
"Ibu, Ini ayah bukan?" tanya Yuna yang mengira jika ibu nya ada di dekat nya.
"Ibu mu di atas" jawab Nyimas akan pertanyaan Yuna.
"Ibu, Aku menemukan ayah" teriak Yuna dari bawah dan itu terdengar jelas oleh Ara yang ada di dekat tangga tapi tidak nampak oleh siapapun.
"Dia memang ayah mu" guman Ara dengan air mata yang mengalir di wajah nya.
Ara tidak menjawab nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya, Ara mendudukkan tubuh nya di bawah di samping ranjang tidur nya itu. "Huh, Aku malas bertemu dengan nya, Tapi aku senang bertemu dengan nya" ucap Ara dan langsung menundukkan kepala nya dengan meletakkan kepala nya di antara kedua kki nya.
"Ibu" panggil Yuna kepada Ara yang masih berada di gendongan Nathan. Ara segera menghapus air mata nya yang jatuh membasahi wajah nya tadi dan langsung mengalihkan pandangan nya kebelakang.
"Ada apa sayang?" tanya Ara dengan manatap ke belakang dan melihat Nathan masuk ke dalam kamar nya. Ara langsung membalikkan tubuh nya kembali dan untung nya Nathan tadi tidak melihat nya.
"Ibu" panggil Yuna lagi kepada Ara. Ara langsung mengambil masker yang ada di dalam laci dan langsung menganakan nya. Ara beranjak berdiri dan berjalan ke arah anak nya itu.
"Kenapa sayang hem?" tanya Ara dengan mengambil alih anak nya itu dari Nathan. Nathan memberikan Yuna kepada ibu nya yang belum tau siapa. Nathan menatap lekat mata wanita itu, Ara yang sadar akan Nathan yang menatap nya pun langsung menundukkan kepala nya.
"Maaf pak anda kenapa masuk ke dalam kamar saya?" tanya Ara dengan kepala yang masih berlindung di tubuh kecil anak nya itu.
"Maaf, Tadi Yuna menangis mencari anda makanya saya terpaksa ke sini" jawab Nathan akan pertanyaan Ara.
"Sekarang anda bisa keluar, Yuna juga sudah bersama saya" usir Ara tanpa menatap wajah suami nya itu.
"Baiklah" jawab Nathan dan keluar dari kamar itu, Ara langsung menutup pintu kamar nya itu dan bernafas lega.
"Ibu kenapa mengusir ayah?" tanya Yuna kepada Ara.
"Sudah lah tidak usah di bahas lagi ya sayang, Ayo kita kembali istirahat" jawab Ara dan melepaskan masker yang ia kenakan dan kembali meletakkan nya ke tempat awal.
"Aku sangat merindukan nya" guman Ara dan membaringkan pelan tubuh anak nya itu.
__ADS_1
"Bapak dari mana?" tanya Roky kepada Nathan.
"Dari atas mengantarkan Yuna ke ibu nya" jawab Nathan dengan senyum yang melebar menatap Roky. Roky mengangguk mengerti sedangkan Nyimas dia sudah tidak ada lagi di sana dan sudah pulang karna hari juga hampir larut.
"Oh iya ini uang bayaran makanan tadi pak" ucap Nathan dan menyodorkan uang kembaran seratus kepada Roky.
"Tidak usah pak" jawab Roky dan menolak sopan uang yang di sodorkan Nathan kepada nya.
"Tapi pak...." ucap Nathan yang terpotong oleh Roky.
"Tidak apa apa pak, Tadi juga kmi tidak jualan" potong Roky dengan senyum yang melebar menatap Nathan.
"Baiklah, Terima kasih pak" jawab Nathan dengan senyum yang melebar menatap Roky.
"Sama sama pak" jawab Roky sopan dengan senyum yang tidak kalah mengembang dari Nathan. Nathan langsung berlaku dari sana dan langsung menuju ke tempat pembangunan tadi.
