
"Ara belinya udah lama bu" ucap ara sambil melebarkan senyumannya. padahal hatinya begitu sakit begitupun dengan dewa yang memaksakan senyumannya supaya ara tidak ikut bersedih. orang tua Vino hanya melihat ke arah ara dan juga dania dengan tatapan sedikit bingung.
"Yaudah ara duduk di sana ya bu" pamit ara dan langsung meninggalkan dania. karna acara sudah akan di mulai.
"Udah?" tanya nita saat melihat ara duduk kembali ke kursi di sampingnya. ara hanya mengangguk mengiyakan sambil melebarkan senyumannya.
"Ara" panggil aldi yang membuat ara menoleh ke arahnya begitupun dengan nita.
"Dokter aldi?" panggil ara. nita menatap bingung ke arah aldi karna dia tidak mengenal aldi.
"Siapa sayang?" tanya nita bingung kepada ara.
"Ini dokter aldi yang ngerawat ara selama ara di rumah sakit" jelas ara kepada nita. aldi langsung berjabat tangan dengan nita.
"Aldi tante" ucap aldi memperkenalkan diri kepada nita.
"Nita" ucap nita kembali. dan aldi hanya tersenyum ramah kepada nita
"Kamu ngapain kesini?" tanya aldi.
"Dokter sendiri ngapain kesini?" tanya balik ara.
"Adik aku wisuda....kamu sendiri?" tanya aldi.
"Kakak saya wisuda dok" ucap ara.
"Itu orang tua kamu?" tanya aldi sedikit berbisik kepada ara.
"Dia bundanya nathan dok" ucap ara. aldi hanya mengangguk mengerti.
"Orang tua kamu dimana?" tanya aldi lagi.
"Gak tau juga dok....saya tadi gak bareng mereka" jelas ara. aldi hanya mengangguk mengerti. Ara kembali fokus untuk menyaksikan acara wisuda itu begitupun dengan aldi.
__ADS_1
Aldi melihat ke arah bunga yang ada di pangkuan ara. "Ini bunga yang tadi malam kamu beli kan?" tanya aldi dan ara hanya mengangguk mengiyakan sambil melebarkan senyumannya. dan aldi kembali pokus ke acara wisuda yang sudah di mulai dari tadi begitupun dengan ara.
"PENYERAHAN PENGHARGAAN WISUDAWAN WISUDAWATI BERPRESTASI" ucap pembawa acara yang memandu wisuda itu karna ini sudah sampai di penghujung acara.
"Nathan Adijaya wisudawan dengan nilai tertinggi" ucap pembawa acara tersebut karna nilai nathan tertinggi dan semua orang di temat itu langsung bertepuk tangan begitupun dengan ara. nathanpun langsung naik ke atas anggung itu dan mengambil penghargaannya.
Setelah selesai mengambil penghargaannya dan sedikit berbicara di hadapan semua orang nathan langsung turun.
"Dewa mahendra" panggil pembawa acara itu lagi dan david pun langsung naik ke atas panggung itu dan orang yang di tugaskan untuk memasang dan memberikan pernghargaan pun langsung memberikan dan memasangkan itu. setelah itu david berjalan ke arah microfon ara tersenyum melihat itu begitupun dengan keluarga dewa yang lain. terlihat dania yang meneteskan air mata karna sedih.
"Saya berterima kasih kepada allah SWT karna telah memberikan saya kesempatan hadir. dan saya juga berterima kasih kepada dosen yang mengijinkan saya menggantikan anak saya yang telah tiada. Dan hari ini saya sangat bahagia karna anak saya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan dan saya harap dia juga bahagia di sana" ucap david yang tidak bisa menahan tangisnya.
itu juga membuat ara menundukkan kepalanya karna dia sangat sedih karna dia tidak mau ada orang yang mengetahui kesedihannya.
Aldi sedikit bingung karna dia tidak tau jika dewa itu adalah kekasih ara. "Kamu kenapa?" tanya aldi.
