Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Istri?


__ADS_3

"Kamu keliatan nya sedikit kesusahan bekerja jika aku duduk disini" ucap Ara dengan menatap lekat suaminya itu.


"Sama sekali enggak kesusahan dan malahan ini menenangkan" jawab Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri dengan senyum yang melebar.


"Benaran?" tanya Ara dengan melingkarkan tangannya di leher sang suami. Nathan mengangguk mengiyakannya sambil tersenyum lebar menatap sang istri.


"Yaudah lanjutin kerja kamu" ucap Ara tanpa melepaskan tangannya dari leher sang suami. Nathan kembali melanjutkan pekerjaan nya dan Ara menatap lelakinya yng sedang fokus bekerja itu. Senyum di wajah wanita itu mengembang saat melihat lelaki yang sangat ia cintai itu sedangkan Nathan dia fokus ke komputernya.


Ara melihat apa yang di kerjakan oleh sang suami dan melihat sang suami sedang merancang bangunan. "Kenapa jelek banget?" tanya Ara dengan mata yang menatap komputer yang berisi bentuk bangunan itu.


"Kenapa kamu ngehina?" tanya balik Nathan karna tidak ada yang pernah menghina karyanya. Ara tidak menjawab nya dan mengambil alih komputer suami nya itu. Ara nampak memperbaiki rancangan bangunan yang di buat oleh sang suami sedangkan Nathan hanya melihat komputer dan sang istri secara bergantian.


Ara tidak mengeluarkan suara karna dia fokus sekali merancang bangunan lewat komputer itu dengan posisi masih duduk di atas pangkuan Nathan.


"Bagus kan?" tanya Ara dengan memperlihat rancangannya yang baru setengah jadi itu. Nathan melihat nya dan memang benar rancangan sang istri lebih bagus dari rancangannya. Nathan mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang mengembang menatap hasil rancangan sang suami sedangkan ara dia menatap sang suami yang tersenyum pun ikut tersenyum bahagia.


Tok..tok...tok


Ketuk seseorang dari luar. "Masuk" teriak Nathan tanpa menoleh ke arah pintu. Ara ingin turun dari pangkuannya tapi dia menahan dan memeluk erat wanita itu.


Ckleeek


Viona pun masuk ke dalam rungan itu dan melihat Ara yang sedang duduk di atas pangkuan bos nya dan bos nya memeluk erat tubuh Ara. "Ada apa?" tanya Nathan dengan menatap Viona sekilas.


"Siang ini kita ada meating dengan klien dari perusahaan F di restoran D langsung makan siang pak" jelas Viona kepada Nathan.


"Jam berapa?" tanya Nathan kepada Viona.

__ADS_1


"Jam 11:00 pak" jawab Viona dengan menatap tak suka akan Ara yang duduk di pangkuan Nathan.


"Yasudah nanti saya akan berangkat, Sekarang keluarlah" jawab Nathan dengan menenggelamkan kepala nya di perut sang istri.


"Hey lepasin aku" ketus Ara dengan mendorong kepala sang suami tapi Nathan tidak bergeming ataupun memindahkan kepala nya sedangkan Viona yang masih berada di sana hanya menatap dengan tatapan tak suka dan sedikit heran.


"Kalai begitu saya permisi pak" ucap Viona sopan.


"Nanti kamu tidak usah ikut, Biar saya dan istri saya saja yang menemui klien hari ini, Kau siapkan berkas nya dan nanti sebelum saya berangkat semua berkas harus siap" ucap Nathan dengan kepala yang masih di perut sang istri.


"Istri?" guman Viona heran.


"Baik pak" jawab Viona dan langsung keluar dari ruangan itu.


"Kenapa kamu ngajak aku?" tanya Ara kepada sang suami saat Viona sudah berlalu dari ruangan itu.


"Kenapa kamu hari ini jadi manja?" tanya Ara karna dia merasa sang suami sangat manja hari ini.


