
"Karna dia gak mau kakak berfikir jika dia gak sayang sama kakak makanya dia menyembunyikannya dari semua orang kecuali kami berdua, Tapi kakak percaya dia beneran cinta dan sayang sama kakak dan dia gak mau kehilangan kakak" jelas Andita. Nathan menatap lekat wanitanya yang tertidur lelap dengan wajah sembab itu.
"Apa obat yang bisa nyembuhin despresi nya?" tanya Nathan kepada Erina dan juga Andita.
"Kebahagian dan kasih sayang" jawab Andita. Nathan yang mendengar ucapan dari Andita menatap lekat wanitanya itu dengan perasaan campur aduk.
"Kalian keluarlah" ucap Nathan dengan nada pelan tanpa menatap mereka semua. Erina dan yang lainnya pun keluar dari kamar itu dan tidak lupa menutup pintu kamar itu. Nathan merebahkan tubuh nya di samping sang istri yang tidur terlentang itu dan diapun memeluk istri kesayangannya itu dan ikut memejamkan mata dan akhirnya diapun tertidur.
Di bawah
"Kalian berdua pulang lah, Biar aku sama Andita yang menemani Nathan dan Ara di sini" ucap Azlan.
"Yasudah aku dan Erina akan pulang, nanti aku bakal menyuruh bi Imah untuk kesini" jawab Vino.
"Gak usah nyuruh bi Imah, Suruh bi Nur aja ke sini" ucap Andita.
"Kenapa menyuruh bi Nur dan gak menyuruh bi Imah?" tanya Vino.
"Ara lebih butuh bi Nur sekarang" jawab Andita yang tau jika saat saat seperti ini bi Nur lah yang lebih mengerti dan bisa menenangkannya.
"Yaudah nanti aku akan mencoba menghubungi bi Nur" jawab Erina yang tidak mau ke rumah Teo lagi. Vino dam Erina langsung berlalu dan masuk ke dalam mobil mereka. Erina langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku jaket nya dan langsung menghubungi nomor bi Nur.
"Halo non" ucap bi Nur saat telpon itu sudah terhubung.
"Halo, Apa bibi bisa ke rumah kakek Ara sekarang?" tanya Erina kepada bi Nur.
"Non Ara disana?" tanya bi Nur kepada Erina karna memang sedari tadi dia juga mencari Ara.
"Iya bi, Ara ada di rumah kakek, Bibi kesana saja" jawab Erina.
"Non dimana memangnya?" tanya bi Nur.
"Erina dalam perjalanan pulang sama Vino karna kan gak mungkin Erina ninggalin Naila" jawab Erina.
__ADS_1
"Yasudah non bibi akan ke sana sekarang" ucap bi Nur dan langsung mematikan telpon begitupun dengan Erina.
Bi Nur langsung memberitahu suami nya saat Erina. mematikan telpon dan Mamat pun mengiyakannya dan mereka pun berangkat ke rumah kakek Ara dengan membawa mobil yang ada di rumah Ara tanpa di ketahui oleh siapapun karna tidak ada orang di rumah itu selain dirinya dan istri nya.
Di rumah kakek Ara
Terdengar suara mesin mobil di halaman rumah itu tapi Andita dan Azlan tidak memperdulikannya. "Assalaamualaikum" ucap Ardila ibu tiri Vino.
"Waalaikumsalam" jawab Andita dari dalam dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Tante" ucap Andita dan langsung bersalaman dengan Ardila dan juga Said ayah Vino. Ardila menanggapinya dengan senyuman begitupun dengan Said.
"Dimana Vino dan Erina?" tanya Ardila kepada Andita karna mereka tadi sempat ke rumah Erina tapi tidak menemukan Vino dan Erina dan mereka berkeperluan dengan Erina dan Vino makanya mereka berangkat ke sini dan itu di beritahu oleh Vino tapi Vino belum mengabari jika mereka sudah pulang.
"Mereka baru saja pulang tan" jawab Andita.
"Ini rumah siapa?" tanya Said.
"Sayang siapa yang datang?" tanya Azlan dan berjalan ke arah istrinya itu.
