
Tingtong...
"Cari siapa nona?" tanya pak Abi yang tidak melihat Ara waktu Ara menginap disana.
"Ini rumah Nathan?" tanya Ara kepada pak Abi.
"Iya nona ada perlu apa? anda siapa?" tanya pak Abi bingung.
"Saya kesini mau jemput ponakan saya" jawab Ara. pak Abi langsung membuka pintu gerbang itu dan mempersilahkan Ara masuk. Ara hanya mengikuti pak Abi dari belakang tanpa mengekuarkan suara.
"Permisi tuan nyonya ada yang datang" ucap pak Abi kepada Nita dan juga Andre yang duduk di ruang tamu sedangkan Nathan tidak ada disana begitupun dengan Rafael.
"Siapa?" tanya Nita kepada pak Abi.
"Ini nyonya" jawab pak Abi dan menggeserkan sedikit tubuhnya karna Ara berada di belakangnya.
"Ara" panggil Nita kegirangan.
"Bunda" panggil balik Ara dan langsung menyalami Nita dan juga Andre.
"Ngapain kesini? gak sesat?" tanya Nita kepada Ara.
"Jempur Rafael.....Hehe gak kok bun" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Rafael ada di atas di kamar Nathan" jawab Nita sambil melebarkan senyumannya.
"Ngapain lagi dia ikut Nathan ke kamar sih" guman Ara tak suka.
"Hey kenapa masih bengong? udah naik aja sana" ucap Nita kepada Ara.
"Ngapain mereka diatas bun?" tanya Ara.
"Makanya kamu liat dulu aja" perintah Nita kepada Ara.
"Tapi..." ucapan Ara terpotong.
"Udah sana gapapa" ucap Nita sambil melebarkan senyumannya. Ara teraksa naik ke lantai tiga menuju ke kamar Ara untuk menemui keponakannya itu.
"Bunda apaan sih masak suruh Ara masuk kamar Nathan" ucap Andre.
"Gapapa yah...nanti kamar itu juga bakal jadi kamar dia" ucap Nita sambil melebarkan senyumannya. Andre hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya itu.
"Ael" panggil Ara dari luar dengan mengetuk pintu kamar Nathan. Tidak ada jawab dari dalam dan itu membuat Ara harus masuk ke dalam.
Ara masuk pelan pelan kedalam kamar Nathan. "Ael" panggil Ara yang tidak melihat siapa siapa di dalam kamar itu.
Cklekk
__ADS_1
Pintu kamar mandi terbuka dan itu adalah Nathan yang sedang menggendong Rafael. Ara mengalihkan pandangnya kepada kedua pria itu dan untung saja Nathan menggunakan baju handuk dan Rafael yang menggunakan handuk miliknya.
"Onty" panggil Rafael saat melihat Ara. Nathan pun ikut menatap Ara.
"Baru selesai?" tanya Ara kepada Rafael. Rafael hanya mengangguk mengiyakan sedangkan Nathan tak menjawab apa apa karna masih termenung melihat Ara karna Ara nampak dewa mengenakan pakaian itu.
"Ngapain liatin gue gitu hah?" bentak Ara kepada Nathan yang membuat lamunan Nathan tersadar.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Nathan.
"Ya jemput Rafael lah" ketus Ara dan langsung berjalan ke arah Nathan dan langsung mengambil alih tubuh Rafael di pelukan Nathan.
"Ngapain masuk ke kamar?" tanya Nathan bingung karna kamarnya tidak pernah di masuk seorang wanita kecuali ibunya dan asisten rumah tangga yang ingin membersihkan kamarnya.
"Bunda tadi suruh gue kesini" ketus Ara kembali sambil mengenakan pakaian Rafael yang ia bawa. Nathan kembali diam dan menatap lekat Ara yang sanagt dewasa dan paham dengan anak kecil.
"Gak usah geer lo gue gak niat lain cuma mau ajak ponakan gue pulang" ucap Ara yang tidak mendengar jawaban dari Nathan. Nathan langsung tersadar akan lamunannya dan langsung masuk ke dalam ruang ganti tanpa menjawab perkataan Ara.
"Ayo" ajak Ara yang sudah selesai mengenakan pakaian Rafael.
"Uncle Ael pamit pulang" teriak Rafael kepada Nathan yang masih di dalam ruang ganti.
