Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gak nyangka


__ADS_3

"Papi kenapa kayak nya benci banget sama ara.....emang ara salah apa sama papi? ara itu juga anak papi tapi kenapa papi ngomong gitu tentang ara" bentak sheyla lagi dan fikri berusaha membujuk kekasihnya itu supaya tidak memarahi orang tuanya.


"Papi pengen dia kayak kamu....dia bisa nerusin bisnis papi makanya papi kayak gitu sama dia....papi gak mau dia salah pergauan" jelas teo.


"Ara gak mungkin salah pergaulan pi.....dia juga bisa ngebedain mana yang baik dan buruk buat dia" ucap sheyla terpotong oleh toe.


"Papi cuma mau dia bisa kayak kamu....gak ngebantah apa yang papi sama mami bilang dan dia juga bisa jaga sopan santunnya kalo sama papi sama mami" bentak teo lagi.


"Papi gak bisa nuntut ara supaya menuhin apa yang papi pengen" bentak sheyla.


"Emang papi pernah perduliin ara? emang papi pernah liat perjuangan ara buat menuhin keinginan papi? emang papi pernah ngajarin dia sopan santun?" tanya ara dengan nada sedikit meninggi dan semua kata kata yang di keluarkan dari mulutnya itu memang sudah sejak lama dia ingin mengatakan itu kepada kedua orang tuanya tapi dia tidak berani.


Teo di buat terdiam akan apa yang di katakan oleh sheyla dan diapun memilih untuk pergi masuk ke dalam kamarnya dari ada berdebat dengan anaknya itu. aldi yang melihat kedua orang tua sheyla masuk ke dalam kamar langsung melihat ke fikri.


"Kamu belum mau pulang?" tanya aldi kepada fikri. karna sheyla masih menggenggam erat ujung baju fikri.


"Kakak pulang duluan aja....nanti fikri naik taxi aja" ucap fikri dan aldi langsung mengiyakan.


"Yaudah kakak pulang dulu" pamit aldi dan fikri mengiyakan dan berlalu meninggalkan kediaman wijaya.


Di perjalanan pikiran aldi tidak karuan karna dia mengingat apa yang terjadi di keluarga ara. "Gw gak nyangka kehidupan ara kayak gitu" guman aldi.


"Tapi kalo di liat dari kesehariannya ara bahagia bahagia aja" guman aldi lagi.


"Tapi kenapa orang tuanya bisa bersikap kayak gitu sama dia?" tanya aldi kepada diri sendiri.


Di jalanan ara mendudukkan tubunya di trotoar yang ada di dekat jalan yang lumayan jauh dari daerah rumahnya tapi jalan itu terlihat sepi. "Huh" ara mendengus kasar karna dia masih bingung ingin kemana. Dia menundukkan kepala dan menyandarkan kepalanya itu ke lutut kakinya.

__ADS_1


Dia mengangkat kepalanya dan menatap ke sekeliling jalanan itu dan tidak ada siapa siapa dan dia kembali menundukkan kepalanya dia melingkarkan tangan kirinya di tengkuk kepalanya. "Kenapa mereka kayak gitu sama gw" ucap ara dengan tangisannya yang sempat ia tahan tadi.


"Apa gak ada satu orang aja yang sayang sam gw" ucapnya lagi dan kembali menangis sejadi jadinya di sana. Deny melaksanakan tugasnya dengan baik dia menjaga ara dari kejauhan dan dia juga sering memoto ara diam diam dan mengirimkannya kepada nita. karna itu adalah tugas yang di suruh nita kepada deny dan gaji deny di naikkan 2 kali lipat dari biasanya untuk menjaga ara.


Aldi tidak henti hentinya memikirkan apa yang ja saksikan tadi. "Gw gak abis pikir sama nyokab bokapnya ara....bisa bisanya mereka nuntut buat ara bisa jadi kayak sheyla" ucap aldi yang masih belum percaya.


"Itu bukannya ara" ucap aldi sambil menatap lekat seseorang yang duduk di tepi jalanan sepi itu dan orang itu benar adalah ara.


"Iya bener itu ara....ngapain dia di jalanan?" tanya aldi kepada diri sendiri. Aldi langsung melakukan mobilnya ke dekat ara setelah sampai di dekat ara di langsung memarkirkan mobilnya sedikit jauh di depan ara. Ara yang merasa jika ada orang di dekatnya langsung menghapus air matanya dan menatap ke arah mobil yang terparkir tidak jauh dari tubunya itu.


"Mobil siapa?" tanya ara kepada diri sendiri. Aldi langsung keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri ara.


"Dokter" panggil ara ketika melihat aldi berdiri di hadapannya.


"Kamu ngapain disini?" tanya aldi.


"Gakpapa dok" jawab ara. aldi langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping ara.


"Gak kok dok.... saya gak nangis" jawab ara.


Aldi tertawa kecil melihat ara yang sedang mengusap pipinya.


"Kamu kenapa pergi dari rumah?" tanya aldi yang membuat ara tersentak kaget karna dia bingung dari mana aldi bisa tau jika dia pergi dari rumah.


"Dokter tau dari mana?" tanya ara bingung.


"Aku tadi ada di rumah kamu waktu kamu berantem sama orang tua kamu" ucap aldi sambil menatap ke arah ara. ara mengingat ingat siapa saja yang ada di rumahnya tadi dan dia yakin jika tidak ada aldi di sana dan yang ada hanya fikri.

__ADS_1


"Tapi kok saya gak liat dokter? yang saya liat cuma bang fikri" ucap ara bingung.


"Aku tadi duduknya emang jauhan sama fikri itu mungkin yang buat kamu gak sadar" ucap aldi yang membuat ara mengalihkan pandangannya.


"Kenapa gw bisa gak sadar kalo ni orang ada di sana" guman ara dan memukul pelan dahinya.


"Trus kamu mau kemana?" tanya aldi kepada ara yang membuat ara menoleh ke arahnya.


"Gak tau juga mau kemana sekarang dok" jawab ara.


"Kamu tinggal sementara di rumah aku aja.....supaya kakak kamu gak hawatir" tawa aldi.


"Gak....gak usah dok......saya..." jawab ara bingung karna dia tidak tau ingin kemana.


"Kenapa? kamu gak kasian liat kakak kamu nangis karna hawatir sama kamu?" tanya aldi.


"Saya mau ke panti aja dok" ucap ara dan langsung berdiri tapi tangannya di tahan oleh aldi. deny yang melihat dari kejauhan langsung memoto aldi yang memegang tangan ara dan mengirimkannya kepada nita.


"Dany sand photo" isi pesan yang di kirimkan oleh deny kepada nita yang membuat nita langsung membukanya.


"Dia siapa?" guman nita bingung karna wajah aldi tidak terlihat.


"Dia siapa?" isi balasan pesan nita kepada deny.


"Saya juga tidak tahu nyonya.....tapi kayaknya dia bukan orang jahat karna dari tadi non ara ngomong sama dia nyonya" isi balasan pesan dari deny.


"Kamu jagain terus calon menantu saya.....jangan sampai dia kenapa napa" balas nita lagi.

__ADS_1


"Baik nyonya" balas deny.


Ara yang merasa tangannya di pegang langsung menoleh ke arah aldi dengan tatapan sedikit tak suka. aldi langsung berdiri tapi ara masih menatap ke arah tangan aldi yang memegang tangannya dengan tatapan sedikit tak suka. aldi pun langsung melepaskan tangan ara. "Maap" ucap aldi.


__ADS_2