Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Cemburu


__ADS_3

Istrinya itu tidak menjawab dan juga tak merespon. Nathan langsung mengangkat kepala istrinya itu dan terlihat banyak darah di tengkuk kepala wanita itu dan darah itu terkena baju Nathan.


"Mobil" teriak Nathan. Vino dengan segera mengendarai mobil dan menghampiri Ara dan Nathan.


Nathan dengan segera mengangkat istrinya itu ke dalam mobil dan berusaha menghentikan cucuran darah yang keluar dari kepada sang istri. Air mata Nathan tumpah saat melihat wnita yang ia sayangi itu nampak pucat dan lemah tak berdaya di tambah lagi darah yang sedari tadi tak henti hentinya mengalir dari kepala wanita itu.


Vino bisa merasakan sesak yang di rasakan oleh Nathan saat melihat orang yang di sayangi lemah tak berdaya itu.


Mereka sudah sampai di rumah sakit yang tidak jauh dari kantornya itu. Nathan dengan segera keluar dari mobil tanpa menutup pintu mobil dan Alfin lah yang menutupnya.


Beberapa perawan membawakan roling untuk orang sakit itu dan Nathan membaringkan sang istri di atas itu dan mengikuti para perawat itu.


"Maaf tuan anda boleh menunggu di luar" ucap perawat itu. Nathan menunggu di luar ruangan itu dengan kehawatiran yang mendalam karna memikirkan sang istri.


"Lo cari siapa yang berani nyelakain Ara" perintah Nathan kepada Vino. Nathan sangat murka akan itu karna wanita yang sangat ia cintai itu sudah terbaring tak berdaya di kasur rumah sakit.


Vino dengan segera mencari siapa yang memukul Ara dengan mengambil bekas kayu yang memukul Ara tadi dan mencari lewat cctv yang merekam depan kantor.


Cklekk

__ADS_1


Dokter yang memeriksa Ara keluar dari dalam ruangan itu. "Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Nathan yang nampak sangat hawatir.


"Istri anda tidak apa apa tuan dan luka di kepalanya tidak terlalu parah" jelas dokter itu karna memang itu hanya luka kecil.


"Tapi kenapa darah di kepalanya tadi banyak keluar?" tanya Nathan yang sedikit tak percaya akan perkataan dokter itu.


"Jika luka di kepala memang banyak mengeluarkan darah tuan mau itu luka kecil atau luka besar tuan" jelas dokter itu.


"Saya boleh masuk?" tanya Nathan.


"Silahkan" ucap dokter itu mempersilahkan Nathan masuk ke dalam ruangan itu.


Nathan masuk ke dalam ruangan itu dan langsung melihat istrinya yang sudah bangun dan duduk di atas ranjang itu. Ara menatapnya sekilas dan kembali membenarkan posisi duduknya.


"Siapa yang nyusul kamu?" tanya Ara memegang tengkuk kepalanya yang terasa sedikit sakit.


"Trus tadi kamu di depan perusahaan aku?" tanya Nathan.


"Aku tadi mau pulang dan aku gak sengaja liat kamu sama pacar kamu di depan perusahaan itu makanya aku berenti bentar" jelas Ara jujur.

__ADS_1


"Siapa pacar aku?" tanya Nathan.


"Tadi yang megang tangan kamu di depan perusahaan kamu" jawab Ara masih sedikit lemah.


"Kamu udah kemakan sama omongan Vino...dia bukan pacar aku dia hanya masa lalu aku yang udah aku anggap gak ada" jelas Nathan meyakinkan istrinya itu.


"Terserah itu gak penting buat aku....mau itu pacar kamu mau itu gak..... itu kan urusan kamu dan bukan urusan aku buat apa kamu ngejelasin sama aku?" tanya Ara yang bodo amat padahal dia sangat cemburu akan itu.


"Kamu emng gak mau tau? apa gak ada perasaan dikit aja di hati kamu buat aku?" guman Nathan yang sedih mendengar pernyataan sang istri. Nathan menatap lekat wajah wanita yang sudah menjadi istrinya itu. sedangkan Ara hanya diam dan biasa saja menatap Nathan.


"Kenapa ngeliat aku kayak gitu?" ketus Ara yang sedikit risih di tatap lekat oleh Nathan.


"Kepala kamu udah gapapa?" tanya Nathan kepada istrinya itu. Ara menggelengkan kepalanya. Nathan tidak menjawabnya dan sudah lupa untuk meminta maaf karna terlambat menjemput istrinya itu dan dia termenung memikirkan ucapan istrinya.


"Ayo pulang" ajak Ara kepada Nathan. Nathan langsung berdiri dari duduknya itu dan membantu sang istri turun dari ranjang itu.


Nathan menghentikan salah satu taxi dan langsung masuk ke dalam taxi itu. Ara sedari tadi menatapnya yang tidak mengeluarkan suara.


"Gak ada niat gitu mau ngejelasin sesuatu?" guman Ara sedikit kesal terhadap suaminya itu.

__ADS_1


Taxi itu berhenti tepat di depan apartemen mereka dan mereka pun langsung turun dan masuk ke dalam apartemen tanpa menunggu istrinya itu karna perkataan istrinya itu masih terngiang di benaknya.


Ara terlebih dahulu masuk ke dalam kamar dengan menghentakkan kakinya karna marah kepada Nathan yang tidak ada niat sedikit pun untuk menjelaskan sesuatu kepadanya.


__ADS_2