Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 12 #3


__ADS_3

"Kau tidak akan meninggalkan ku bukan?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri. Ara menghentikan tangan nya yang sedang mengusap dahi sang suami itu dan menatap lekat wajah sang suami yang sedang menatap nya lekat itu.


"Aku tidak bisa berjanji" guman Ara dengan menatap lekat wajah sang suami.


"Sayang jawab lah pertanyaan ku, Kau tidak akan meninggalkan ku kan?" tanya Nathan lagi dengan menatap lekat sang istri yang hanya menatap nya dan tidak menjawab pertanyaan nya.


Ara tersenyum menatap suami nya itu dengan senyum yang melebar dan langsung mengusap wajah suami tercinta nya itu, Ara langsung menggelengkan kepala dan itu menandakan jika dia tidak akan meninggalkan Nathan dan dia tidak mengeluarkan suara karna hanya kecil kemungkinan untuk nya bertahan dengan keadaan itu. Nathan langsung memeluk tubuh mungil sang istri dengan hati yang sedikit senang karna sang istri tidak akan meninggalkan nya.


"Aku tidak berjanji" guman Ara dan mengusap lembut kepala sang suami yang tengah berada di bahu nya itu.


"Sudah lah jangan menangis lagi" ucap Ara dan kembali mengusap punggung sang suami. Nathan tidak menjawab nya dan memilih untuk mengeratkan pelukan nya terhadap sang istri. Ara tidak menolak nya dan memilih untuk diam dan mengusap punggung sang suami hingga suami nya itu tertidur. Ara sudah tidak mendengar isakan dari sang suami.


"Seperti nya dia sudah tidur" guman Ara dan mencoba membaringkan suami nya itu ke atas ranjang sampai bisa. Nathan tidak terganggu akan Ara yang membaringkan nya dan malah berbaring sempurna di atas tempat tidur itu.


"Tidurlah dengan nyenyak" bisik Ara dan langsung mencium pucuk kepala sang suami dan berlalu masuk ke dalam ruang ganti untuk membereskan baju baju milik nya.


"Masih jam tujuh malam" guman Ara yang yakin jika masih banyak penjaga dan orang rumah di luar, Ara memilih untuk kembali ke dekat suami nya itu dan mendudukkan tubuh nya tepat di samping lelaki itu. Ara tersenyum menatap wajah sang suami dengan senyum tulus.


"Nanti jaga anak mu itu dengan baik dan berprilaku lah seperti ayah pada umum nya" bisik Ara di telinga sang suami karna dia yakin Nathan tidak akan menyia nyiakan anak yang di kandung oleh Delina. Ara mengusap lembut kepala suami nya itu dengan penuh kasih sayang hingga jam menunjuk pukul sepuluh malam.

__ADS_1


"Sudah jam sepuluh" guman Ara dan beranjak berdiri dari ranjang dan kembali masuk ke dalam ruang ganti, Ara melepaskan cincin nikah nya dengan Nathan dan meletakkan nya di atas meja rias dan ada selembar surat yang sempat ia tulis tadi setelah selesai membereskan barang barang nya, Ara beranjak keluar dari ruang ganti dengan membawa koper yang berisi baju baju nya.


"Maafkan aku" guman Ara dan langsung berlalu dari sana meninggalkan sang suami yang tertidur dengan pakaian kerja. Ara keluar dari kamar dan melihat sudah tidak ada siapa siapa lagi di luar mau itu pemilik rumah ataupun para pelayan. Ara langsung masuk ke dalam lift yang tidak jauh dari kamar itu dan memencet tombol satu untuk turun ke bawa. Sesampai di bawah Ara langsung keluar dengan pelan dan saat sampai di luar dia juga sudah tidak mnemukan siapa siapa, Ara melanjutkan perjalanan nya menuju keluar pagar dan untung nya satpam sedang tertidur, Ara membuka pelan kunci pagar itu dan setelah itu dia langsung berlalu dari sana tanpa mengunci pagar itu kembali.


"Kemana aku akan pergi?" guman Ara yang tidak tau tujuan nya saat ini.


"Aku tidak mungkin ke rumah kakek" guman Ara saat sudah berjalan hingga di depan rumah kakek nya. Ara melanjutkan perjalanan nya hingga keluar dari perumahan elit itu. Ara berdiri di tepi jalan mencari taxi hingga dia mendapatkan nya, Ara menghentikan taxi itu dan taxi itupun berhenti dan Ara masuk ke dalam itu.


"Kemana nona?" tanya sopir itu kepada Ara. Ara diam sejenak untuk memikirkan kemana tujuan nya.


"Ke ATM terdekat" jawab Ara karna dia terlebih dahulu ingin menarik uang. Sopir tadi mengiyakan nya dan langsung melajukan mobil ke ATM terdekat.


"Kemana lagi nona?" tanya sopir tadi.


"Ke bandung pak" jawab Ara yang yakin jika ingin ke bandung, Sopir tadi mengiyakan nya dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju bandung dan alamat yang di tunjukkan oleh Ara kepada nya.


"Aku juga sangat merindukan nenek Saidah" guman Ara karna dia sana alamat nenek yang dulu pernah tinggal di panti di jakarta bersama dengan nya tapi dia sudah kembali ke bandung saat Ara juga sudah tidak terlihat ke panti lagi.


Beberapa jam menempuh perjalanan dan di dalam perjalanan Ara sama sekali tidak merasakan kantuk dan selalu mengusap perut nya yang sudah berisi janin itu. "Ibu akan menjaga mu" guman Ara dengan senyum yang melebar kepada tangan nya yang sedang berada di perut nya itu.

__ADS_1


"Sudah sampai alamat nona" ucap sopir taxi tadi kepada Ara, Ara menoleh ke depan dan melihat hanya ada beberapa rumah di tepi danau alamat yang ia berikan tadi. Ara mengambil beberapa lembar uang dan memberikan nya kepada sopir taxi tadi.


"Ini terlalu banyak nona" ucap sopir taxi itu kepada Ara.


"Tidak apa apa pak" jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap sopir itu dan setelah itu langsung keluar dari taxi itu, Sopir taxi itu ikut keluar dan mengeluarkan koper milik Ara.


"Terima kasih sudah mengantar saya dengan selamat" ucap Ara dengan senyum yang melebar menatap sopir itu. Sopir tadi mengangguk dan Ara pun berlalu dari sana dan berjalan ke salah satu rumah yang bertingkat tapi tidak terlalu mewah.


Tok...tok..tokk


"Assalamualaikum" ucap Ara sambil mengetuk pintu rumah itu.


"Nek" panggil Ara lagi dengan tangan yang masih mengetuk pintu rumah itu.


"Siapa yang bertamu malam malam seperti ini?" ucap nek Saidah yang sudah terbangun akibat ketukan dan panggilan dari luar. Nenek Saidah bangkit Dari tidur dan berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang datang malam malam seperti ini.


"Ne..." ucap Ara yang terpotong dan terurung niat nya ingin mengetuk pintu karna nek Saidah sudah membuka pintu.


"Ara?" ucap nek Saidah yang kaget saat melihat Ara ada di hadapan nya. Ara tersenyum menatap nek Saidah dengan senyum tulus nya.

__ADS_1


"Iya, Ini Ara" jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap nek Saidah.


__ADS_2