"Benarkah?" tanya Nathan dengan menatap sang istri dan di tatap balik oleh Ara.


"Hem" jawab Ara dengan menganggukkan kepala nya.


"Aku juga gak tau kenapa, Hari ini rasanya aku gak mau berpisah dari kamu" jawab Nathan dengan memeluk sang istri. Ara tidak menjawab nya dan memeluk sambil mengusap kepala sang suami.


"Lanjutin lagi ngebuat rancangan bangunan tadi" ucap Nathan. Ara baru ingat dan kembali menghadap ke komputer tadi.


"Kamu gak mau ngebantu aku?" tanya Ara yang melihat sang suami hanya memeluknya dan mengintip dari pinggangnya. Nathan membantu sang istri untuk merancang bangunan itu dan mereka merancang nya berdua dan nampak lumayan bagus karna itu dari pemikiran Nathan dan juga Ara.

__ADS_1


Nathan melihat jam yang melingkar di tangannya dan sudah menunjuk pukul 10:30 dan dia meating pukul 11:00. "Ayo kita berangkat" ajak Nathan akan sang istri.


"Kemana?" tanya Ara yang bingung sambil menatap sang suami.


"Kan aku ada meating dengan klien jadi kamu harus ikut nemenin aku sekalian nanti makan siang" jawab Nathan. Ara mengangguk mengerti dan turun dari pangkuan sang suami. Nathan juga ikut berdiri dan keluar dari ruangannya begitupun dengan Ara yang mengikutinya dari belakang.


"Mana berkas berkas nya?" tanya Nathan yang sudah berada di luar dan menghampiri Viona begitupun dengan Ara yanga hanya mengikuti nya.


"Ini pak" jawab Viona sambil menyodorkan beberapa dokumen kepada Nathan. Nathan menerimanya dan membawa nya sendiri dan tidak mau menyuruh sang istri membawa nya. Mereka berdua berjalan menuju ke dekat lift dan kebetulan lift itu di gunakan dan mereka harus menunggu sebentar.


"Biar aku aja yang bawa itu" ucap Ara yang menawarkan diri.


"Gak usah biar aku aja" jawab Nathan.


"Biar aku aja" tawar Ara lagi.


"Gak usah, Kamu itu istri aku bukan asisten aku" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya dan mengusap kepala sang istri. Ara tidak lagi menjawabnya dan masuk ke dalam lift karna lift sudah terbuka. Nathan juga ikut masuk ke dalam lift itu.


Tidak lama kemudian lift pun berhenti di lantai bawah dan mereka berdua pun keluar. Nathan berjalan terlebih dahulu dsn Ara berjalan di belakang nya. sesampai di parkir Nathan membukakan pintu untuk sang istri.


"Aku bisa membukanya sendiri" ucap Ara.


"Masuk lah" ucap Nathan yang tidak mengizinkan sang istri membuka pintu mobil. Ara terpaksa mengiyakannya dan masuk ke dalam mobil itu. Setelah istri nya masuk ke dalam mobil dan menutupnya Nathan bergegas menuju je dekat kemudi dan masuk ke dalam mobil itu. Semua orang yang tadi melihat Nathan membukakan pintu untuk Ara sangat bingung dan tidak percaya akan Nathan yang membukakan pintu untuk orang.


Nathan langsung melajukan mobil ke restoran yang di katakan oleh Viona tadi sedangkan Ara dia hanya duduk diam di samping sang suami dan itu membuat Nathan heran. "Kenapa hanya diam?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Aku cuma gak biasa ngikuti kamu kerja kayak gini" jawab Ara dengan menatap sang suami.

__ADS_1


"Kamu harus terbiasa dengan ini" jawab Nathan dengan mengusap tangan sanh istri dengan senyum yang mengembang tapi masih fokus akan kemudi. Ara tidak menjawab nya dan memilih untuk diam dan menatap ke depan. nathan melepaskan tangan sang istri karna mereka sudah sampai di tempat tujuan.


__ADS_2