Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Tidak mempunyai apa apa


__ADS_3

"Kamu gak mau nemenin aku?" goda Nathan saat melihat sang istri tidak memperdulikannya dan fokus mengemasi barang miliknya dan juga sang istri.


"Makasih" jawab Ara langsung mengalihkan pandangannya seperti orang sombong. Nathan kembali terkekeh akan tingkah lucu sang istri dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Di ruang ganti Ara tidak menggantikan pakaiannya dan dia hanya mengenakan mantel dan masih mengenakan baju kaos dan celana pendek dan dia mengenakan sepatu kets setelah itu dia langsung keluar dari ruang ganti itu dan duduk di depan televisi yang ada di dalam apartemen itu dengan koper yang di letakkannya di dekat pintu kamar mereka.


Nathan sudah selesai membersihkan tubuhnya dan dia langsung masuk ke dalam ruang ganti dan dia tidak menemukan sang istri di dalam ruang ganti. Nathan berjalan keluar kamar dan melihat sang istri yang tengah menonton tv sambil menyemil cemilan ringan.


"Kamu udah siap?" tanya Nathan menatap sang istri yang masih mengenakan pakaian santai dan hanya di tutupi mantel yang menutupi sampai ke lutut.


"Yaiyalah udah siap" ketus Ara.


"Pake baju santai pulang ke indonesia?" tanya Nathan heran karna dia tidak pernah melihat wanita pergi kemana mana menggunakan pakaian santai.


"Kenapa? ada yang salah?" tanya Ara menatap ke arahnya.


"Gak ada yang salah tapi aku gak pernah melihat cewe pergi kemana mana pake pakaian santai dan itupun kalo mereka mau ke toko kalo pake pakaian santai" jelas Nathan yang masih belum mengenakan apapun kecuali handuk yang melilit di pinggangnya.


"Aku gak kayak pacar kamu yang nama nya Feli itu yang selalu kemana mana pake pakaian mewah karna aku orang miskin gak punya apa apa" ketus Ara karna dia sangat kesal jika dirinya di sama samakan dengan wanita lain apa lagi oleh sang suami.


"Eh dia bukan pacar aku" jawab Nathan.

__ADS_1


"Kalo bukan pacar kamu siapa dia? Pasti kamu bandingin aku sama dia" ketus Ara.


"Aku gak ngebandingin kamu sama dia" bantah Nathan tak terima.


"Kalo ennggak kenapa kamu bilang gak pernah liat cewe pergi kemana mana pakai baju santai hah? bukannya itu tandanya kamu ngebandingin aku sama dia?" tanya Ara langsung berdiri dan melempar makanan yang ia makan tadi ke atas lantai dan berserakan lah makanan itu.


Nathan lebih mememilih diam karna dia tau jika sang istri sudah tidak bisa mengendalikan emosi dan dia memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar dan mengenakan pakaiannya.


"Pergi aja terus kalo orang lagi ngomong" terik Ara kesal dan menghempaskan tubuhnya ke atas kursi sofa yang ada di ruangan tv di apartemen yang ia tempati. Ara kembali menatap ke layar televisi hingga beberapa menit berlalu dan dia sudah merasa bosan.


"Hey Nathan kamu mati di dalam kamar hah?" ketus Ara malas sambil melemparkan remot tv ke dalam kamarnya karna menunggu sang suami yang baru 10 menit berada di dalam kamar.


"Kamu ngedoain suami kamu ini mati?" ketus Nathan.


"Baru 10 menit saja kamu udah ngeluh aja" ketus Nathan dan menarik koper yang berisi barang miliknya dan juga sang istri keluar apartemen diikuti oleh sang istri dari belakang.


Mereka bersamaan keluar dari apartemen dengan Andita yang baru saja keluar juga. Ara memalingkan wajahnya dan langsung berlalu mendahului sang suami karna dia masih sedikit kesal dengan Andita. Ara berjalan mendekati lift dan seperti biasa dia melupakan sang suami.


"Hey pria cepetan" teriak Ara dari dekat lift. Nathan menyusul sang istri dan Andita tidak mengikutinya karna dia mengerti akan Ara yang masih marah terhadapnya.


"Nak kenapa masih disini?" tanya Liza melihat Andita yang masih mematung di depan pintu apartemen.

__ADS_1


"Nungguin mama sama papa" jawab Andita. Keluarlah Azlan dari apartemen sebelah yang juga sudah siap untuk berangkat.


"Mama sama papa udah siap?" tanya Azlan. mereka mengangguk mengiyakannya.


"Ayo ma pa" ajak Azlan sambil membawa barang barang milik calon mertuanya.


"Ara sama Nathan gak ikut pulang nak?" tanya Liza.


"Mereka udah duluan tadi ma" jawab Andita sambil melebarkan senyumannya.


"Kenapa gak bareng sama kita aja?" tanya Erlan.


"Mungkin dia masih marah sama Andita pa" jawab Andita sedih.


Ting..


Lift terbuka dan turunlah mereka dari lift itu karna tadi mereka mengobrol di dalam lift.


Mereka berempat pun langsung menaiki taxi dan taxi itu langsung menuju ke bandara sedangkan Ara dan Nathan sudah terlebih dahulu berangkat ke indonesia menggunakan jet pribadi keluarga Pernandess.


Di dalam jet itu Ara sedari tadi melamun dan tidak mengeluarkan kata sedikit pun saat bertemu dengan Andita. "Kamu kenapa?" tanya Nathan lembut sambil menyibak rambut sang istri.

__ADS_1


Ara menatap ke arah sang suami dengan tatapan sedih. "Apa mama papa dan kak Dewa bahagia disana?" tanya Ara sedih menatap sang suami.


__ADS_2