"Ayo kita pulang" ajak Nathan kepada Terie, Terie mengangguk mengiyakan nya dan langsung masuk ke dalam mobil begitupun dengan Nathan.
"Tapi tidak mungkin karna Ara belum mengandung waktu pergi dari rumah" guman Nathan kembali dan mengelak jika itu bukan istrinya.
"Aku akan mencari tau siapa wanita tadi" guman Nathan kembali. Beberapa saat kemudian akhir nya Nathan sampai di apartemen dia langsung turun dan menaiki lift menuju ke lantai kamar nya.
Sesampai nya di depan apartemen nya dia langsung memencet kode pin itu dan langsung masuk ke dalam. "Papa" teriak Okta dan langsung memeluk Nathan. Nathan menerima pelukan dari anak nya itu.
"Kau tidak istirahat?" tanya Nathan kepada Okta.
"Aku menunggu papa" jawab Okta akan pertanyaan Nathan.
"Yasudah kita istirahat" ucap Nathan dan langsung menggendong anak nya itu masuk ke dalam kamar. Nathan membersihkan tubuh nya sedangkan Okta dia sedang makan makanan yang di masak oleh Nathan tadi sebelum dia membersihkan tubuh nya.
Beberapa menit Nathan sudah selesai mandi dan Okta sudah selesai makan hanya saja dia belum minum. "Sudah selesai makannya?" tanya Nathan kepada Okta.
__ADS_1
"Hem" jawab Okta mengangguk mengiyakan nya.
"Papa" ucap Okta yang ingin mengatakan sesuatu kepada ayah nya itu.
"Hem" jawab Nathan dan menoleh ke arah anak nya itu.
"Aku bosan sendiri di rumah, Aku ingin memiliki ibu seperti Yuna, Ibu Yuna sangat perhatian keada Yuna dan sangat menyayangi Yuna" jelas Okta yang tiba tiba mengatakan menginginkan ibu.
"Kenapa kau tiba tiba menginginkan ibu nak?" tanya Nathan kepada anak nya itu.
"Karna aku juga ingin di tunggu hingga pulang sekolah oleh ibu sama seperti Yuna" jawab Okta akan pertanyaan Nathan.
"Andai saja ada Ara di sini pasti dia yang akan menjaga dan merawat Omta hingga Okta tidak kesepian seperti ini" guman Nathan.
"Oh iya tadi papa bertemu dengan Yuna di rumah nya" ucap Nathan yang ingat jika tadi dia bertemu Yuna.
"Memang nya papa dari mana?" tanya Okta kepada ayah nya itu.
"Lokasi kerja papa berdekatan dengan rumah Yuna jadi besok setelah pulang sekolah kau bisa ikut dengan papa ke tempat kerja papa dan bermain bersama Yuna selama papa bekerja" jelas Nathan kepada anak nya itu dengan melebarkan senyuman nya.
"Beneran pa Okta boleh ikut besok?" tanya Okta dengan menatap lekata yah nya itu.
"Hem kau sangat boleh" jawab Nathan dengan senyum yang melebar menatap anak nya itu.
"Yee" teriak Okta dan langsung merangkul leher ayah nya itu dengan tawa bahagia nya. Nathan ikut tersenyum melihat anak nya itu tertawa bahagia.
"Yasudah ayo kita istirahat" ajak Nathan kepada Okta, Okta mengngguk mengiyakan nya dan membaringkan tubuh nya.
Keesokan pagi nya.
Nathan menyiapkan makanan untuk nya dan juga Okta setelah itu mereka berdua sarapan bersama. Setelah selesai sarapan Nathan langsung turun dan menuju ke mobil nya begitupun dengan Okta yang ada di gendongan nya.
__ADS_1
Beberapa menit menempuh jalan akhirnya mereka sampai di sekolah Okta, Nathan mengantar anak nya itu sampai di kelas setelah itu dia kembali berlalu dari sana.