Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Dia udah pulang


__ADS_3

Tidak lama kemudian terlihat sheyla dan kedua orang tuanya sudah datang dan langsung duduk di meja makan mereka masing masing.


Terlihat sheyla dan kedua orang tuanya sudah rapi dan ingin sarapan dan setelah itu mereka ingin langsung pergi ke wisuda sheyla bersama sama.


"Nih gw buatin buat lo" ucap ara sambil menyodorkan sandwich yang sempat ia buat untuk sheyla tadi.


"Mimpi apa lo ngebikin sandwich buat gw" ucap sheyla dengan menerima sandwich dari ara. Sheyla melihat ara yang masih memakai baju tadi malam pun mengerutkan keningnya sehingga alisnya hampir menyatu.


"Lo gak ikut ke acara gw?" tanya sheyla.


"Gak" jawab sheyla datar. sheyla langsung mengalihkan pandangnya dan langsung menyantap makanan yang di berikan oleh ara tadi.


"Buat mami gak ada sayang?" tanya windi.


"Ini buat mami" ucap ara sambil menyodorkan sandwich yang tadi untuknya tapi dia tidak enak dengan windi yang meminta.


"Makasih sayang" ucap windi lembut. teo hanya menatap ke arah anaknya ara merasa tidak nyaman di tatap lekat oleh ayahnya itu.


"Ara ke kamar dulu mi" pamit ara dan langsung beranjak berdiri dan hendak meninggalkan meja makan itu. tapi suara windi menghentikan langkahnya.


"Kamu mau kemana? kamu gak makan?" tanya windi karna dia beluk melihat ara makan.


"Ara tadi udah makan kok mi" jawab ara ambil melebarkan senyumannya dan berlalu pergi menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. Setelah sampai di depan kamarnya dia langsung membukakan pintu dan masuk setelah itu dia menutup pintu kamarnya itu dan langsung mendudukkan tubuhnya di atas tempat duduk ayunan yang ada di dalam kamarnya itu.


"Huh" ara mendengus kasar sambil mengayun ayunkan tempat duduk ayunannya itu dengan menatap ke langit langit kamarnya.


Tidak lama kemudian dia teringan akan kado yang dia beli untuk dewa dan sudah dia bungkus. "Oiya kado punya kak dewa" ucap ara dan langsung mengambil kado untuk dewa.

__ADS_1


"Mau gw kasih ke siapa?" tanyanya kepada diri sendiri sambil menatap sedih ke arah kado tersebut.


"Gw bawa aja kali ya.....nanti abis selese acaranya gw ke makamnya aja ya" ucap ara dan langsung meletakkan kembali kado untuk dewa di dekat kado untuk sheyla.


Diapun bergegas untuk masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lupa dia mengambil handuk miliknya dan juga baju yang ingin ia kenakan karna ara sudah terbiasa menggantikan pakaian di dalam kamar mandi.


Sekitar 20 menit untuk ara mandi dan setelah itu dia keluar dengan baju yang ia bawa ke kamar mandi dan satu handuk melilit di rambutnya karna tadi dia keramas. Terlihat bi nur yang sedang duduk di tepi ranjang ara.


"Bibi" panggil ara sedikit kaget.


"Non" panggil bi nur balik.


"Bibi mau ngapain?" tanya ara sambil mendudukkan tubuhnya di samping bi nur.


"Ini bibi bawa makanan buat non.....kan non tadi belum makan" ucap bi nur sambil melihat ke arah makanan yang dia letakkan di atas meja kecil di dalam kamar ara.


"Makasih bi" ucap ara sambil memeluk tubuh bi nur.


"Yaudah bibi keluar dulu......non jangan lupa makan" ucap bi nur ara hanya menganggukkan kepalanya dan bi nur langsung keluar dari kamar ara untuk melanjutkan pekerjaannya.


Ara memakan makanan yang di bawakan oleh bi nur dengan tangan kiri karna selama beberapa hari sebelumnya dia sudah bisa makan sendiri. Setelah selesai memakan makanan yang sempat bi nur bawakan oleh dirinya ara langsung melepaskan handuk yang masih melilit di kepalanya dan mengusap usap rambutnya itu. saat merasa belum kering ara mengambil heardayernya yang terletak di dalam laci lemari hiasnya dan dia duduk di sana dan segera mengeringkan rambutnya.


Di saat telah merasa rambutnya kering dia langsung menyisir rambut panjang dan lembutnya itu. Di saat dia ingin menyisir yang sebelah ponselnya berbunyi menandakan ada yang memanggil.


Dritttt.....driiitttt


Suara ponsel ara dan itu sedikit menganggu di telinganya dan dia langsung berjalan dan ingin mengambil ponselnya itu dan berniat ingin mengangkatnya.

__ADS_1


"Andita grande" nama yang tertera di layar ponsel ara. ara langsung mengangkat panggilan dari elin itu.


"Kenapa?" bentak ara.


"Lo udah pulang?" tanya Andita di seberang telepon.


"Iya" ketus ara.


"Kenapa gak bilang sama kita.....kita ke rumah akit nyariin lo untung aja si dokter ganteng bilang sama kita kalo lo udah pulang" bentak Andita. tapi ara tidak menjawab perkataan Andita karna dia sibuk berdandan untuk pergi ke wisuda sheyla dan dia hanya menghidupkan spiker telpon itu supaya dia bisa mendengar apa yang temannya itu katakan


"Trus lo gak sekolah?"tanya Andita.


"Gak....gw mau ke wisudanya sheyla" ucap ara sedikit kesusahan karna dia sedang memakai lipstik.


"Yaudah ati ati lo" ucap Andita dengan nada ketus dan mematikan panggilannya tapi ara tidak memperdulikan itu dia masih sibuk memasang lipstiknya karna dia memakai lipstik dengan gaya bibir tipis dengan warna lipstik sedikit ke oren oren.


"Gimana?" tanya Erina kepada Andita.


"Dia udah pulang.....dia bilang mau ke wisudanya kak sheyla" ucap Andita dan Erina hanya mengangguk mengiyakan.


***


Setelah selesai berdandan ara langsung memasukkan kado untuk sheyla dan juga dewa ke dalam paper bag berwarna silver dan setelah itu dia mengambil tas selempangnya dan mengambil paper bag yang berisi kado dan juga bunga. setelah itu dia langsung turun kebawah.


Sesampainya di bawah ara melihat bi nur dan juga bi ani yang sedang membersihkan rumah milik orang tuanya itu. "Non cantik banget" ucap bi nur saat melihat ara turun dari tangga. Ara memang terlihat sangat cantik menggunakan long dres berwarna kuning sedikit kecoklatan dengan menggunakan baju kaos untuk ********** yang berwarna putih yang senada dengan sneakers yan ia gunakan.


"Bibi bisa aja" ucap ara.

__ADS_1


"Hehe beneran kok non.....oiya non tadi tuan sama nyonya udah berangkat duluan sama non sheyla" ucap bi nur.


"Iya ara tau kok bi....tadi sheyla bilang sama ara" ucap ara ambil melebarkan senyumannya.


__ADS_2