Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Ara pulang ke rumah


__ADS_3

"Oiya dokter ngapain kesini?" tanya ara karna dia juga sedikit penasaran akan kedatangan aldi.


"Tadi aku gak sengaja liat kamu sendiri makanya aku ke sini" ucap aldi sambil tersenyum kepada ara.


"Ooouh" jawab ara dengan menganggukkan kepalanya.


Terlihat hening di antara mereka berdua karna tidak ada yang memulai bicara. ara sebenarnya tidak nyaman akan keheningan itu tapi dia juga malas untuk berbicara saat itu. sedangkan aldi juga diam dan tidak ingin memulai percakapan.


"Non" panggil bi nur yang membuat lamunan ara dan juga aldi membuyar.


"Bibi" panggil ara lagi tapi dia masih duduk.


"Non ngapain disini? kenapa gak istirahat aja?" tanya bi nur kepada ara. aldi sedikit bingung dengan bi nur karma dia tidak pernah melihat bi nur menemani ara.


"Ara tadi cuma mau cari angin bi......bosen istirahat mulu" ucap ara dan langsung berdiri aldi yang melihat ara berdiri pun ikut berdiri.


"Ini siapa non?" tanya bi nur dengan suara rendah kepada ara.


"Ooh iya.....dok kenalin ini bi nur....bi nur kenalin ini dokter aldi" ucap ara sambil mengenalkan satu sama lain.


"Aldi" ucap aldi sambil bersalaman dan menundukkan tubuhnya.


"Bi nur" ucap bi nur.


"Kita masuk aja non......udah mulai panas ini" ajak bi nur dan ara hanya mengiyakan apa yang di katakan oleh bi nur.


"Dok kita pamit dulu" pamit ara dan aldi mengiyakan.


Ara meninggalkan aldi sendiri dan ingin masuk ruangan bersama dengan bi nur. Aldi yang melihat kepergian arapun ikut beranjak dari tempat itu dan berjalan menuju ruangannya.


Beberapa hari kemudian...


Terlihat di ruangan rumah sakit yang di tempati ara hanya ada dirinya dan juga bi nur sedangkan Andita dan Erina tidak ada di sana karna ara melarang mereka untuk mengunjunginya. Nathan nita dan juga andre tadi sempat menjenguk ara tapi hanya sebentar karna ara juga menyuruh mereka untuk pulang karna setiap harinya nita dan nathan menemaninya begitupun dengan Andita dan juga Erina.


Sedangkan orang tua ara tidak pernah lagi menjenguk ara semenjak beberapa hari kemarin. dan sheyla ara melarang keras untuk sheyla menjaganya di rumah sakit apa lagi bermalaman. Bi nur juga sudah dia suruh untuk tidak menjaganya tapi bi nur tidak mau,,,jika ingin masak baru bi nur pulang dan ara di temani oleh dokter aldi yang setia menemaninya. dan kadang arfel juga bermalaman di sana.


Ara ingin kembali ke rumah dan tidak ingin lagi di rumah sakit karna besok adalah hari wisuda sheyla. "Bi ara mau pulang" rengek ara kepada bi nur.

__ADS_1


"Non kan masih sakit" ucap bi nur.


"Tapi bi ara udah janji sama sheyla ara mau ke acara wisudanya dia" ucap ara.


"Tapi non..." ucapan bi nur terpotong.


"Bibi gak kasian sama ara yang udah nyiapin semuanya buat wisudanya sheyla" ucap ara sambil mengerucutkan bibirnya.


"Yaudah iya kita pulang" ucap bi nur dan ara tersenyum bahagia.


"Beneran bi?" tanya ara lagi dan bi nur hanya mengangguk mengiyakan.


"Malam ini?" tanyanya lagi.


"Besok" jawab bi nur.


"Yah malam ini dong bi.....Kalo besok ara gak sempet siap siapnya" ucap ara.


"Yaudah iya malam ini" ucap bi nur. ara pun langsung memeluknya.


"Iya sayang" jawab bi nur dan kembali mencium ara.


