
Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya dia langsung membawa koper dan barang barang miliknya kebawah tanpa di bantu oleh siapa siapa karna paman dan bibinya masih di dalam perjalanan pulang.
"Onty" panggil Rafael yang sudah berada di dalam rumah dan langsung menghampiri Ara yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kenapa tinggalin Onty hah" ucap Ara sedikit mencubit hidung keponakannya itu.
"Onty sih lama banget pulang makanya kita pergi duluan" jawab Rafael akan perkataan Ara karna memang mereka berlibur dan tidak sempat pulang ke rumah karna kemalaman.
"Udah siap nak?" tanya Rizal kepada Ara. Ara mengangguk kan kepalanya dengan semangat.
"Yaudah ayo kita berangkat" ajak Rizal kepada Ara dan sambil membawa koper milik Ara.
Ara menggendong keponakannya sedangkan Kya dan Rizal membawa barang barangnya karna Rafael tidak mau lepas darinya.
Mereka berematpun masuk ke dalam mobil dan setelah msuk Rizal langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke bandara untuk mengantarkan keponakannya itu.
Di dalam mobil itu tidak pernah senyap karna Rafael dan Ara yang kadang tertawa dan kadang mereka mengikuti lirik lagu yang di putar di dalam mobil itu. itu sebabnya jika Ara dan Rafael sudah bepergian bersama pasti tidak pernah senyap di kendaraan itu.
Setelah satu jam menempuh jarak dari rumah kakeknya itu menuju ke bandara akhirnya merekapun sampai di bandara. Rizal mengeluarkan barang barang milik Ara dari bagasi mobil itu dan membawanya masuk ke dalam bandara diikuti oleh Kya dari belakang sedangkan Ara dan Rafael sudah terlebih dahulu masuk ke dalam dari mereka.
"Kamu beneran mau ke amerika sayang?" tanya Kya kepada Ara.
"Iya bi Ara beneran" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Nanti ada pak nawi asisten di rumah bibi yang udah bibi suruh kesana buat nemenin kamu nanti dia juga bakal jemput kamu nak...Disana ada juga bi ria istri pak nawi" jelas Kya karna memang dia sudah menyiapkan semuanya untuk keponakan kesayangannya itu.
"Yaudah bi Ara pamit" ucap Ara sambil mencium punggung tangan Kya dan setelah itu Rizal. Kya dan Rizal juga tak lupa mencium pucuk kepala dan pipi keponakan mereka itu.
Sedangkan Rafael menangis karna tidak mau di tinggal oleh ontynya itu karna memang mereka baru saja bertemu secara langsung dan sekarang harus di pisahkan lagi.
"Jaga diri baik baik ya sayang" terik Kya saat Ara sudah lumayan jauh. Ara hanya melambaikan tangannya kepada keluarga yang mengantarnya itu dan di belakang keluarganya ada Deny yang tak lepas mengawasi Ara sampai dia juga masuk ke dalam bandara itu.
Setelah melihat pesawat yang di tumpangi Ara sudah terbang Rizal pun mengajak anak dan istrinya itu untuk pulang. "Ayo sayang kita pulang" ajak Rizal kepada Kya dan juga Rafael yang masih menangis.
"Onty kenapa ninggalin Ael momy kan Ael baru ketemu sama Onty" ucap Rafael dengan sesegukan akibat menangis.
__ADS_1
"Onty bakal sering pulang kok sayang jangan nangis lagi ga" ucap Kya sambil menghapus air mata yang membasahi pipi anaknya itu.
Rafael tidak menjawab dia masih saja menangis Kyapun langsung mengajak Rafael masuk ke dalam mobil.
"Dany sand photo" isi pesan yang masuk ke dalam ponsel Nita. Nita langsung membuka pesan itu dan nampak poto Ara yang nampak sangat cantik dan elegan menggunakan celana panjang berwarna hitam dan cardigan yang membalut di tubuhnya yang berwarna kecoklatan.
"Dia mau kemana?" isi pesan yang dikirim oleh Nita kepada dany karna poto yang dikirim oleh dany tadi seperti di bandara.
