Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Dimana Ara?


__ADS_3

"Tapi..." ucap Ara yang terpotong oleh polisi tadi.


"Kami akan berusaha mencari keberadaan keluarga anda nona, Anda pulang lah dan bantu kami dengan berdoa" potong polisi tadi. Sopir taxi yang membawa Ara tadi menghampiri Ara dan melihat tubuh penumpangnya itu banyak luka.


"Nona, Anda tidak apa apa?" tanya Sopir itu.


"Bapak siapanya nona ini" tanya polisi tadi sedangkan Ara dia hanya termenung melihat mobil yang sudah penyok dan hancur itu.


"Beliau penumpang saya pak" jawab sopir taxi itu.


"Antarkan nona ini kembali ke rumah nya" ucap polisi itu.


"Baik pak" jawab sopir itu.


"Mari nona" ajak sopir itu kepada Ara yang sedang termenung dan tidak menangis lagi. Ara mengikuti nya dan kembali masuk ke dalam taxi yang ia tumpangi tadi.


"Apa kita kembali atau melanjutkan perjalanan nona?" tanya sopir tadi.


"Ke rumah kakek" jawab Ara dengan wajah datarnya dan mata nampak sembab akibat menangis. sopir itu tidak mengganggu lagi dan memutar balikkan mobilnya kembali mengantarkan Ara.


Di bandung


Nathan sudah di dalam perjalanan dan sedari tadi menghubungi sang istri tapi tidak di angkat. Nathan memilih untuk menghubungi Vino.


"Halo ada apa?" tanya Vino yang sudah mengangkat telpon itu.


"Dimana Ara?" tanya Nathan.


"Dia tadi ke bandara dia bilang mau nyusul lo" jawab Vino.

__ADS_1


"Sayang lihat ini" teriak Erina yang melihat berita yang sama seperti Nathan. Vino berjalan ke arah istrinya dan melihat berita itu. Matanya membulat sempurna saat melihat berita itu.


"Itu jalan mau ke bandara yang di lewati Ara" teriak Vino yang terdengar oleh Nathan di sebrang telpon.


"Cari Ara sekarang" teriak Nathan dari balik telpon dan langsung mematikan telpon itu dan menuju ke bandara.


Di jakarta


"Berenti pak" ucap Ara lemah saat melihat rumah kakeknya. sopir tadi menghentikan mobilnya tepat di depan rumah megah itu. Ara turun dari taxi itu dan menyodorkan beberapa lembar uang kepada sopir yang sudah menurunkan barang barangnya. Ara langsung berlalu tanpa membawa barang barang nya dan membuka gerbang itu dengan lebar begitupun dengan pintu rumah itu yang tidak ia tutup.


Ara mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di ruang tengah dan mengambil poto keluarga yang ada di sampingnya. "Kalian baik baik saja kan?" tanya Ara dengan mengusap poto bibi nya dan juga pamannya.


"Kalian semua kenapa meninggalkan Ara sendiri?" tanya Ara melihat poto kedua orang tuanya bersama kakek dan paman bibinya tanpa ada Rafael dan Teo dan juga Windi.


"Apa gak kasian liat Ara sendiri?" tanya Ara lagi dengan air mata yang kembali mengalir.


Erina dan Vino mencari Ara dan menitipkan Naila kepada orang tua Erina. Erina menghubungi Andita dan Andita juga sudah mengetahui tentang berita kecelakaan Rizal dan Kya begitupun dengan kedua orang tua Andita. Erland menyuruh anak buah nya untuk membantu mencari Kya dan Rizal dan juga mencari Ara karna mereka takut Ara akan nekat seperti dulu.


"Nona tadi berpamit ingin menyusul tuan muda" jawab pak Abi.


"Siapa yang mengantarkannya?" teriak Nathan lagi.


"Nona menaiki taxi tadi tuan" jawab pak Abi lagi.


"Kalian cari istri ku sampai dapat, Jika kalian belum menemukannya jangan pulang kesini" teriak Nathan langsung berlalu dari sana dan mengendarai mobil untuk mencari sang istri.


Saat Nathan baru saja ingin keluar dari gang perumahan nya itu dia melihat gerbang rumah kakek sang istri terbuka. Nathan menghentikan mobil yang ia kendarai itu di depan gerbang. saat dia keluar dia juga melihat pintu rumah itu terbuka lebar.


"Ini koper Ara bukan?" guman Nathan yang melihat koper dan paperbag yang ada di dekat pintu rumah. Nathan langsung masuk ke dalam rumah itu dengan sedikit berlari dan dia langsung melihat sang istri yang matanya tengah terpejam dengan memeluk sebuah poto.

__ADS_1


Nathan menghampiri wanitanya itu dan menatap lekat wajah nya yang nampak sangat bakup akibat menangis. Nathan menatap seluruh tubuh sang istri yang memerah itu. "Apa dia sudah mengetahuinya?" guman Nathan dengan memegang tangan sang istri yang membengkak itu.


Nathan mengambil poto yang di peluk oleh istrinya itu dan melihat poto mertua dan dan paman bibi sang istri. "Pasti dia tadi ikut mencari paman" guman Nathan yang mendengar perkataan Vino dari telpon.


"Ara" ucap Andita yang sedikit ngos ngosan masuk ke dalam rumah kakek karna melihat mobil Nathan.


"Diam" ketus Nathan dengan nada rendah dan langsung menggendong tubuh wanita nya itu menaiki anak tangga. Semua orang yang baru sampai mengikuti Nathan yang membawa Ara menaiki anak tangga menuju kamar Ara yang ada di rumah itu.


Nathan membuka pelan pintu kamar istrinya yang ada di rumah itu dan masuk ke dalam. Nathan membaringkan wanita nya itu di atas tempat tidur. "Carikan obat buat mengobati lukanya" perintah Nathan dengan nada kecil. Erina mengiyakannya dan langsung mengambil kotak p3k yang ada di dalam kamar itu karna dia sudah hafal seluk beluk rumah itu begitupun dengan Erina.


Nathan melepaskan sepatu yang di kenakan sang istri. Andita menyodorkan kotak obat kepada Nathan dan Nathan menerimanya. Nathan membuka kotak obat itu dan mengambil salap di dalam itu. Nathan membuka salap itu dan memencetnya sedikit dan baru mengoleksinya ke tubuh sang istri yang memerah itu.


Ara yang terkena salap pun sedikit bergerak dan langsung terbangun karna merasa pedih. Ara membuka matanya dan melihat sang suami di hadapannya. Ara melihat sekeliling dan melihat banyak orang di sekitarnya itu Ara langsung duduk dari tidurnya dengan di bantu oleh Nathan. "Kamu udah bangun?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Kapan kamu pulang?" tanya Ara yang berusaha menyembunyikan kesedihannya dari banyaknya orang di dalam kamar nya itu.


"Tadi" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


"Bukankah kamu pulang beberapa hari lagi?" tanya Ara.


"Aku merindukan mu makanya aku pulang sekarang"jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


"Kenapa kamu ninggalin pekerjaan kamu demi aku?" tanya Ara.


"Karna kamu lebih penting" jawab Nathan lagi.


"Kalian kenapa bisa disini?" tanya Ara kepada semua orang yang ada di dalam kamar itu.


"Kami udah lihat berita di televisi tadi" jawab Erina.

__ADS_1


"Jadi?" tanya Ara dengan menautkan kedua alisnya.


"Kami takut kamu melakukan hal bodoh seperti dulu lagi saat kamu tahu berita itu" jawab Andita sedangkan Erina dia ragu ingin menjawab nya.


__ADS_2