"Om, tante" ucap Azlan dan menyalami kedua orang tua Alfin itu dan membuka lebar pintu rumah itu. Ardila terkesiap saat melihat ada poto Rianti dan Zidan di rumah itu.
"Kak Rianti" ucap Ardila yang terdengar oleh Andita. Andita menatap bingung ke arah Ardila. Belum sempat Ardila menjawab sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumah itu dan keluarlah bi Nur dan semua mata menuju melihat siapa yang keluar dari mobil itu.
"Nur?" ucap Ardila dengan mata yang berbinar akibat senang melihat Nur.
"Kak Ardila" ucap Nur kembali. Ardila adalah saudara kandundung Rianti mama Ara tapi mereka terpisah karna perceraian orang tua dan Ardila mengikuti ayah nya dan Rianti mengikuti ibunya dan Nur tau siapa Ardila karna mereka pernah bertemu dan berkomunikasi tapi setelah Rianti menikah mereka sudah tidak pernah lagi berkomunikasi dan Ardila belum mengetahui tentang kematian Rianti.
"Kakak apa kabar?" tanya Nur dengan memeluk Ardila.
"Kakak baik baik aja" jawab Ardila. Andita dan yang lainnya yang melihat itu bingung begitupun dengan Mamat yang belum mengetahui tentang siapa Ardila.
"Kak Rianti dimana?" tanya Ardila. Nur melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah Ardila.
__ADS_1
"Tadi aku melihat ada poto kak Rianti dan kak Zidan, Apa ini rumah mereka?" tanya Ardila lagi.
"Kak Rianti udah meninggal" jawab Nur dengan nada sedih.
"Hah? kamu jangan bergurau Nur" ucap Ardila yang tidak percaya.
"Ini rumah ayah kak Zidan dan aku kesini untuk menjenguk Ara anak kak Rianti dan kak Zidan karna Rizal adik nya kak Zidan mengalami kecelakaan bersama dengan istri dan anak nya, Aku takut Ara akan kembali stres dan despresi dan sedari tadi aku mencari nya dan untungnya Andita mengabari ku dan mengatakan bahwa Ara ada disini" jelas Nur panjang lebar kepada Ardila.
"Ara? bukannya anak kak Rianti namanya Yanti?" tanya Ardila.
"Nama panggilannya sudah di ganti semenjak kak Rianti dan kak Zidan meninggal" jawab Nur. Ardila terdiam saat mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Nur adik angkat Rianti dan juga adik angkat nya.
"Ada apa ini?" tanya Nathan yang keluar dari kamar dan melihat banyak yang berkerumun di dekat pintu dan suara mereka juga sedikit berisik.
"Di mana Ara den?" tanya bi Nur yang kembali menyamar menjadi pembantu.
"Ara lagi istirahat" jawab Nathan.
"Dimana keponakan aku?" tanya Ardila yang tidak menyadari jawaban Nathan tadi karna sedang asik dengan pikirannya sendiri. Nathan yang mendengar perkataan Ardila sedikit bingung.
"Siapa keponakan tante?" tanya Nathan.
"Anak kak Rianti" jawab Ardila dengan air mata yang sudah mengalir.
"Apa maksud tante?" tanya Nathn yang masih belum mengerti. Ardila tidak menjawab nya dan langsung menerobos masuk ke dalam rumah itu.
"Dimana keponakan aku?" teriak Ardila dengan mata yang menatap poto keluarga yang tergantung di atas televisi.
"Ara di atas tan" jawab Andita. Ardila langsung menaiki anak tangga dan menuju ke kamar yang di katakan oleh Andita.
"Jangan mengganggu istri ku, Dia sedang istirahat" teriak Nathan tapi itu tidak membuat langkah kaki Ardila terhenti dan Ardila langsung masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Ara. Nathan langsung menyusul Ardila diikuti oleh semua orang yang ada di dalam rumah itu termasuk Mamat.
"Anak ku" ucap Ardila saat masuk ke dalam kamar dan melihat Ara tertidur dengan tubuh yang di baluti oleh selimut sampai ke dagu nya.
__ADS_1