
Nathan hanya menatap ke arah Ara yang sedang memainkan ponsel miliknya dengan sangat fokus. "Semarah itu?" guman Nathan yang tak henti henti menatap ke arah Ara.
Drittt...
Ponsel Ara berbunyi saat dia sedang asik memainkan nya. Dia langsung mengangkat telpon itu dan telpon itu dari erina.
"Halo kenapa?" tanya Ara langsung saat mengangkat telpon itu.
"Lo dimana?" tanya Erina.
"Dirumah kakek" jawab Ara.
"Ngapain disana?" tanya Erina lagi.
"Paman tinggal disini makanya gue juga ada disini" jawab Ara datar.
"Boleh kesana?" tanya Erina.
"Gak boleh" jawab Ara dan langsung mematikan ponselnya karna dia menginap di rumah kakeknya ingin mencari tau tentang orang tuanya dari poto poto yanga da di sana.
"Hey" panggil Nathan yang sudah di depan Ara dengan menggendong Rafael.
"Kenapa?" tanya Ara datar.
"Onty uncle ajak Ael makan" ucap Rafael.
"Kita makan dirumah aja" jawab Ara dan langsung berdiri.
"Ael mau makan sama uncle kata auncle rumahnya di sekitar sini juga" jawab Rafael.
"Kamu belum mandi...bau" ucap Ara sambil mencium bau tubuh keponakannya itu yang ada di pelukan Nathan. Ntah itu bau tubuh Nathan atau bau tubuh Rafael yang dia cium tapi baunya memang sedikit asam mungkin karna keringat.
"Ael juga mau mandi di rumah uncle" jawab Rafael.
"Emang dia siapa kamu hah?" bentak Ara kepada Rafael tak sengaja mungkin karna terbawa suasana hati yang kurang bagus.
"Onty marahin Ael hikss...Hiksss" ucap Rafael langsung menangis karna bentakan Ara.
"Shttt" Nathan mencoba membujuk Rafael. Ara tersadar jika tadi dia membentak keponakannya itu.
"Gue kenapa marahin dia" guman Ara dan memukul kepala nya akibat memarahi rafael.
"Maafin onty" ucap Ara melembut kepada Rafael.
"Hikssss...hikssss" Rafael semakin menangis.
"Udah jangan nangis Onty minta maaf sama Ael" ucap Ara lagi dengan perasaan bersalah kepada Rafael.
"Udah Ael jangan nangis lagi ya" ucap Nathan yang mencoba membujuk keponakan Ara.
__ADS_1
"Ael boleh kan makan sama uncle?" tanya Rafael yang sudah menghentikan tangisannya.
"Tapi ael kan....." ucapan Ara terpotong oleh Nathan.
"Iya kamu boleh makan sama uncle tapi jangan nangis lagi" potong Nathan. Ara mentap nya dengan melebarkan matanya.
"Boleh kan Onty?" tanya Rafael lagi.
"Iya onty kamu boleh kok ya kan?" tanya Nathan melebarkan senyumannya keada Ara.
"Huh....iya boleh" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Yey...makasih onty" ucap Rafael langsung mencium pipi Ara. Ara hanya menjawabnya dengan tersenyum tanpa membalas kata kata apapun.
"Nanti anterin Rafael kesana" ucap Ara sambil menunjuk ke salah satu rumah yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri tapi itu masih berada di dalam komplek perumahan Nathan.
"Yang mana?" tanya Nathan.
"0016" jawab Ara datar dan ingin berlalu tapi dia takut jika nanti Nathan tidak menemukan rumah kakeknya.
"Kamu mau ikut?" tanya Nathan.
"Gak...rumah lo nomor berapa?" tanya Ara datar.
"0035" jawab Nathan.
"Jagain Rafael nanti gue jemput" ucap Ara dan langsung berlalu menuju ke rumah kakeknya dengan membawa sepeda milik Rafael.
"Gak tau uncle mungkin Onty ngantuk karna semalem gak tidur" jawab Rafael.
"Kenapa onty sampai gak tidur?" tanya Nathan dengan melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya.