"Saya gapapa kok dok" ucap ara sedikit mengangkatkan kepalanya.
"Kamu jangan sedih" ucap nita sambil memeluk ara.
David melanjutkan perkataannya,,,
dan banyak orang yang menangis mendengar ucapan demi ucapan yang david lontarkan. Nathan melihat ke arah ara dari tempatnya berdiri dan dia melihat ara yang memperhatikan david yang berpidato di depan banyak orang. dia melihat kesedihan di wajah ara tapi ara tidak mau menangis di depan orang. "Dew....coba lo liat ara sama orang tua lo....mereka sedih banget dew" guman nathan dan kembali mengalihkan pandangannya ke david.
"Sekian terima kasih" ucap david karna dia sudah selesai menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan dan berlalu meninggalkan panggung itu menuju ke tempatnya tadi.
"Sheyla wijaya" panggil pembawa acara itu lagi dan sheyla langsung menaiki panggung itu. Ara yang melihatnya pun kembali melebarkan senyumannya. setelah selesai sheyla langsung turun dari anggung itu dan kembali duduk di kursinya.
"Vino putra" panggil pembawa acara. Vino melakukan hal yang sama seperti wisudawan yang lainnya.
"Fikri assidqi" panggil pembawa acara itu. fikri melakukan hal yang sama seperti yang lainnya.
Setelah selesai membacakan nama nama wisudawan wisudawati dan juga semua acaranya suudah selesai pembawa acara itupun langsung menutup acara wisuda itu dan semua wisudawan wisudawati pergi meninggalkan tempatnya dan menuju ke keluarga masing masing.
__ADS_1
"Aku kesana dulu" pamit aldi kepada ara dan ara hanya mengangguk mengiyakan.
"Bunda ara mau cari sheyla dulu" pamit ara.
"Kamu disini dulu aja....kita poto bareng" tegah nita.
"Yaudah" ucap ara.
Nathan menghampiri keluarganya begitupun dengan alfin dan juga david. "Anak bunda pinter banget" ucap nita sambil memeluk nathan. setelah itu nathan melepaskan pelukan dari ibunya itu.
"Selamat ya nak.....udah jadi sarjana" ucap andre lagi sambil memeluk putranya itu.
setelah selesai andre pun melepaskan pelukannya dari nathan.
"Selamat ya....lo lulusan terbaik" ucap ara sambil berjabat tangan dengan nathan dengan senyum yang mengembang.
"Makasih" ucap nathan sambil membalas senyuman ara.
"Oiya nat....ini buat lo" ucap ara sambil menyodorkan kado yang seharusnya untuk dewa kepada nathan. tapi nathan hanya menatap kado itu karna di sana ada nama dewa.
"Ini sebenernya buat kak dewa tapi kan kak dewa udah gak ada.....jadi buat lo aja....gw ngasihnya nya iklas kok biarpun gak mahal sih" ucap ara sambil menyodorkan kembali kado itu kepada nathan.
"Kenapa lo ngasih ke gw? kan itu buat dewa" tanya nathan tanpa mengambil kado itu dari tangan ara.
"Huh" ara mendengus kasar dan menurunkan tangannya.
"Kalo gw tau lo wisuda hari ini juga mungkin gw bakal ngasih kado yang lain dan gw bisa nyisihin uang gw buat beli kado untuk lo.......kan gak mungkin gw kasih ke kak dewa dia udah gak bisa pake.....klo lo gak mau yaudah gw kasih ke alfin aja" ucap ara dan ingin memberikan kado itu kepada alfin tapi nathan mengehentikannya.
"Iya gw mau" ketus nathan.
"Gitu dong....nih" ucap ara sambil memberikan kado itu kepada nathan.
"Makasih" ucap nathan.
__ADS_1
"Itu gak terlalu berharga kok....jadi kalo lo mau buang buang aja" ucap ara sambil tersenyum.
"Kalo dari lo pasti berharga ra" guman nathan di dalam hati.