"Saya juga belum tau nyonya yang pasti nona ingin pergi ke luar negri" isi pesan dany yang masuk ke dalam ponsel Nita.
"Sudah berangkat?" tanya Nita.
"Non ara sudah berangkat nyonya" isi pesan yang dikirim oleh deny.
"Yasudah sekarang kamu cari tau kemana dia pergi" perintah Nita.
"Siap nyonya" balas Deny singkat. Nita tidak membalas pesan dari Deny dia sedari tadi menatap poto calon menantunya yang nampak sangat cantik dengan senyum yang mengembang itu.
"Bunda kenapa?" tanya Nathan yang baru saja sampai di ruang keluarga karna memang Nita sedari tadi duduk di ruang keluarga tanpa di temani oleh sang suami karna Andre berangkat bekerja sendirian.
"Vino mana bun?" tanya Nathan.
"Dia di kamarnya" jawab Nita dengan menatap anknya itu..
"Ngapain dia di kamar?" tanya Nathan.
"Mana bunda tau sayang" jawab Nita.
****
Ara menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi pesawat dia melhat keluar jendela.
"Huh" dia mendengus panjang sambil menatap awan awan yang ia lewati itu sambil memejamkan matanya sampai akhirnya dia tertidur di dalam pesawat itu.
Tidak lama kemudian dia terbangun karna merasa pesawat sudah mendarat. Ara langsung turun dan mengambil barang barang miliknya.
__ADS_1
"Welcome Amerika" ucap Ara saat sudah keluar dan mencari cari karton yang bertulis namanya karna tadi Rizal sudah memberitahu masalah itu kepada Ara.
"Ara riyanti wijaya" nama yang tertera di karton berwarna ping dan itu di pegang oleh perempuan. Ara langsung menghampiri orang yang memegang karton itu.
"Bi Ria?" tanya Ara kepada Wanita itu.
"Nona Ara?" tanya Ria.
"Iya bi" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Mas ini nona Ara" teriak Ria kepada suaminya. Nawi pun langsung menghampiri istrinya itu.
"Cantik banget" ucap Nawi melihat Ara secara langsung karna Rizal sudah mengirimi poto Ara kepada Nawi.
"Bawa itu" ketus Ria sambil memukul pundak suaminya itu.
"Ayo nona" ajak Ria. Ara hnya mengikutinya sedangkan Nawi membawa barang barang Ara.
"Silahkan masuk nona" ucap Ria mempersilahkan Ara masuk ke dalm mobil.
Setelah Nawi selesai meletakkan barang barang Ara ke dalam bagasi mobil dia langsung masuk ke dalam mobil dan menuju ke apartemen milik Rizal yang sudah di sediakan untuk mereka.
Di dalam mobil itu hanya keheningan yang tercipta karna tidak ada yang ingin berbicara. Ara hanya menatap jalan jalan yang ia lewati supaya dia sedikit tau alamat untuk menuju ke tempat tinggalnya.
"Nona kita sudah sampai" ucap Ria karna memang mereka sudah sampai. Ara hanya membalas senyuman Ria dn langsung turun dari mobil itu.
Ara mengikuti Ria dari belakang dan Nawi yang membawa barang barang Ara.
"Disini apartemen husus untuk nona...saya dan suami saya di sebelah nona nanti jika ada perlu apa apa nona bisa panggil saya" jelas Ria karna memang Rizal memiliki 2 apartemen di amerika karna dia juga mempunya bisnis di amerika tapi dia jarang menginap disana.
"Makasih ya bi" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya saat Ria dn juga Nawi keluar dari apartemen husus untuknya itu.
"Baik nona saya sama suami saya permisi untuk kembali ke kamar dulu nona" ucap Ria. Ara mengangguk mengiyakan dan setelah itu mereka pun kembali ke dalam apartemen di sebelah apartemen Ara.
Di amerikanya pakai bahasa indonesia ya reader soalnya author tidak terlalu tahu bahasa inggris
__ADS_1