Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Ciuman pertama


__ADS_3

"Mana?" tanya Ara menatap suaminya itu dengan tatapan kesal mungkin di pikirnya Nathan menipunya karna tak ada apa apa di sudut bibirnya.


Nathan mendekatkan duduknya ke dekat istrinya. "Eh mau ngapain?" ketus Ara sambil mendorong tubuh suaminya itu tapi usahanya sia sia. Nathan menghapus bekas nasi yang ada di sudut bibir istrinya itu.


"Ini bekas nasi" ucap Nathan sambil menyodorkan bekas nasi yang baru saja ia ambil dari sudut bibir istrinya itu. Ara menatap bekas nasi itu dan setelah itu kembali menatap lekat suaminya itu.


Nathan ikut menatap lekat wanita yang menatapnya itu dan mereka pun saling adu pandang.


Cuppp


Nathan langsung mencium bibir istrinya itu. Ara tersentak kaget saat Nathan langsung melahap bibirnya dan matanya membulat sempurna tanpa berkedip.


"Emmmmm" ucap Ara yang mencoba melepaskan ciuman Nathan itu tapi dengan segera Nathan memegang kepala istrinya itu dan menekan supaya ciumannya itu lebih dalam lagi.


"Emmm" ucap Ara lagi yang belum membalas ciuman dari suaminya itu. Nathan semakin memperdalam ciumannya itu dan menikmati bibir istrinya itu tapi tidak dengan Ara yang berusaha melepaskan ciuman itu.


Ara yang sedikit geram langsung menggigit bibir Nathan keras. "Auuu" rengek Nathan dan langsung melepaskan bibirnya dari bibir istrinya itu.


"Lo mau gue kehabisan nafas hah?" bentak Ara dan mengelap elap bibirnya yang baru saja di cium oleh Nathan.


"Liat ini berdarah gara gara kamu" ucap Nathan sambil menunjukkan bibirnya yang sedikit berdarah.


"Siapa suruh nyium gue hah? lo tau apa gak itu ciuman pertama gue...bibir gue udah bekas orang" rengek Ara dengan nada yang meninggi seperti anak kecil.


"Itu juga ciuman pertama aku" jawab Nathan yang membuat Ara langsung menatapnya.


"Gak mungkin pasti lo pernah ngelakuinnya sama cewek lain ya kan?" tanya Ara dengan nada yang masih meninggi.


"Beneran itu ciuman pertama aku" jawab Nathan yang mencoba meyakinkan istrinya itu karna memang itu adalah ciuman pertamanya sama seperti Ara.


Ara tidak menjawab perkataan suaminya itu dan meilih untuk pergi ke dapur dengan mulut yang menggerutu kesal akibat Nathan sudah lancang merenggut ciuman pertamanya. Ara mencuci piring kotor yang ada di dapur itu dengan mulut yang masih menggerutu.


"Ciuman pertama kok gitu" ketus Ara.


"Orang kalo ciuman pertama itu lembut lembut bukan kayak tadi...untung aja nafas gue gak abis gara gara dia" sambungnya kembali dan terus menggerutu kesal terhadap suaminya itu padahal ciuman dari Nathan sudah lembut sampai dia selesai membersihkan piring piring kotor.


Setelah selesai membersihkan piring kotor Ara langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat karna hari juga sudah larut. Ara dan Nathan tetap pisah kamar.

__ADS_1


Keesokan paginya Ara sudah lama terbangun dan melaksanakan sholat nya dan dia juga sudah siap untuk pergi ke kampusnya begitupun dengan Nathan yang juga sudah siap untuk berangkat ke kantor.


"Ini" ucap Nathan sambil menyodorkan makanan kepada istrinya yang ia buat.


"Kenapa lo yang masak?" tanya Ara karna memang dia baru saja mendudukkan tubuhnya di kursi dapur.


"Kenapa gak mau makan?" tanya Nathan.


"Bukan gitu kan seharusnya gue yang masak" jawab Ara.


"Emang kamu bisa masak?" tanya Nathan menatap lekat istrinya itu.


