
Nathan melepaskan headphone yang di kenakan sang istri dengan pelan dan meletakkan pena yang di tangan sang istri kembali ke tempatnya setelah itu dia menggendong sang istri dan membaringkan wanita itu di atas ranjang.
Nathan ikut merebahkan tubuhnya tepat di samping sang istri dan diapun memeluk sang istri dan akhirnya dia ikut tertidur dengan memeluk istri tercintanya itu.
Keesokan paginya jam 03:00
Nathan terbangun lebih dahulu dari sang istri. Dia menatap wanita yang tengah tidur di hadapannya itu sambil memeluk erat tubuhnya. Senyum di wajah Nathan mengembang saat melihat wanitanya tertidur lelap seperti tidak mempunyai beban hidup itu.
Nathan menyibak rambut sang istri yang menghalanginya untuk menatap lekat wajah cantik itu. Nathan kembali tersenyum melihat wanitanya itu dan dia langsung mencium pucuk kepala istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
Ara menggeliat karna merasa ada sesuatu di dahinya dan diapun akhirnya membuka mata pelan. Ara melihat leher seseorang di hadapannya dan dia menatap ke atas dan melihat sang suami yang masih mencium pucuk kepalanya.
"Apa gue halu?" tanya Ara kepada diri sendiri sambil mengucek matanya karna takut dia itu sedang bermimpi. Nathan mendengar suara sang istri dan langsung melihat ke bawah.
"Kamu gak halu" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Ara tidak menjawabnya dan dia mencubit pipi sang suami.
"Auuu" rengek Nathan.
"Maaf" ucap Ara dan langsung melepaskan tangannya dari wajah sang suami.
"Aku menyukainya" jawab Nathan dan kembali memeluk erat sang istri. Ara langsung tersadar akan dia yang belum berbaikan dengan sang suami.
"Lepasin aku" ketus Ara dan mendorong sang suami tapi sang suami tetap tidak melepaskannya.
"Jangan marah lagi.....aku minta maaf masalah kemarin, Damai ya sama aku" jawab Nathan dengan mata yang terpejam dan dia menenggelamkan kepala sang istri di dada bidangnya.
"Aku masih kecewa sama kamu" bentak Ara memberanikan diri. Nathan langsung membuka matanya.
__ADS_1
"Aku terima kalo kamu masih marah tapi aku gak terima kalo kamu ngebuang barang berharga punya aku" sambungnya lagi dengan nada marah dan masih berada di dada bidang sang suami.
"Kau tau itu satu satunya harta yang paling berharga setelah kau Hikssss" jelas Ara lagi dan langsung menangis karna sedari kemarin dia menahan tangis itu. Nathan kembali merasa bersalah dan menyesali perbuatannya kemarin.
"Aku minta maaf, Kemarin aku hawatir banget sama kamu dan terlalu emosi makanya aku gak sengaja ngebuang album itu" jelas Nathan yang sangat merasa bersalah.
"Hiksss...hikssss.... Kamu tau aku gak ingat wajah mama sama papa, album itu di mana tempat satu satunya ada poto mama sama papa" jelas Ara kembali sambil mendongakkan kepalanya menghadap sang suami dengan mata yang berair dan itu membuat hati Nathan kembali sesak melihat kesedihan wanita yang ia cintai itu.
"Di album itu juga aku tau bentuk dari kedua orang tua aku Hikssss.....hiksssss" sambungnya kembali dan kembali menangis di dada bidang sang suami yang masih berbalut dengan kemeja itu.
"Aku minta maaf.....aku bakal ngelakuin apapun supaya kamu berima permintaan maaf dari aku" ucap Nathan karna dia tidak tau lagi ingin berbicara apa karna dia sangat lemah jika melihat sang istri yang menangis tepat di hadapannya.
"Hikssss....hiksssss" Ara hanya menangis di dada bidang sang suami dengan tangan yang memeluk erat perut sang suami.
Nathan mengusap lembut kepala sang istri sambil sesekali dia mencium pucuk kepala sang istri dan dia juga memeluk erat tubuh mungil sang istri. "Aku minta maaf" itulah ucapan yang sedari tadi keluar dari mulut Nathan.
"Iya aku bakal lakuin apapun" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya sambil mengusap sudut mata sang istri yang nampak basah itu.
"Kamu harus bantu aku ngorekdi jawaban Barqi" jawab Ara karna dia malas untuk mengoreksi pelajaran matematika dan dia juga harus menguji Barqi hari ini masalah bahasa inggrisnya.
"Cuma itu?" tanya Nathan.
"Trus apa lagi? kamu mau aku nyuruh kamu buat jalan kaki keliling jakarta?" ketus Ara dengan wajah kesalnya yang membuat sang suami tersenyum.
"Aku terima" jawab Nathan dan mencium sekilas bibir sang istri.
"Hey jangan kurang ajar" ketus Ara dan mengelap bibirnya.
__ADS_1
"Itu punya aku dan kita sudah halal" jawab Nathan menunjuk bibir sang istri. Ara dengan segera berdiri dari baringnya karna dia takut sang suami menerkamnya. Nathan hanya menanggapi sang istri dengan senyum bahagianya karna dia sudah bisa membujuk sang istri dan hatinya hari ini sangat bahagia.
"Hey kenapa kamu masih senyum?" tanya Ara melihat sang suami masih tersenyum dan tidak berdiri atau duduk.
"Melihat wanita yang selalu ngebuat aku bahagia" jawab Nathan dan langsung duduk di samping sang istri yang sudah mendudukkan tubuh di ranjang itu.
Nathan mendekat ke arah sang istri dan meletakkan dagunya di bahu sang istri. "Kamu sangat menggemaskan" bisik Nathan sambil mencium leher sang istri dan membuat Ara sedikit kegelian.
"Ini panti bukan rumah" ketus Ara dan melepaskan kepala sang suami dari bahunya. Nathan hanya menanggapinya dengan senyum. Ara menatap sudut sudut kamar yang ia tiduri tadi malam dan nampak sangat berbeda.
"Ini bukannya kamar Barqi?" tanya Ara menghadap ke arah sang suami.
"Ini memang kamar Barqi" jawab Nathan.
"Kita kok tidur disini?" tanya Ara menatap lekat sang suami.
"Tadi malam Barqi ada ke sini dan dia liat kamu masih fokus sama buku dan dia bilang sama aku kalo dia mau tidur di sebelah" jelas Nathan. Ara mengangguk mengerti.
Ara dan Nathan hanya diam karna Ara yang masih tidak berselera berbicara dan Nathan yang masih mengantuk. Ara menatap sang suami yang juga menatapnya itu.
"Kenapa?" tanya Nathan menatap sang istri.
"Kamu kenapa masih duduk disini? bukannya kau sudah berjanji untuk mengoreksi jawaban Barqi?" tanya Ara.
"Nanti aja....ayo kita lanjutin tidur kita aku masih ngantuk" jawab Nathan karna memang jam baru jam 3 pagi makanya Nathan masih mengantuk.
Ara melihat jam yang ada di dalam kamar itu dan benar saja jam masih jam 3 pagi dan ada waktu 2 jam lagi untuk istirahat. "Yaudah" jawab Ara dan kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Nathan ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri sambil memeluk sang istri.
__ADS_1
Nathan menatap lekat wanita yang ada di hadapannya itu. "Kenapa kamu ngeliat aku kayak gitu?" tanya Ara heran kepada sang suami.