
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kamar masing masing karna tadi mereka juga sudah meminta izin kembali ke kamar masing masing dan Nita pun hanya mengiyakannya.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar masing masing. Vino langsung memilih milih baju untuk pergi dengan Erina nanti malam sedangkan Nathan hanya merebahkan tubuhnya di atas ranjang di dalam kamarnya.
Nathan meletakkan satu tangannya di atas kepalanya sampai akhirnya dia tertidur siang itu mungkin karna kelelahan.
****
Ara tertidur di balkon apartemennya itu dengan bantalan tangannya. Azlan yang hendak berbicara dengannya menghentikan niatnya dan memilih untuk meniru gaya Ara tidur dan akhirnya diapun ikut tertidur di balkon dengan menghadap ke arah Ara.
Keesokan paginya Ara terbangun karna terkena sinar matahari. Dia membuka matanya pelan waktu dia ingin duduk dia merasa tubuhnya sedikit sakit.
"Aaauuu" rengek Ara saat menggerakkan tubuhnya. Ara menatap ke sampingnya dia melihat jika Azlan tidur di balkon juga.
"Hey bangun" ucap Ara yang sudah berdiri dekat ujung balkon dan membangunkan Azlan.
"Hmm" jawab Azlan sambil menggeliat dan membuka sedikit matanya.
"Lo gak jadi ngajakin gue keliling?" tanya Ara yang membuat Azlan langsung terbangun.
"Jadi" jawab Azlan sambil melebarkan senyumannya. Ara tidak menjawab perkataan Azlan dia langsung berlalu meninggalkan Azlan menuju ke dalam apartemennya untuk membersihkan tubuhnya.
Azlan juga masuk ke dalam apartemennya karna dia sudah berjanji dengan Ara untuk mengajaknya berkeliling amerika.
Ara sudah selesai mengenakan pakaiannya dia mengenakan celana jeans putih baju kuning dan menggunakan sepatu kets berwarna hitam. Ara langsung keluar dari apartemennya itu dan dia juga tidak lupa membawa tas miliknya.
Saat dia keluar dari apartemennya dia berpapasan dengan Azlan yang juga bru saja keluar dari apartemennya.
"Udah siap?" tanya Azlan. Ara mengangguk mengiyakannya.
"Ayo" ajak Azlan mendahului Ara.
"Bentar" ucap Ara dan mengetuk pintu apartemen yang di tempati oleh Ria dan suaminya. Azlan hanya menunggunya.
"Nona" ucap Ria saat membuka pintu.
"Bi saya keluar sama Azlan" ucap Ara.
"Mau kemana nona?" tanya ria.
"Mau jalan jalan sekalian ngehapal tempat tempat yang ada di amerika" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Yaudah hati hati ya nona" ucap bi Ria.
"Yaudah pamit bi" ucap Ara dan langsung berlalu tanpa menyalami bi Ria karna dia tau jika bi Ria itu non muslim.
__ADS_1
"Tuan tolong jaga nona Ara" ucap bi Ria kepada Azlan. Azlan hanya membalas dengan senyuman dan juga anggukan kepalanya dan setelah itu dia menyusul Ara yang sudah terlebih dahulu.
Ara berdiri di depan lift yang ada di apartemen itu menunggu lift terbuka. Azlan pun datang langsung berdiri di sampingnya.
Tinggg...
Lift sudah terbuka Ara dan Azlan pun langsung masuk dan setelah itu Azlan memencet nomor satu karna apartemen mereka terletak di lantai tujuh belas.
Hanya keheningan yang ada di dalam lift itu karna tidak ada yang mau memulai berbicara terlebih dahulu.
Tingg...
Lift pun terbuka. Ara dan Azlan langsung keluar dari dalam lift itu dan menuju ke luar gedung apartemen itu.
"Naik mobil?" tanya Ara kepada Azlan saat dia melihat Azlan memencet remot mobil.
"Iyaa" jawab Azlan sambil menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Ara.
"Kenapa? mau jalan kaki?" tanya Ara kepada Azlan.