"Yaudah ayo kita pulang" ucap ara sambil melebarkan senyumannya dan bi nur mengangguk mengiyakan. Bi nur mengemasi semua barang ara yang ada di rumah sakit dan ara sibuk di dalam kamar mandi yang ada ruangan rumah sakit itu karna dia sedang mengganti pakaiannya. Setelah selesai menganti pakaiannya ara langsung keluar untuk menemui bi nur yang juga sudah selesai mengemasi barang barangnya.


"Udah?" tanya bi nur. ara dengan cepat mengangguk mengiyakan pertanyaan bi nur.


"Yaudah ayo" ajak bi nur. Mereka baru saja ingin membuka pintu tapi tiba tiba pintu itu terbuka. ara sedikit kesulitan untuk melihat karna dia membawa bonekanya yang cukup besar.


"Kenapa bi?" tanya ara karna dia mudah untuk melihat ke samping dari pada melihat kedepan.


"Bibi mau kemana?" tanya aldi sambil melihat ke boneka yang di samping bi nur. orang yang membuka pintu itu ialah aldi karna aldi memang sering ke ruangan ara.


"Kita mau pulang dok" ucap bi nur. ara yang mendengar percakapan bi nur dan juga aldi langsung menggeser sedikit boneka miliknya dan dia bisa melihat ke arah aldi.


"Dokter" panggil ara.


"Eh ara.....saya pikir siapa" ucap aldi sambil melebarkan senyumnya.

__ADS_1


"Ngapain dokter ke sini?" tanya ara.


"Cuma mau mastiin keadaan kamu aja" ucap dokter aldi sambil melebarkan senyumannya. ara hanya mengangguk mengiyakan perkataan aldi.


"Oiya kalian mau kemana?" tanya aldi sedikit bingung karna melihat bi nur dan juga ara membawa barang barang lumayan banyak.


"Kita mau pulang dok" ucap bi nur.


"Kenapa pulang sekarang? bukannya kamu belum sembuh?" tanya aldi kepada ara.


"Saya besok ada acara penting dok makanya saya pulang" ucap ara sambil tersenyum.


"Ohh yaudah.....biar aku antar ya?" tawar aldi.


"Gak usah dok.....kita bisa naik taxi kok" tolak ara sopan.


"Gapapa kok......saya juga mau pulang" ucap aldi.


"Yaudah boleh deh dok" ucap ara karna dia memang suka mendapatkan gratisan.


"Yaudah ayo" ajak aldi. dan merekapun berjalan menuju parkir dan menuju mobil aldi.


"Bibi biar ara aja yang di belakang" ucap ara karna dia sedikit trauma akan kecelakaan yang menimpanya itu dan jika dia duduk di depan pasti dia takut jika melihat mobil mobil besar yang melintas seperti yang dia alami waktu itu.


"Kenapa kamu di belakang?" tanya aldi tapi ara tidak menjawab pertanyaan aldi.


"Mungkin non ara masih takut dok" ucap bi nur tapi aldi belum juga mengerti.


"Takut kenapa bi?" tanya aldi penasaran.


"Kalo dokter gak boleh saya duduk di belakang saya bisa naik taxi dok" ucap ara karna dia tidak mau orang menceritakan kejadian yang sangat mengerikan itu.


"Yaudah kamu duduk di belakang aja" ucap aldi dan ara mengiyakannya dan langsung masuk ke dalam mobil aldi begitupun dengan bi nur dan juga aldi.


Di dalam mobil itu terlihat hening. aldi fokus akan setirnya dan ara sedang termenung sambil memeluk boneka kesayanganya itu sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran di dalam mobil itu dan pandangannya melihat ke arah jendela sedangkan bi nur hanya memperhatikan anak majikannya itu.


Ara melihat ke arah luar jendela dan dia melihat ada toko bunga dan matanya tertuju akan bunga yang di pajang di balik kaca toko itu. "Berenti" teriak ara yang membuat aldi refleks langsung menginjak rem mobil itu dan kepala bi nur hampir terbentur.

__ADS_1


__ADS_2