
Setelah sampai dia meninggalkan kunci di dalam mobil itu dan langsung berjalan masuk dengan di ikuti oleh asisten nya yakni Terie asisten pribadi nya bukan seperti viona yang asisten bekerja nya. Terie adalah seorang lelaki yang baik dan juga tampan.
"Hari ini kita ada meating penting pak jam delapan pagi" ucap Viona saat melihat Nathan baru saja datang.
"Siapkan semuanya" perintah Nathan dan berjalan masuk ke dalam ruangan nya.
"Aku sangat merindukan mu" guman Nathan dengan menatap lekat poto sang istri yang ada di dalam bingkai di dalam ruangan nya itu dan di letakkan tepat di atas meja nya.
"Semua nya sudah siap pak" ucap Viona yang masuk ke dalam ruangan Nathan.
"Aku meating sebentar" ucap Nathan dan mencium poto istri nya itu dan setelah itu langsung berlalu dari sana dan kembali ke bawah. Nathan masuk ke dalam mobil dan asisten nya yakni Terie langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang dengan Viona yang duduk di sebelah Terie.
Sesampai nya di sana Nathan langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam tempat meating nya itu. "Selamat agi tuan" sapa orang yang ingin meating dengan nya itu. Nathan menanggapi nya dengan senyuman, Sedikit berbasa basi akhirnya orang itu mengizinkan Nathan untuk berpresentasi di hadapan nya, Nathan mempresentasikan nya dengan sangat jelas dan teliti sedang kan orang tadi mengangguk menandakan jika dia mengerti.
"Di mana proyek ini akan berlangsung pak?" tanya Nathan kepada orang itu.
"Kami memiliki lahan yang cukup luas di bandung pak" jawab orang itu.
"Baiklah" jawab Nathan mengangguk mengerti dan setelah itu kembali berbasa basi dengan lelaki tadi setelah itu dia memilih untuk langsung kembali ke rumah untuk menemui anak nya.
"Papa pulang" ucap Nathan saat melihat anak nya sedang bermain dengan ibu nya di halaman depan. Nathan langsung menghampiri anak nya itu dan langsung menggendong nya sedangkan Alfin dan Amel mereka Beberapa minggu ini menginap di rumah Amel.
"Cepat sekali kau pulang" ucap Nita.
"Hanya ada satu meating tadi" jawab Nathan dan mencium anak yang sudah sangat ia cintai itu meskipun bukan anak kandung nya.
"Oh iya bunda dua bulan lagi Nathan dan Oktariani akan tinggal di bandung karna Nathan ada kerjaan di sana" ucap Nathan.
"Kenapa harus pindah?" tanya Nita.
"Bukan pindah bunda tapi kami hanya beberapa tahun di sana di tambah lagi di sana banyak pekerjaan Nathan dan ada juga proyek di sana" jelas Nathan.
"Jadi bunda dan ayah bagaimana?" tanya Nita.
__ADS_1
"Erina dan Vino akan tetap di sini jadi tidak usah hawatir, Kami juga akan sering pulang ke sini" jawab Nathan dengan senyum yang melebar dan langsung berlalu dengan menggendong anak nya itu masuk ke dalam rumah.
Di tempat Ara.
"Suamiku menghamili wanita lain kak" jawab Ara dan menundukkan kepala nya. Mata Roky membulat saat mendengar pernyataan dari Ara itu.
"Kau yakin?" tanya Roky.
"Aku juga sedikit ragu akan itu karna aku tidak terlalu jelas mendengar percakapan kak Jo di telpon bersama wanita tersebut, tapi perempuan yang ia hamili memiliki bukti makanya aku percaya" jawab Ara lagi dengan kepala yang menunduk.
"Tapi kau masih mencintai nya bukan?" tanya Roky kepada Ara.
"Wanita mana yang tidak mencintai suami nya?" tanya balik Ara kepada Roky.
"Tapi kenapa kau malah lari dan kabur ke sini, Lebih baik kau mencari kebenaran nya, Apa benar itu anak suami mu atau tidak" jelas Roky dengan menatap lekat Ara.
"Ara lelah kak, Ara ingin istirahat" ucap Ara yang malas membahas masalah itu lagi. Roky bisa melihat jika Ara sedang malas untuk bercerita tentang masalah rumah tangga nya, Roky memilih untuk berlalu dari sana dan keluar dari kamar Ara dan menuruni anak tangga.
"Dari mana kau nak?" tanya nek Saidah kepada Roky yang baru saja turun dari atas.
"Apa yang kau lakukan di kamar nya?" ketus nek Saidah yang berpikir jika Roky macam macam dengan Ara.
