baik aja kok.....kamu jangan hawatir.....dia bisa jaga diri" ucap fikri sambil merangkul tubuh sheyla untuk menenangkan sheyla. Sedangkan orang tua sheyla hanya menatap ke arah sheyla dan fikri. dan aldi yang memperhatikan kehawatiran di wajah sheyla sedikit bingung karna tadi ara meminta izin karna ada urusan dan kenapa sheyla se hawatir ini kepada ara? itu isi pikiran aldi.


"Kamu kenapa hawatir sama ara? bukannya ara tadi minta izin karna ada urusan?" tanya aldi yang membuat sheyla dan juga fikri menoleh ke arahnya begitupun dengan teo dan windi.

__ADS_1


"Aku takut kak kalo ara tadi denger apa yang di bilang papi" ucap sheyla.


"Biarin aja dia denger supaya dia bisa berubah" potong teo yang membuat sheyla semakin marah dan hawatir akan adiknya itu dan dia memilih untuk masuk ke dalam mobil dan pulang karan mungkin saja ara ada di rumah.


"Kamu mau kemana?" tanya windi.


"Sheyla mau pulang" ucap sheyla windi dan teo pun mengikuti anaknya itu masuk kedalam mobil setelah mereka masuk ke dalam mobil. mobil itu langsung melaju kembali ke kediaman mereka.


"Kita ikut mereka dulu aja kak......karna biasanya sheyla gak bakal tenang kalo ara gak ada di rumah" ucap fikri kepada aldi dan aldi mengiyakannya. mereka berduapun langsung masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah keluarga wijaya.


Setelah menempuh jarak kurang lebih 15 menit sheyla dan orang tuanya sampai di rumah begitupun dengan aldi dan juga fikri yang mengikuti mereka. Sheyla langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah karna dia ingin mengetahui apa ara ada di rumah atau tidak.


"Ara" teriak sheyla setelah membuka pintu rumahnya itu.


"Non sheyla" sapa bi nur yang sedikit kaget karna sheyla sedikit membanting pintu rumah itu dan memanggil ara.


"Ara ada di atas kan bi?" tanya sheyla.


"Dia tadi bilang ada urusan.....apa dia bilang sama bibi mau kemana?" tanya sheyla hawatir karna memang ara selalu memberikan kabar keada bi nur ketimbang dirinya.


"Gak ada non" jawab bi nur.


"Sheyla kamu tenang" ucap teo dan windi hanya mengangguk.


"Gimana sheyla mau tenang kalo ara gak ada kabar gini" ucap sheyla.


"Sayang kamu tenang dulu.....coba kamu tanya sama temennya kali aja ara di rumah mereka" ucap fikri dan sheyla langsung mengambil ponsel miliknya dan menelpon amel.


"Halo Erina...ara bareng kalian?" tanya sheyla langsung tanpa basa basi.

__ADS_1


"Kita lagi di sekolah kak....dan ara gak sekolah dia bilang mau ke acara wisuda kakak" jelas Erina dan sheyla langsung mematikan telponnya.


"Kenapa Er?" tanya Andita.


"Kak sheyla cariin ara" jawab Erina.


"Pasti ada masalah nih" ucap Andita.


"Gimana sayang?" tanya fikri.


"Erina sama Andita masih di sekolah dan ara juga gak ngabarin mereka" ucap sheyla semakin hawatir. sedangkan aldi dan kedua orang tua ara hanya menatap me arah sheyla yang sangat menghawatirkan adik kesayangannya itu.


"Kamu gak usah hawatir gitu sama dia....palingan dia ngumpul sama teman premannya itu" bentak teo.


"Papi kenapa ngomong gitu......ini salah papi....ara gak bakal pergi tanpa ada kabar kayak gini kalo papi gak ngomong kayak tadi" bentak sheyla sambil menangis karna memang dia tidak sekuat ara yang bisa menahan tangisnya.


"Nanti dia juga pulang kalo kehabisan uang....kita liat aja" ucap teo dengan meninggikan suaranya. Ara yang mendengar perkataan teo yang berbicara seperti itu sangat sedih. karna dia sedari tadi ada di balik pintu rumah itu dan berniat ingin pulang karna tadi dia sempat kembali ke kampus dan melihat tidak ada lagi orang di sana dan dia lebih memilih untuk pulang.


Cklekkk....


Suara pintu terbuka yang di bukakan oleh ara. Semua orang menatap ke arah pintu itu dan betapa senangnya sheyla saat tau jika itu ara.


"Lo dari mana aja.....gw nyariin lo" bentak sheyla. sambil memeluk tubuh adiknya itu


"Gw dari tempatnya kak dewa" jawab ara danelepaskan pelukan Sheyla.


"Kenapa ponsel lo gak aktif?" tanya sheyla.


"Ponsel gw mati" jawab ara.

__ADS_1


"Kan tadi papi udah bilang....dia bakal pulang kalo kehabisan uang" ucap teo sambil melirik ke arah ara dan juga shyela. aldi yang mendengar perkataan teo sedikit terkejut dan iba kepada ara dan dia juga sedikit tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh teo.


__ADS_2