"Pengennya sih jalan kaki" jawab Ara.
"Tapi gapapa juga sih kalo naik mobil" sambung Ara dan langsung masuk ke dalam mobil milik Azlan itu dan duduk di samping kemudi.
Azlanpun langsung masuk ke dalam mobil dan setelah dia menyalakan mesih mobilnya dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju taman yang paling bagus di amerika tapi Ara ingin pergi ke mall dan salon karna ada yang perlu ia beli dan perbaiki.
"Mau kemana?" tanya Ara kepada Azlan.
"Ke taman yang paling bagus di amerika" jawab Azlan dan kembali pokus ke kemudinya.
"Kita ke mall dulu aja soalnya gue cuma bawa beberapa baju kesini" ucap Ara sedikit tak enak hati karna dia baru kenal dengan Azlan.
"Yaudah" jawab Azlan dan langsung melajukan mobilnya ke mall terbesar di amerika.
***
"Nat cocok gak?" tanya Vino yang sudah mengenakan pakaian dan masuk ke dalam kamar Nathan.
"Hmm" jawab Nathan malas.
"Liat dulu Nathan" ketus Vino.
"Ini gue liat Vino" ketus Nathan.
"Oke gak?" tanya Vino kembali.
__ADS_1
"Okee" jawab Nathan.
"Yaudah doain gue" ucap Vino dan langsung berlalu dari kamar Nathan.
"Mau kemana nak?" tanya Andre yang melihat Vino sudah rapi menggunakan kemeja dan baju kaos di dalamnya.
"Keluar bentar yah mau nemuin temen" jawab Vino sambil melebarkan senyumannya.
"Kok rapi banget?" tanya Andre kepada Vino.
"Biasa aja kok ini yh" jawab Vino sambil melebarkan senyumannya.
"Dia mau ketemu sama temen Ara yah yang namanya Erina" jawab Nathan dari tangga sambil berjalan karna dia tidak tau ingin melakukan apa makanya dia turun kebawah menemui kedua orang tuanya.
"Paan sih" ketus Vino.
"Beneran Vino?" tanya Andre.
"Yaudah yah Vino pamit soalnya udah lewat waktu" ucap vino dan langsung mencium punggung tangan Andre sedangkan Nita tidak ada disana. Vino pun bergegas meninggalkan rumah itu menuju ke rumah Erina untuk menjemput Erina.
"Bunda mana yah?" tanya Nathan yang sudah di dekat ayahnya.
"Di dapur" jawab Andre. Nathan hanya mengangguk mengerti dan setelah itu dia menonton acara yang di tonton oleh ayahnya itu.
***
Vino baru saja sampai di rumah Erina.
Tokk...tok..
Vino mengetuk pintu rumah Erina. "Bentar" teriak Erina dari dalam. Erina langsung membuka pintunya dan ternyata itu adalah Vino karna tadi dia sempat mengira itu Andita.
"Udah sampe?" tanya Erina kepada Vino. Vino nampak sangat tampan malam itu dia seperti anak muda padahal umurnya sudah 25 tahun.
"Udah siap?" tanya Vino kepada Erina karna memang Erina sudah siap sedari tadi. Erina hanya mengangguk mengiyakannya.
"Yaudah ayo kita berangkat" ajak Vino sedikit gugup.
"Bibi Erina keluar bentar" teriak Erina kepada bi Atun karna kedua orang tuanya tidak ada di rumah.
"Iya non" jawab bi Atun. Erina pun langsung masuk ke dalam mobil milik Vino dengan Vino yang membuka pintu untuknya.
Setelah itu Vino langsung masuk dan duduk di kursi kemudi dan setelah itu dia langsung melajukan mobilnya ke tempat yang ingin ia ajak Vino kesana.
Hanya tercipta keheningan di dalam mobil itu karna Vino sedikit tak enak untuk memulai percakapan terlebih dahulu dan Vino sedikit gugup karna ini untuk pertama kalinya dia berdua dengan Vino dalam satu mobil.
__ADS_1