Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 33 #3


__ADS_3

"Isirahat yah" ucap Ara dan mencium pucuk kepala anak nya itu dan setelah itu Yuna pun langsung tertidur.


"Bunda dan ayah pulang lah, Istirahat" ucap Ara dengan nada sopan kepada Nita dna juga Andre.


"Siapa yang akan menjaga cucu ayah jika ayah pulang?" tanya Andre dengan menatap lekat Ara karna dia tidak ingin berpisah dengan Yuna yang baru ia temui hari ini.


"Ara dan aku akan menjaga nya yah" jawab Nathan akan pertanyaan Andre.


"Kau juga pulang, Biar aku sendiri yang menjaga Yuna" ucap Ara saat mendengar jawaban dari Nathan.


"Aku tidak akan membiarkan mu sendiri" jawab Nathan akan ucapan sang istri. Nita merindukan pertengkaran dan perdebatan itu tapi dia tidak ingin perdebatan itu terjadi sekarang dan menegah kedua anak nya itu.


"Sudah sudah, Bunda dan ayah aka pulang, Kalian berdua jaga Yuna di sini berdua" ucap Nita yang menghentikan Ara dan Nathan. Ara menoleh ke arah Nita.


"Ayo yah" ajak Nita dan menarik tangan Andre dan berlalu dari sana. Ara tidak menjawab atau pun memulai percakapan dengan Nathan, Dia langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di sana, Nathan pun mengikuti sang istri masuk ke dalam kamar mandi itu.


"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Ara kepada Nathan dengan menatap lekat Nathan. Nathan tidak menjawab nya dan langsung memeluk erat tubuh mungil istri nya itu. Nathan mencium aroma tubuh yang sangat ia rindukan itu dengan dalam, Nathan mengusap hidung nya di leher putih istri nya itu dan itu membuat Ara merasa geli.


"Lepaskan, Jangan menyentuhku" ucap Ara yang masih merasa jika dirinya dan Nathan bukan muhrim lagi sekarang.


"Untuk apa aku melepaskan mu? dan kenapa aku tidak boleh menyentuhmu?" tanya Nathan dengan kembali memeluk erat tubuh sang istri dan kembali mengusapkan hidung nya ke leher sang istri.


"Kita bukan suami istri lagi" jawab Ara akan pertanyaan Nathan. Nathan menghentikan hidung nya yang mengusap leher wanita itu dan menetap lekat wanita itu.

__ADS_1


"Kapan kita bercerai? kapan aku menalak mu?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri.


"Kita pisah ranjang sudah hampir lima tahun bukankah itu sama saja dengan bercerai?" tanya Ara kepada Nathan.


"Kau tau dari mana? aku tidak pernah menceraikan ataupun menalak mu, Jadi kau masih menjadi istri ku yang sah di mata negara maupun di mata agama" jelas Nathan dengan kembali memeluk tubuh sang istri.


"Tapi kita...." ucap Ara yang terpotong oleh Nathan.


"Tidak berhungan selama lima tahun? baiklah aku akan melakukan nya sekarang" potong Nathan dan mulai menjelajahi tubuh yang sangat ia rindui itu. Ara tidak terima akan perlakuan Nathan itu dan memberontak.


"Kenapa hem?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri.


"Aku..." ucap Ara yang ingin menjawab tapi kembali terpotong oleh Nathan.


"Lihatlah ini" ucap Nathan dan menyodorkan ponsel nya yang berisi tentang suami istri yang pisah ranjang bertahun tahun tapi tidak bercerai dan itu masih sah secara agama dan negara. (Author cari di google kayak gitu, Kalau ada salah mohon maaf). Ara membaca nya dan benar saja dia dan Nathan masih sangat sah untuk melakukan hubungan suami istri.


"Kau menemuiku hanya untuk ini?" tanya Ara yang kesal akan ucapan Nathan itu.


