
Rizal terdiam akan ucapan Teo karna dia juga sangat menyesal akan kelakuannya di masa lalu. Kya langsung keluar dari rumah itu karna dia kecewa akan sang suami yang mencoba membunuh orang. Rizal menyusul sang istri.
"Sayang tunggu aku" teriak Rizal kepada Kya. Kya menghentikan langkahnya.
"Jelasin sama aku apa maksud ucapan kak Teo tadi?" tanya Kya.
"Huh" Rizal menarik nafas panjang. "Dulu aku emang pernah nyoba mau ngebunuh kak Zidan sama kak Rianti tapi selalu gagal dan aku juga pernah mau ngebunuh Ara tapi waktu itu aku kepergok sama papa waktu aku mau masukin racun ke dalam susu Ara" jelas Rizal dengan menundukkan kepalanya karna dia tau pasti sang istri sangat murka akan perlakuannya di masa lalu itu.
"Ngapain kamu nyoba buat bunuh mereka?" tanya Kya yang kecewa akan sang suami.
"Waktu itu aku iri banget sama kehidupan mereka yang sempurna banget makanya aku nyoba buat ngehabisin mereka tapi waktu mereka ngebiayain kuliah aku sama baik banget sama aku waktu itu aku langsung sadar bahwa aku gak boleh iri apa lagi sampai ngebunuh mereka tapi kak Teo dia ngebayar orang buat menyabotase mobil yang di kendarai kak Zidan dan kak Rianti makanya mereka sampai meninggal dan untungnya waktu itu Ara masih main sama Jo dan juga Sheyla" jelas Rizal kembali dengan sejujur jujurnya.
"Jadi kematian kak Zidan gak ada hubungan nya sama kamu?" tanya Kya menatap lekat wajah sang suami. Rizal menggelengkan kepalanya.
"Aku percaya sama kamu" ucap Kya dengan senyum lebarnya.
"Makasih udah percaya sama aku sayang" ucap Rizal langsung memeluk tubuh sang istri. Kya mengusap lembut punggung suaminya itu.
"Kita harus cari bukti masalah kematian kak Zidan" ucap Kya. Rizal melepaskan pelukannya dan mengangguk mengiyakannya.
*****
__ADS_1
"Ael udah mandi?" tanya Ara keada Rafael.
"Udah Onty" jawab Rafael. Ara mencium bau tubuh keponakannya itu dan memang tubuhnya sudah berbau harum seperti bau anak kecil.
"Yaudah Onty mandi bentar ya abis itu baru kita jalan jalan keluar" ucap Ara. Rafael mengangguk mengiyakannya.
"Mau kemana kamu?" ketus Ara saat melihat Nathan berdiri di belakangnya.
"Mau mandi" jawab Nathan.
"Kamu tunggu Rafael disini....nanti kalo aku selesai baru kamu yang mandi" bisik Ara geram di telinga sang suami.
"Kenapa gak sama sama?" tanya Nathan menggoda sang istri.
"Ael mau kemana emang sayang?" tanya Nathan yang membaringkan kepalanya di dekat Rafael.
"Kemana aja asal sama uncle sama Onty" jawab Rafael sambil melebarkan senyumannya.
"Kita di rumah aja ya sayang....uncle capek" ucap Nathan.
"Kamu ngomong sama dia Nathan?" tanya Ara yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan langsung melihat sang suami berbincang dengan keponakannya.
__ADS_1
"Aku nanya dia mau pergi kemana" jawab Nathan menatap sang istri yang tengah mengenakan pakaian handuk.
"Jadi dia mau kemana?" tanya Ara mendekat ke arah sang suami.
"Jawab pertanyaan Onty kamu sayang" perintah Nathan kepada Rafael.
"Ael mau di rumah uncle aja gak jadi jalan jalan" jawab Rafael.
"Kenapa gak jadi jalan jalan? pasti uncle yang ngelarang" ucap Ara menatap Nathan dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Bukan Onty ini kemauan Ael yang penting Ael sama Onty sama uncle" jawab Rafael. Ara mengangguk mengiyakannya dan langsung berlalu masuk ke dalam ruang ganti.
Nathan dan Rafael dia sedang bermain game yang ada di dalam ponsel Nathan dengan asyiknya. Ara keluar dari ruang ganti dengan mengenakan baju over size kesukaannya dengan celana jeans pendek. Ara mendekati suami dan keponakannya itu dan melihat apa yang di mainkan oleh kedua orang yang ia sayangi itu.
"Onty gak di ajak?" tanya Ara menatap senyum bahagia yang mengembang di wajah sang suami dan juga keponakannya.
"Bentar tunggu ini selesai sayang" jawab Nathan dan mencium pucuk kepala sang istri. Ara tidak menjawabnya dan langsung berlalu turun dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk mengambilkan makanan untuk Rafael dan juga Nathan.
Setelah selesai menyiapkan makanan dan meletakkannya di atas nampan Ara kembali naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya. "Ael udah makan?" tanya Ara kepada Rafael.
"Belum Onty" jawab Rafael. Ara langsung duduk di samping keponakannya itu dengan membelakangi sang suami dan menyuapi keponakannya itu makan makanan yang ia bawa.
__ADS_1
"Untuk aku?" tanya Nathan dengan membuka mulutnya berharap sang istri juga menyuapinya makanan sama seperti Rafael.