"Tungguin uncle" teriak Nathan kembali.
"Bilang sama uncle kalo momy yang suruh pulang" bisik Ara kepada Rafael.
"Momy Ael udah nyuruh pulang uncle" teriak Rafael lagi. Ara terkekeh mendengar teriakan keponakannya itu.
"Loh kok dia bisa tau?" guman Ara heran dan langsung menghentikan tawanya.
"Bilang gini....bukan uncle ini momy udah nelpon ke ponsel Onty Ara" ucap Ara yang masih dengan berbisik kepada Rafael.
"Bukan uncle ini momy undah nelpon ke ponsel Onty Ara" teriak Rafael yang kembali membuat Ara terkekeh.
"Jangan ajarin dia yang gak enggak Ara" ucap Nathan tegas yang sudah keluar dari ruang ganti dan itu membuat Ara kaget.
"Siapa yang ajarin dia emang bener ya kan sayang?" tanya Ara dan langsung menggendong Rafael.
"Beneran momy Ael telpon tadi?" tanya Nathan lembut kepada Rafael.
"Enggak" jawab Rafael jujur.
"Trus tadi kamu teriak?" tanya Nathan lagi sambil menatap ke arah Ara.
"Onty yang suruh" jawab Rafael jujur. Nathan menatap ke arah Ara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Apa?" tanya Ara dengan nada yang meninggi.
__ADS_1
"Kamu ngapain suruh dia bohong hah?" tanya Nathan.
"Lo ngapain suruh tunggu?" tanya Ara balik.
"Biar aku yang antar kalian" jawab Nathan.
"Gak usah" ketus Ara.
"Ayo" ajak Nathan dan mengambil alih menggendong Rafael.
"Eh gausah" ketus Ara kembali. Nathan tidak mengubris perkataan Ara dia terus saja berjalan keluar kamar. Ara terpaksa mengikutinya dari belakang dengan menundukkan kepalanya mengikuti gerak kaki Nathan.
"Bru aja mau buka" ucap Vino kepada Nathan.
Brukkk
"Auuu" rengek Ara karna dia menabrak punggung Nathan.
"Eh kalo mau berenti bilang bilang sakit tau kena ini" ucap Ara memegang dahinya karna terkena tulang bahu Nathan yang keras.
Vino menatap ke belakang Nathan dia melihat Ara. Dia sangat terkejut melihat itu karna setaunya Nathan tidak pernah membawa wanita ke dalam kamar.
"Kalian ngapain berdua di kamar?" tanya Vino kepada Ara dan juga Nathan.
"Gak liat ada Rafael hah?" ketus Ara kepada Vino. Vino baru sadar jika Rafael ada di pelukan Nathan.
"Maaf...trus lo ngapain di kamar Nathan?" tanya Vino kepada Ara.
"Jemput ponakan gue lah mana mungkin mau tidur sini" ketus Ara dan ingin mengambil Rafael dari pelukan Nathan tapi Rafael tidak mau.
"Kamu mau nginep disini" tanya Ara kepada Rafael.
"Kalo onty boleh" jawab Rafael.
"Jangan macem macem" jawab Ara lagi.
"Lepasin ponakan gue" ketus Ara kepada Nathan.
"Dia gak mau lepas" jawab Nathan.
"Ael ayo lah kita pulang sayang nanti Onty yang di marahin sama dady kamu" ucap Ara lembut sekali.
"Ael mau di anterin uncle" jawab Rafael. Vino sedikit heran mendengar keponakan Ara itu memanggil Nathan dengan sebutan uncle.
"Terserah" ucap Ara pasrah dan langsung turun dari tangga. Nathan hanya mengikuti Ara dari belakang sedangkan Vino masih mematung melihat kepergian Nathan dan Ara.
"Ara wanita pertama masuk ke dalam kamar ini...Nathan Nathan" ucap Vino sambil menggelengkan kepala dan langsung kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Ara baru saja sampai di bawah. "Bunda ayah Ara pamit" ucap Ara dan langsung bersalaman dengan Nita dan juga Andre.
"Rafael mana nak?" tanya Nita kepada Ara karna dia tidak melihat ada Rafael dengan Ara karna Ara tadi bilang ingin menjemput Rafael makanya dia bingung.