Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Aku mau pulang


__ADS_3

Sedangkan Ara dia hanya menatap sang suami dengana senyum yang mengembang. Sungguh dia merasakan bahagia malam ini dan tidak merasa sakit lagi di kepalanya ntah kenapa dia bisa seperti itu.


Ara mengambil ponselnya dan memotret sang suami yang tengah tertidur itu. Ara tekekeh melihat poto itu yang nampak sangat menggemaskan itu.


"Selamat tidur sayang" ucap Ara dan mengecup kening suaminya itu dan kembali ke ranjangnya dan memainkan ponselnya.


06:30 Nathan terbangun dan matanya pertama kali mencari istrinya yangs edang tertidur dengan menyender di ranjang rumah sakit itu dengan memegang ponselnya.


Nathan menghampiri wanita itu dan menatap lekat wajahnya lekat dan pandangannya beralih kepada ponselnya yang sedang menyala itu. Nathan mengambil pelan ponsel itu dan terlihat poto Dewa dan Ara di lookscreen ponsel itu dan banyak poto lain yang di satukan di dalam poto itu.


"Dia emang gak pernah sayang sama gue" ucap Nathan dan meletakkan ponsel sang istri di atas nakas di samping ranjang istrinya itu.


Di lookscreen ponsel Ara itu ada poto nya yang memang di sengaja di letakkan paling atas dan tertutup banyak aplikasi karna Ara takut ketahuan dengan orang jika dia mencintai Nathan tapi Nathan tidak menemukan potonya itu mungkin dia kurang teliti.


"Hey" panggil Nathan mengusap lembut wajah sanh istri. Ara menggeliat karna Nathan menyentuh wajahnya dan akhirnya dia pun membuka matanya.


"Kamu udah bangun?" tanya Ara dengan mata belun terlalu nampak. Nathan mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang mengembang itu.

__ADS_1


"Ayo kita pulang" ajak Ara karna dia paling malas di rumah sakit.


"Kamu masih sakit...belum bisa pulang" jawab Nathan.


"Aku mau pulang" rengek Ara dengan mengerucutkan bibirnya berharap Nathan mau pulang mengajaknya.


"Tunggu aku nanya dokter dulu" ucap Nathan dan ingin berlalu.


"Cepetan" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya. Nathan hanya membalas senyuman dari istrinya itu dan langsung berlalu.


Nathan sudah sampai di ruangan dokter yang memeriksa istrinya itu. "Selamat pagi dok" sapa Nathan saat melihat dokter itu sedang mengenakan jas dokternya. Dokter itu menoleh ke arah Nathan.


"Silahkan duduk tuan" dokter itu mempersilahkan Nathan duduk dan Nathan pun duduk.


"Ada apa tuan?" tanya dokter itu.


"Emmm....apa istri saya sudah boleh pulang dok?" tanya Nathan ragu karna dia sudah tau jawabannya pasti tidak boleh.

__ADS_1


"Tuan istri anda baru selesai operasi dan masih harus di rawat di sini untuk beberapa hari kedepan" jelas dokter itu.


"Kan gak boleh" guman Nathan.


"Jadi kapan istri saya bisa pulang dok?" tanya Nathan.


"Tunggu jika istri anda sudah sembuh total baru beliau boleh pulang tuan" jawab dokter itu.


"Yasudah dok terima kasih dan maaf saya mengganggu waktu anda" ucap Nathan dan berjabat tangan dengan dokter itu.


"Tidak apa apa tuan" jawab dokter itu dengan senyum yang mengembang.


"Kalau begitu saya permisi dokter" ucap Nathan ramah dengan senyum yang mengembang. Dokter itu mengangguk mengiyakan dan Nathan pun langsung berlalu dan menuju ke ruangan istrinya.


Cklekk


Pintu ruangan Ara terbuka dan Ara langsung menoleh ke arah pintu itu untuk melihat siapa yang mengunjungi dan ternyata itu adalah suaminya. "Gimana? aku udah boleh pulang kan?" tanya Ara dengan semangatnya karna dia malas berada di rumah sakit dan ingin bertemu dengan Amel.

__ADS_1


Nathan mendudukkan tubuhnya di atas kursi di samping ranjang istrinya itu. "Kamu belum boleh pulang" jawab Nathan dan menatap lekat sang istri.


Ara yang semulanya duduk tegang langsung menghempaskan tubuhnya ke senderan ranjang itu. "Auuu" rengek Ara karna kepalanya juga terhempas.


__ADS_2