"Bisa lah...apa yang tidak bisa di lakukan oleh Ara riyanti" ucap Ara menyombongkan diri dan langsung melahap makanan yang di buatkan oleh suaminya itu untuknya.


"Sombong" jawab Nathan dan ikut menyantap sarapan itu.


Setelah selesai sarapan pagi mereka berduapun langsung keluar dari apartemen dan ingin menuju ke bawah tapi sebelum itu Ara mengecek kedua sahabatnya apa sudah berangkat atau tidak sedangkan Nathan menunggunya.


"Erina, Andita" panggil Ara sambil mengetuk pintu apartemen itu. bi Ria keluar dari apartemennya.


"Nona" panggil bi Ria. Nathan dan Ara langsung menoleh ke arahnya.


"Nona gak tau?" tanya bi Ria. Ara heran akan pertanyaan itu.


"Emangnya tau apa bi?" tanya Ara menatap lekat bi Ria.


"Non Erina sama non Andita sama den Vino dan den Azlan kan udah pulang tadi malam" jawab bi Ria. Mata Ara membulat sempurna dan ada juga rasa kesal di hatinya terhadap kedua sahabatnya itu yang meninggalkannya.


"Ngapain mereka pulang bi?" tanya Ara yang menahan emosinya dan Nathan bisa mengetahui itu.


"Kalo gak salah non Erina sama den Vino mau nikah minggu ini" jawab bi Ria sedikit ragu.


"Apa?" teriak Ara dengan membulatkan matanya karna dia sama sekali tidak mengetabui hubungan Erina dan juga Vino tapi tidak dengan Nathan yang sudah mengetahui semuanya dan tidak mau mengatakannya dengan istrinya.


"Jangan kebiasaan teriak gitu" ucap Nathan kepada istrinya.


"Lo tau masalah ini?" tanya Ara kepada Nathan.

__ADS_1


"Iya" jawab Nathan.


"Kenapa gak bilang sama gue hah? kalo lo bilang kan kita juga pulang" ketus Ara terhadap Nathan.


"Kamu gak nanya" jawab Nathan.


"Tapi kan lo bisa bilang sama gue waktu gue gedor gedor pintu apartemen" ketu Ara karna dia sangat kesal akan suaminya itu.


"Vino baru aja ngasih tau aku..ini" ucap Nathan sambil menyodorkan pesan yang dikirim oleh Vino kepada Ara.


Ara mengambil ponsel suaminya itu. "bi pak Nawi mana?" tanya Nathan sedangkan Ara masih fokus ke ponsel suaminya itu.


"Ada den" jawab bi Ria.


"Bisa antarkan kita?" tanya Nathan karna pak Gapur dan istrinya pulang ke indonesia makanya kemaren Nathan menyuruh Ara untuk memasak dan agi ini Nathan yang memasak untuknya dan istrinya.


"Mas anterin den Nathan sama Nona" teriak bi Ria. pak Nawi langsung keluar dan dia juga sudah siap.


"Mari tuan muda" ucap pak Nawi. Nathan mengikutinya dari belakang tidak dengan Ara yang msih sibuk dengan ponselnya.


"Ayo" ajak Nathan dan menarik tangan istrinya itu dan Ara tidak menolak itu.


Mereka bertiga masuk ke dalam lift dan setelah lift sampai di lantai bawah mereka turun dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Gue gak kuliah" ucap Ara dan meletakkan sebentar ponsel milik suaminya itu.


"Kenapa?" tanya Nathan menatap lekat istrinya itu.


"Males gue kalo harus sendiri kuliah" jawab Ara.


"Kok gitu?" tanya Nathan.


"Gimana kalo gue main ke kantor lo aja" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya menghadap suaminya itu berharap jika Nathan mengijinkannya.


"Kamu harus kuliah" jawab Nathan.


"Bilang aja lo gak mau gue ke kantor lo" ketus Ara dan kembali memainkan ponsel suaminya itu.

__ADS_1


"Pak langsung ke kantor saya aja pak" ucap Nathan. pak Nawipun mengiyakannya dan melaju ke kantor Nathan yang letaknya lumayan jauh dari apartemen.


__ADS_2