
Ara menatap ke arah sang suami dengan tatapan sedih. "Apa mama papa dan kak Dewa bahagia disana?" tanya Ara sedih menatap sang suami.
"Mama papa sama Dewa pasti bahagia disana kalo kamu juga bahagia" jawab Nathan mengusap lembut wajah sang istri.
"Apa aku menghianati kak Dewa dengan cinta sama kamu?" tanya Ara kembali dengan mata yang berbinar binar seperti orang ingin menangis.
"Mungkin enggak sayang karna nikahin kamu termasuk amanah dari Dewa untuk aku" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya dan mengusap lembut wajah sang istri. Ara tidak menjawabnya dan dia langsung memeluk sang suami dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Aku beneran cinta sama kamu" ucap Ara lirih di dalam pelukan sang suami.
"Aku juga cinta sama kamu sayang" jawab Nathan sambil mengusap dan mencium pucuk kepala sang istri.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di indonesia. Nathan langsung turun begitupun dengan Ara. pak Abi sudah menunggu untuk membantu anak sang majikan dan heli pribadi tadi mendarat tepat di dalam pekarangan Adijaya group.
Ara dan Nathan langsung masuk ke dalam rumah dengan menggandeng tangan sang istri. dan di dalam rumah mereka tidak melihat siapa siapa karna setiap mereka pulang pasti mereka tidak pernah mengabarkan Nita dan juga Andre.
"Mana bunda sama ayah?" tanya Ara menatap sang suami. Nathan menatap ke arahnya.
"Kita kan gak ngasih tau ayah dan bunda kalo mau pulang" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Ara tidak menjawab dan dia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Pantesan" ucap Ara saat melihat jam sudah tengah malam.
"Ayo" ajak Nathan menarik lembut tangan sang istri. Ara tidak menolak dan dia hanya mengikuti sang suami. Nathan dan Ara masuk ke dalam kamar mereka.
Ara langsung melepaskan mantel yang ia gunakan dan juga sepatu dan Nathan dia berada di dalam ruang ganti untuk meletakkan barang barang mereka dan mengganti pakaian.
__ADS_1
Nathan sudah selesai mengganti pakaiannya dan kembali keluar ruang ganti dan dia langsung menatap sang istri yang duduk di atas ranjang dan begitupun dengan Ara yang menatapnya.
Nathan mendudukkan tubuhnya di samping sang istri. "Kamu kenapa murung kayak gini?" tanya Nathan sambil mencubit hidung sang istri.
"Aku tiba tiba inget Sheyla" jawab Ara sedih.
"Buat apa kamu nginget dia?" tanya Nathan karna dia juga sangat tidak menyukai Sheyla karna Sheyla pernah menyakiti hatinya di tambah lagi kedua orang tua Sheyla itu selalu menyakiti hati wanitanya.
"Dia kakak aku" jawab Ara.
"Dia bukan kakak kamu orang tuanya dan orang tua kamu berbeda" jawab Nathan tak sengaja yang membuat hati sang istri kembali sakit saat mengingat kenyataannya.
"Biarpun dia bukan kakak kandung aku dia selalu sayang sama aku.....kamu dan dia dulu juga pernah temenan dan sampai saat ini bukan? kecuali kalo kamu pernah ngejalin hubungan sama dia dan hubungan itu berakhir dan kamu masih cinta sama dia" jelas Ara panjang lebar dengan menahan tangisnya karna memang Ara pernah mencari tau tentang sang suami dan dia mengetahui jika Sheyla adalah mantannya dan berakhirnya hubungan mereka karna ada orang ketiga dan Ara merasa jika dialah orang ketiga itu.
"Kenapa kamu gak jujur sama aku?" guman Ara sedih karna dia sangat membenci orang yang tidak pernah jujur.
"Aku cuma sayang sama kamu gak ada sayang sama orang lain lagi kecuali bunda" ucap Nathan sambil menatap poto sang istri yang sedang bersamanya. Karna terlalu lama memandangi poto yang selalu membuat dirinya nyaman akhirnya Nathan tertidur di dalam ruang kerjanya.
Sedangkan Ara dia memilih untuk memainkan ponselnya dan dia ingat jika paman dan bibinya juga akan ke indonesia.
"Paman sama bibi udah sampai?" isi pesan yang di kirimkan oleh Ara kepada Rizal.
"Baru aja sampai sayang" balas Rizal.
"Ara kesana ya" balas Ara dan langsung mengambilkan mantel yang tadi ia gunakan dan hanya menggunakan sendal berbulu miliknya yang seharusnya di pakai untuk di dalam rumah saja.
__ADS_1
Ara tidak berpamitan dengan siapapun termasuk dengan Nathan karna dia masih kesal akan sang suami yang tidak mau menceritakan dan jujur perihal hubungannya dengan Sheyla.
Ara berjalan santai menuju ke rumah kakeknya sampai akhirnya dia sampai di depan gerbang rumah sang kakek yang tidak di tutup karna Rizal dan Kya baru sampai. Ara langsung masuk ke dalam pekarangan rumah dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" teriak Ara karna dia tidak menemui siapapun di dalam rumah itu.
"Waalaikumsalam" jawab Kya yang langsung keluar dari kamar.
"Bibi" teriak Ara dan langsung memeluk bibinya itu.
"Ponakan bibi" ucap Kya dan membalas pelukan keponakan yang sangat ia rindukan itu dengan penuh kasih sayang.
"Sayang" teriak Rizal lagi sedangkan Rafael dia sudah terlelap sejak tadi. Ara memeluk paman nya itu.
"Ara kangen sama kalian" ucap Ara yang berada di dalam pelukan Rizal dan Kya.
"Paman sama bibi juga kangen sama kamu nak" jawab Rizal.
"Nathan mana? kok dia gak ikut?" tanya Kya karna dia melihat sang keponakannya itu sendirian.
"Dia tadi tidur bi makanya Ara gak ajak.....Ara gak tega bangunin dia kayaknya dia kecapean banget" jawab Ara karna tadi dia sempat mengintip ke ruang kerja sang suami.
"Kamu kenapa gak istirahat? bukannya kamu juga baru pulang?" tanya Rizal.
"Ara gak ngantuk sih....yaudah deh Ara naik ke atas" ucap Ara dan langsung berlalu tanpa memerlukan jawaban dari bibi dan pamannya.
__ADS_1