"Jelas saja tidak, Itu tujuan ku yang kedua" jawab Nathan karna memang dia memiliki tiga tujuan untuk menemui sang istri.


"Apa memang nya tujuan mu hang pertama?" tanya Ara dengan menatap lemat Nathan yang ada di hadapan nya itu.


"Melepaskan rindu ku kepada mu karna aku sangat mencintai mu dan tidak ingin kehilangan mu" jawab Nathan akan sang istri. Ara tidak menjawab nya dan hanya diam mendengar tujuan awal Nathan sang suami.

__ADS_1


"Kalau ketiga supaya bunda tidak lagi sedih" sambung nya kembali karna selama Ara tidak ada Nita memang selalu sedih dan teringat akan menantu nya itu.


"Jika yang kedua baru aku merindukan tubuh mu dan juga permainan mu" sambung Nathan kembali dan langsung mencium leher sang istri kemudian berpindah ke telinga nya.


"Aku sangat merindukan ini" bisik Nathan di telinga sang istri, Milik lelaki itu sudah mengangguk dan harus mendapatkan pelepasan dan dia harus melakukan nya dengan istri nya itu.


"Ini rumah sakit" ucap Ara kepada Nathan dan menghentikan tangan Nathan yang ingin membuka baju nya. Nathan menghentikan aksi nya dan menatap lekat sang istri.


"Kenapa memang nya?" tanya Nathan karna rumah sakit itu milik keluarga nya.


"Aku tidak mau" jawab Ara akan pertanyaan Nathan dan ingin berlalu dari sana tapi dengan segera Nathan menarik tangan sang istri dan meletakkan nya di milik nya.


"Kau tidak kasihan dengan ku?" tanya Nathan dengan menahan tangan sang istri yang masih berada dj milik nya yang masih berlapis celana itu.Ara tidak ingin menyentuh nya dan langsung melepaskan tangan nya dan milik sang suami yang sudah mengeras itu.


"Menjijikkan" ketus Ara. Nathan tersenyum karna memang sejak dulu istri nya itu tidak pernah menyentuh milik nya dan dia lah yang selalu menyentuh milik sang istri. Ara ingin berlalu dari sana tapi dengan segera Nathan kembali menarik nya dan langsung mengunci pintu kamar mandi itu dan menempelkan tubuh istri kecil nya itu ke dinding.


"Nathan kau ingin apa?" tanya Ara yang sedikit takut.


"Melakukan kewajiban ku" jawab Nathan dan langsung melahap bibir sang istri. Ara tidak menjawab nya dan mengunci mulut nya supaya Nathan tidak bisa menjelajah lebih dalam ke dalam mulut nya itu. Nathan membuka mata nya dna melihat sang istri yang memejamkan mata dan nampak sedikit takut, Nathan tidak tega akan itu dan melepaskan sang istri. Ara yang sudah lepas pun langsung menuju keluar dari kamar mandi itu dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di samping ranjang Yuna.


"Kenapa aku saat bertemu dengan nya dan berdua dengan nya selalu kehilangan akal sehat" guman Nathan yang kesal akan diri sendiri dan mengingat seberapa bodoh nya dia memaksa sang istri untuk memegang milik nya yang sudah menegang tadi. Nathan keluar dari kamar mandi itu dan melihat sang istri duduk membelakangi nya.


"Maafkan aku tadi" ucap Nathan yang menyesal akan apa yang ia lakukan tadi tanpa melihat wajah sang istri. Ara tidak menjawab nya dan hanya diam.

__ADS_1


"Tuhkan dia marah" guman Nathan yang sangat merasa bodoh akan dirinya yang memaksa istri nya tadi.


"Sayang" panggil Nathan dan mencoba menyentuh sang istri, Nathan dapat menyentuh istri nya itu tapi tetap tidak ada respon dari sang istri dan itu membuat nya heran. Nathan berjalan ke samping dan berusaha menatap wajah sang istri yang tertutup oleh rambut itu.


__ADS_2