"Tadi malem Onty sibuk mainin ponselnya katanya dia kangen sama papanya makanya dia semalem gak tidur uncle" jelas Rafael karna memang semalaman Ara hanya tertidur sebentar di karna kan dia di sibukkan mencari informasi melalui internet tentang keluarganya karna menurutnya jika Teo ada di internet pasti orang tua kandungnya juga ada.
Karna dia masih ingat perkataan Teo yang mengatakan bahwa Ara adalah anak kakaknya tapi Ara tidak terlalu mendengar siapa nama yang di sebut oleh Teo makanya dia mencari di i ternet.
Nathan mengajak Rafael ke rumahnya. "Den dia siapa?" tanya pak Abi kepada Nathan.
"Aku Rafael" ucap Rafael sambil melambaikan tangannya kepada pak Abi yang membuat Nathan terkekeh akan tingkah keponakan Ara itu.
"Siapa yang ajarin kamu gitu?" tanya Nathan.
"Onty" jawab Rafael.
"Ini Rafael pak dia ponakan Ara anak temen bunda" jelas Nathan. pak Abi hanya mengangguk mengerti dan setelah itu Nathanpun berpamit kepada pak Abi untuk masuk ke dalam rumah.
"Udah selese olahraganya?" tanya Nita yang sedang menyiapkan makan pagi karna memang mereka belum makan pagi.
"Dia siapa?" tanya Nita sambil menatap Rafael bingung.
__ADS_1
"Aku Rafael" ucap Rafael. Nathan kembali terkekeh mendengar Rafael memperkenalkan diri. sungguh menggemaskan pikir Nathan.
"Rafael" ucap Nita sambil melebarkan senyumannya. Rafael hanya mengangguk mengiyakan sambil melebarkan senyumannya.
"Anak siapa nak?" tanya Nita.
"Dia keponakannya Ara bun" jawab Nathan.
"Iya onty Ara Onty nya Ael" jawab Rafael.
"Kenapa dia bisa sama kamu? ini kayaknya baru selesai olahraga ya?'' tanya Nita yang sangat bingung.
"Iya tadi Nathan ketemu sama Rafael sama Ara waktu kita sama sama olahraga" jawab Nathan.
"Kenapa Ara sama Rafael olahraga di komplek ini?" tanya Nita semakin bingung.
"Nathan juga gak tau tapi tadi Ara ada nunjukin nomor rumah sama Nathan" jawab Nathan.
"Kamu tinggal di komplek sini nak?" tanya Nita kepada Rafael.
"Ael tinggal di rumah kakek" jawab Rafael.
"Dimana rumah kakek kamu sayang?" tanya Nita.
"Di sana jauh dari sini" jawab Rafael sambil menunjuk ke belakang.
"Hey" sapa vino yang baru saja samai di bawah dan kaget melihat Rafael.
"Ini bukannya keponakannya Ara?" tanya vino karna dia ingat betul waktu itu.
"Iya" jawab Nathan.
"kenapa bisa disini?" tanya vino menyapu sudut sudut ruangan dengan matanya.
"Tadi gue ketemu sama dia di taman deket komplek dia mau ikut ke sini ya gue ajak" jelas Nathan. vino hanya mengangguk mengiyakannya.
"Ael mau makan apa?" tanya Nathan.
"Apa aja" jawab Rafael. Nathan mengangguk mengiyakan dan memasukkan makanan untuk Rafael ke dalam piring dan setelah itu Rafael melahap makanan itu dengan lahap begitupun yang lainnya.
****
Ara baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang disiapkan oleh Kya untuknya tadi yakni menggunakan baju kaos pendek berwarna putih dan celana kulot skuba berwarna hitam.
Setelah itu dia langsung menuju ke kamar Rafael untuk mengambil pakaian Rafael dan mengantarkannya ke rumah Nathan karna pasti Rafael mandi disana.
Ara mengenakan sepatu kets miliknya dan setelah itu kembali keluar dan berjalan menuju rumah Nathan yang letaknya lumayan jauh dari rumah kakeknya. Ara melihat lihat nomor nomor yang ada di depan komplek itu dia mencari cari nomor rumah 0035.
Nomor 0035 terletak di tengah tengah karna di sana lumayan banyak rumah orang. Ara memencet bel di luar pagar itu.
__ADS_1
Tingtong...
"Cari siapa nona?" tanya pak Abi yang tidak melihat Ara waktu Ara menginap disana.