Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Cerita lama 1


__ADS_3

"Kamu gak tidur?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Ara benci sama pikiran kakak yang bilang kalo Ara bahagia karna harta Hikssss" ucap Ara dan langsung terisak di dada bidang sang suami.


"Hey kamu bangun?" tanya Nathan yang berusaha untuk bisa melihat wajah sang istri yang menangis itu tapi tetap saja Ara tidak mau menampakkan wajah nya kepada sang suami dan terus menangis.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Nathan dengan mengusap lembut kepala sang istri itu dan mencoba menenangkan nya dengan mengayun kan tubuh wanita itu sama seperti anak kecil.


"Hiikkkksssss" tangisan Ara semakin kencang. Ara menengadah menghadap sng suami.


"Ara benci sama kakak" jawab Ara dan memukul dada sang suami tidak terlalu keras dan kembali memeluk erat tubuh laki lki yang sudah menjadi suami nya itu. Nathan semakin heran di buat wanita itu dan menatap bingung dan mengingat apa perkataan nya yang menyakiti hati sang istri tapi tetap saja dia tetap tidak ingat.


"Yaudah benci aja sama kakak, Tapi jangan nangis" ucap Nathan yang belum mengetahui perkataan apa yang menyakiti hati sang istri yang keluar dari mulut nya.


"Hikssss" Ara mencoba meredam tangisan nya dan menatap ke arah sang suami yang sedang mengusap kepala nya dan mengayun nya seperti menenangkan anak kecil menangis.


"Kakak tau kehidupan yang terjadi abis kakak ninggalin Ara sama Teo dan Windi hidup Ara gak pernah lagi bahagia Hikssss" jelas Ara dan kembali menangis. Nathan langsung ingat apa perkataan nya yang membuat sang istri marah.


"Kenapa emang nya kamu bisa gak bahagia? bukan nya kehidupan kamu tercukupi sayang?" tanya Nathan yang mencoba mengetahui semua nya karna dia yakin sang istri akam berkata jujur jika sedang menangis atau pun mabuk. Tangan Nathan yang satu nya memegang pinggul sang istri agar tidak jatuh dan yang satu nya lagi menyibak rambut yang sedikit basah yang melekat di wajah wanita yang ada di dalam gendongan nya itu.

__ADS_1


"Ara gak pernah merasa bahagia karna harta karna Aragak pernah dapet kasih sayang kayak dulu, Kayak kaka sayang sama Ara begitupun juga bunda sama ayah tapi tapi abis Ara di bawa ke jakarta kebahagian itu hilang Hikssss" jelas Ara yang kembali menangis.


"Kenapa Ara gak bahagia?" tanya Nathan kembali mengusap lembut kepala sang istri.


"Karna kebahagiaan Ara bukan harta" jawab Ara dengan menyenderkan dagu nya di bahu sang suami dan mempererat pelukan nya.


"Waktu kamu sama Dewa?" guman Nathan yang tidak mau mengatakan nya langsung karna dia yakin pasti sang istri akan kembali bersedih.


"Kakak gak mau dengerin cerita Ara lagi?" tanya Ara kepada Nathan dengan menengadahkan kepala nya dan sangat nampak wajah sembab wanita itu.


"Kalo kamu mau cerita cerita aja, Kakak selalu sedia kok dengerin cerita kamu" jawab Nathan dengan melebarkan senyuman nya.


"Umur kamu waktu itu masih lima tahun" jawab Nathan.


"Iya umur Ara emang masih lima tahun waktu itu tapi ingatan Ara tentang waktu itu masih bagus kakak tau itu?" ucap Ara karna memang dia masih mengingat semua kenangan nya bersama kak Jo kecil.


"Kakak juga masih ingat" jawab Nathan yang tidak mau kalah dari sang istri dan berjalan menuju ke ranjang karna sedikit letih menggendong sang istri dan itu hampir satu jam.


"Coba ceritain apa aja yang kamu ingat" tantang Ara. Nathan terlebih dahulu mendudukkan tubuh nya di atas ranjang tanpa melepaskan sang istri karna dia ingin sang istri selalu berada di dekat nya.

__ADS_1


"Aku ingat waktu aku ngegendong kamu kayak ini dulu karna waktu itu kamu nangis karna di tinggalin sama kakak kamu pergi kan? dan kamu di titipin sama bunda dan waktu itu ayah masih kerja dan kamu nangis waktu pertama ngeliat aku makanya aku ngegendong kamu" jelas Nathan cerita pertama dan cerita terindah bagi nya.


"Kenapa emang nya kamu menangis waktu itu?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Itu karna wajah kamu dulu serem banget waktu ngebur aku dan aku takut makanya aku nangis" jawab Ara karna dia sangat ingat waktu itu meskipun waktu itu umur nya sangat muda tapi ingatan nya sampai saat ini sangat bagus.


"Seserem itu wajah aku?" tanya Nathan menatap lekat sang istri dengan senyum yang mengembang. Ara yang menyender di bahu Nathan pun menatap nya dan mengangguk mengiyakan nya.


"Padahal aku ganteng banget loh waktu itu tapi kenapa kamu bisa takut dan nangis histeris waktu itu?" tanya Nathan lagi dengan menatap lekat wajah yang berjarak hanya 5cm mungkin dari wajah nya itu.


"Siapa yang bilang kamu ganteng jelas jelas waktu itu kamu serem banget makanya aku sampai nangis kayak gitu" bantah Ara yang tidak mau mengakui bahwa sang suami itu tampan.


"Coba ceritain kehidupan kamu tanpa aku beberapa tahun lalu" perintah Nathan dengan nada lembut sambil tangan nya mengusap lembut rambut yang menutupi wajah sang istri.


"Mau cerita dari mana nya?" tanya Ara yang bingung karna sungguh banyak kisah belasan tahu lalu yang ia alami tanpa Nathan.


"Coba ceritain kenapa kamu bisa pindah ke jakarta dan gimana kamu mulai hidup baru di jakarta" jawab Nathan.


"Waktu itu aku juga gak tau Teo sama Windi mau ngajak aku pindah ke jakarta sama Sheyla waktu itu dia ngebujuk amu supaya aku mau pindah ke jakarta dan aku mengiyakan bujukan dia karna aku gak mau pisah dari Sheyla karna aku sayang banget sama Sheyla, dan waktu itu aku belum punya teman di jakarta kecuali Sheyla padahal kata Erina aku temenan sama dia dari lahir tapi aku sama sekali gak ingat dan cuma ingat kalo aku temenan sama dia sejak pindah ke jakarta aja" jelas Ara panjang lebar dan dia menghentikan ceritanya untuk menarik nafas karna nafas nya hampir habis akibat bercerita sepanjang itu.

__ADS_1


"Waktu itu aku belum tau kalo Teo sama Windi itu bukan orang tua kandung aku, Dari kecil mereka selalu ngasih kebutuhan aku tapi mereka gak ngasih aku kasih sayang makanya aku lebih akrab sama bi Nur dan mang Mamat dari pada mereka, Semua barang barang yang mereka beli buat aku waktu aku dewasa gak pernah aku pake karna aku emang gak butuh itu dan waktu SMP aku juga udah bisa cari uang sendiri" jelas nya lagi panjang lebar dan berhenti untuk menarik nafas dan dia juga nampak menahan tangis.


__ADS_2