"Yuna tadi menangis makanya aku menghampiri nya" jawab Roky. nek Saidah menatap lekat cucu nya itu.
"Nenek tidak percaya denganku?" tanya Roky yang melihat nek Saidah menatap lekat ke arah nya.
"Awas saja jika kau macam macam dengan nya" ucap nek Saidah dengan melototkan mata nya menatap cucu nya itu.
"Roky tidak akan macam macam dengan nya" jawab Roky dan langsung menuju keluar untuk melayani pembeli.
"Maafkan ibu, Gara gara ibu kau menjadi seperti ini" guman Ara dengan mengusap lembut wajah anak nya yang sedang tertidur itu.
Empat tahun kemudian.
__ADS_1
Ara sedang mengenakan seragam sekolah anak nya yang sudah masuk TK. "Cantik sekali anak ibu" ucap Ara dengan senyum yang mengembang menatap anak nya itu. Yuna hanya melebarkan senyuman nya menanggapi ucapan ibu nya itu karna dia juga belum tau bagaimana bentuk wajah nya.
"Ayo kita berangkat" ajak Ara kepada anak nya itu dan langsung menggendong nya.
"Kak, Nek, Ara berangkat" ucap Ara.
"Yuna juga berangkat om, Nek" pamit Yuna juga dengan menyodorkan tangan nya kepada nek Saidah dan juga Roky.
"Belajar yang rajin ya sayang" ucap nek Saidah dan mencium pucuk kepala Yuna.
"Belajar yang rajin keponakan om" ucap Roky yang juga ikut mencium pucuk kepala Yuna. Yuna tersenyum dan Ara pun langsung melanjutkan perjalanan untuk mengantar anak nya bersekolah yang lumayan jauh dari rumah yang ai tempati.
Ara tidak patah semangat dan tidak pernah lelah untuk mengantar anak nya itu bersekolah. Ara menaiki angkot bersama anak nya itu menuju ke sekolah Yuna. Ara merapikan rambut anak nya itu dan setelah itu langsung memeluk nya, Ara menatap jalanan yang selalu ia lewati beberapa minggu ini untuk mengantar anak nya ke sekolah. "Cantik sekali wanita ini" guman salah satu lelaki yang duduk di depan nya. Ara bisa merasakan jika lelaki itu menatap nya tapi dia tidak memperdulikan nya.
"Minggir" ketus lelaki tadi mengusir orang yang duduk di sebelah Ara.
"Berenti" ucap Ara karna dia sudah hampir sampai di sekolah Yuna meskipun hanya beberapa detik lagi.
"Hey nanti saja turun" ucap lelaki yang duduk berpindah ke sebelah Ara tadi dan memegang tangan Ara, Ara menoleh ke arah lelaki itu dan langsung meremas tangan lelaki itu dengan sekuat tenaga.
"Berani nya kau menyentuhku" ketus Ara dan langsung membalikkan tangan lelaki tadi ke belakang sedangkan Yuna masih ada di dalam pelukan nya.
"Ah maaf nona" ucap lelaki tadi yang kesakitan.
"Berani kau main dengan ku lagi hah?" bentak Ara dengan mata yang membulat menatap lelaki tadi.
"Tidak nona, Maafkan saya" jawab lelaki tadi, Ara melepaskan nya dan langsung turun dari angkot itu dan membayar nya pas. Angkot tadi kembali melaju dan Ara kembali melanjutkan perjalanan Beberapa langkah menuju sekolah anak nya.
TK AL-HIDAYAH
Nama yang tertera di depan tk itu dan itu termasuk salah satu TK yang terkenal di sana dan Ara membiayai anak nya sekolah di sana menggunakan uang pribadi milik nya. Sesampai di depan gerbang Ara melihat banyak nya mobil di depan TK itu dan dia langsung masuk ke dalam TK itu. "Belajar yang rajin ya sayang, Ibu menunggu mu di depan" ucap Ara dengan senyum yang mengembang menatap anak nya itu dan setelah itu guru yang ada di sana membimbing Yuna masuk ke dalam dan duduk di kursi milik nya.
Ara beranjak dari sana dan berdiri di dekat jendela untuk melihat anak nya yang sedang belajar. "Belajar yang rajin ya sayang, Papa akan pulang nanti papa akan menjemputmu" suara yang sangat tidak asing terdengar di telinga Ara dan itu terdengar jelas.
__ADS_1
"Da, Da papa" ucap anak itu.
"Suara itu Seperti suara Nathan" guman Ara yang tau dan sangat hafal akan suara suami nya.