Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kembang api


__ADS_3

"Mau makan apa?" tanya Nathan kembali.


"Apa saja" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya. Nathan mengambil makanan untuk nya dan sang istri dengan menu yang sama dan setelah itu dia memberikan makanan itu kepada sang istri dan mereka pun menyantap makanan itu hanya berdua saja.


Hanya ada keheningan di meja makan itu karna biasanya ada Erina atau Vino yang berdebat dengan Ara dan Nathan berdebat pun di pancing oleh Vino sedangkan Nita dan Andre menanyakan keseharian mereka tapi saat ini hanya dia dan sang suami lah yang ada di sana.


Setelah selesai makan Ara ingin membereskan bekas makan itu tapi Nathan melarangnya dan mengajak nya untuk keluar rumah dan Ara terpaksa mengiyakannya dan mengikuti ajakan sang suami.


"Kamu mau ngajak aku kemana?" tanya Ara kepada sang suami.


"Berjalan keliling komplek ini" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Ara tidak menjawab nya lagi dan mengikuti lelakinya itu dengan tangan yang saling menggenggam tangan satu sama lain.


Mereka berdua berkeliling komplek perumahan itu malam malam dan mereka berhenti di taman dan nampak banyak orang di taman itu. Ara dan Nathan mendudukkan tubuh mereka di salah satu kursi yang ada di taman itu. "Ramai sekali jika malam hari di taman ini" ucap Ara melihat banyak orang di taman itu.


"Mereka semua anak muda" jawab Nathan.


"Aku juga anak muda" jawab Ara.


"Tapi kau udah punya suami" jawab Nathan.


"Iya aku tau" jawab Ara dengan memeluk tubuh suaminya itu karna sedikit kedinginan. Nathan membalas pelukan sang istri dan melihat pemandangan yang indah jika malam hari di taman itu.

__ADS_1


Ada beberapa orang menyalakan kembang api dan itu menambahkan keromantisan tempat itu. "Cantik sekali" ucap Ara melihat kembang api yang meledak di atas itu dengan senyum yang mengembang.


"Kamu menyukainya?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Sangat" jawab Ara dengan senyum yang melebar. Nathan beranjak berdiri.


"Mau kemana?" tanya Ara. Nathan tidak menjawab nya dan berlalu. Ara mengikuti sang suami dari belakang dan Nathan berhenti tepat di depan penjual kembang api.


Nathan membeli beberapa kembang api untuk nya dan juga sang istri. Nathan memberikan salah satu kembang api yang ia beli tadi kepada sang istri. Ara menerimanya dan menyalakan kembang api itu. Ara nampak menikmati permainan kembang api itu dan dia juga tertawa lepas memainkan itu dan itu membuat Nathan senang.


Setelah puas bermain kembang api mereka pun memilih untuk kembali ke rumah karna hari juga sudah mulai larut dan Nathan nampak kelelahan. Sesampai di rumah mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke kamar.


Nathan langsung merebah kan tubuh nya yang terasa sangat lelah itu begitupun dengan Ara. "Kamu keliatan nya capek banget" ucap Ara dengan menatap wajah sang suami yang mata terpejam itu.


"Kamu besok harus jaga diri baik baik kalo tanpa aku" ucap Ara tiba tiba. Nathan membuka mata nya dan menatap wanita nya itu.


"Kamu yang seharus nya jaga diri baik baik" jawab Nathan. Ara mengangguk mengiyakannya dan membenamkan wajah nya di dada bidang sang suami. Nathan memeluk kepala wanita nya itu dan mereka pun tertidur dengan memeluk satu sama lain.


Keesokan pagi nya


Ara terbangun terlebih dahulu dari Nathan. Dia langsung menuju ke ruang ganti untuk mengambil handuk dan setelah itu masuk ke dalam kamar mandi. Nathan terbangun dari tidur nya dan dia sudah tidak melihat wanitanya di sampingnya. Nathan pun duduk dari tidur nya dan mendengar suara air dari kamar mandi.

__ADS_1


"Di kamar mandi" guman Nathan dan kembali melanjutkan tidur nya. Beberapa menit Ara mandi di dalam kamar mandi akhirnya dia selesai. Ara keluar dari kamar mandi dan melihat sang suami yang masih tertidur di atas ranjang. Ara tidak ingin membangunkannya dan memilih langsung masuk ke dalam ruang ganti.


Ara mengenakan rok pendek dan baju rajut berwarna soklat susu yang di masukkan ke dalam rok nya itu dan dia juga mengenakan kaos kaki berwarna abu abu karna merasa sedikit kedinginan. Setelah selesai mengenakan pakaian nya Ara menyiapkan pakaian untuk sang suami.


"Lagi apa kamu?" tanya Nathan yang baru selesai mandi.


"Nyiapin pakaian buat kamu" jawab Ara sambil menyodorkan pakaian yang sudah ia siapkan tadi kepada Nathan. Nathan menerima nya dan Arapun berlalu keluar kamar dengan mengenakan sendal bulu bulu berwarna pink milik nya.


Setelah mengenakan baju. Nathan memilih untuk langsung keluar dengan membawa kopernya dan menyusul sang istri yang sedang berada di bawah. Nathan meletakkan koper yang isinya pakaian nya di ruang keluarga dan berjalan ke dapur. Saat sampai di dapur dia melihat sang istri sedang memasak untuknya. Nathan menghampiri wanita itu. "Memasak buat siapa?" tanya Nathan kepada sang istri dengan berdiri di belakang nya.


"Untuk aku dan kamu lah" jawab Ara dengan memasukkan makanan yng sudah ia masak tadi ke dalam tempatnya.


"Minggir" ucap Ara karna takut makanan itu terkena sang suami. Nathan meminggirkan tubuh nya dan mengikuti sang istri menuju ke meja makan.


"Makan lah ini" ucap Ara dengan menyodorkan nasi goreng yang ia masak tadi. Ara ingin berlalu tapi suara Nathan menghentikannya.


"Mau kemana?" tanya Nathan.


"Mengenakan sepatu" jawab Ara dan bergegas menuju ke kamar. Ara mengenakan sepatu hak yang tidak terlalu tinggi yang berwarna hitam kesukaan nya itu dan setelah itu dia kembali menuju ke bawah.Ara mendudukkan tubuh nya di depan sang suami dan menyantap makanan milik nya.


Setelah selesai makan Ara memilih tidak membereskan bekas makan dan menyuruh pelayan di rumah itu karna dia ingin mengantar suami nya. Ara dan Nathan berjalan keluar rumah dan di depan rumah sudah terlihat pak Qori yang ingin mengantar mereka. Ara dan Nathan masuk ke dalam mobil dan Qori memasukkan koper milik Nathan ke dalam bagasi.

__ADS_1


Qori langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke bandara. Di dalam mobil itu Ara seperti nya tidak mau berpisah dan terus terusan memegang tangan suami nya itu karna tidak mau berjauhan. Nathan bisa melihat jika sang istri berat untuk tidak mengikuti nya tapi wanita itu gengsi untuk mengaku.


__ADS_2