
Reza melihat ke arah temat tidur dan dia melihat ara masih tertidur pulas. "Pantesan gak di jawab masih tidur" ucap reza sambil melebarkan senyumnya.
"Ara bangun" teriak reza yang membuat ara langsung terbangun.
"Kenapa?" tanya ara kesal kepada reza.
"Lo gak sekolah? udah jam berapa sekarang?" tanya barqi kepada ara dan itu langsung membuat ara menoleh ke arah jam di depan ranjangnya.
"Hah" ucap ara kaget dengan mata yang membulat sempurna dan langsung berjalan menuju kamar mandi.
"Keluar sana" usir ara yang ingin mandi kepada reza.
Rezapun keluar dan menutup pintu kamar ara dengan rapat. Reza langsung turun dari tangga untuk menuju ke dapur untuk sarapan pagi bersama istri dan seluruh anak panti.
"Udah bangun ara nya?" tanya fatimah kepada reza.
"Baru aja bangun waktu aku bangunin" jawab reza dan langsung duduk di samping istrinya.
Ara bergegas memakai pakaian sekolah dan sepatu sekolahnya. Setelah selesai memakai alat sekolah dia langsung mengambil tas miliknya dan langsung turun dengan sedikit berlari karna dia merasa sudah terlambat untuk ke sekolah karna jam sudah menunjuk pukul 06:55.
"Gak sarapan ra?" tanya barqi yang melihat ara tergesa gesa dan semua orang yang di dapur menatap ke arah ara.
"Gw udah telat" jawab ara yang ingin keluar dari dapur panti itu.
"Makan dikit aja nak" teriak fatimah.
"Ara udah bu....jagain rini" teriak ara yang sudah di dekat pintu keluar panti.
Ara bergegas menuju gerbang dia mencari cari taxi tapi tidak menemukannya dan dia memilih untuk berlari menuju ke sekolah yang lumayan jauh dari panti asuhan mutiara.
Ara berlari sangat kencang di trotoar jalan raya dan ketakutannya sedikit menghilang ketika berlari mungkin karna dia tidak melihat mobil mobil.
"Hah....hah" ara bernafas ngos ngosan karna berlari sangat kencang dandia belum juga sampai di sekolahnya. Ara melihat jam yang dia pakai dan jam sudah menunjuk pukul 06:57. "Masih jauh lagi" ucap ara dan kembali melanjutkan larinya menuju ke sekolah.
"Pak jangan di tutup gerbangnya" teriak ara yang hampir sampai di sekolahnya dan satpam sekolah itu ingin menutup gerbang karna jam sudah menunjuk pukul 07:10.
__ADS_1
Pak satpam itu tetap menutup gerbang sekolah itu. "Huh....huh...huh.... pak ijinin saya masuk" ucap ara dengan nafas ngos ngosan.
"Gak bisa neng....neng udah telat datangnya" jawab bima. Satpam itu namanya adalah bima dia sudah bekerja lama di smk itu sebagai satpam.
"Pak ara kan telat cuma beberapa detik" ucap ara lagi.
"Gak bisa neng" jawab satpam itu.
Nathan ingin pergi ke SMK darma bangsa karna dia ada keperluan dengan kepala sekolah itu karna dia ingin membicarakan sesuatu dengan kepala sekolah itu dan mereka ingin membicarakan bisnis karna perusahaan david ayahnya dewa bekerja sama dengan perusahaan nathan dan itu yang membuat nathan harus pergi ke SMK darma bangsa dengan di temani oleh Vino dan juga viona sekretarisnya.
"Pak tolongin ara lah pak" rengek ara kepada bima.
"Gak bisa neng...itu udah jadi peraturan disini" jawab bima.
Tittt...tiitt....
Suara klakson mobil yang mengagetkan ara. "Gak liat ada orang apah" bentak ara kepada orang yanga da di dalam mobil itu. Nathan sedikit terkejut saat melihat ara di depan mobilnya.
"Ara" ucap Vino yang membuat viona yang berada di sampingnya menoleh ke arahnya.
Vino ingin turun dari mobil tapi nathan menghentikannya. "Biar saya saja yang turun" ucap nathan seperti seorang bos karna memang dia sangat profesinal jika sedang bekerja.
"Viona ikut saya" ajak nathan kepada viona.
"Baik pak" jawab viona dan langsung turun mengikuti nathan.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya bima kepada nathan saat nathan dan viona menghampiri nya dan ara.
"Bisa tolong bukakan gerbang?" tanya viona sedangkan nathan masih menatap ara yang tidak menatapnya.
"Bisa buk...sebentar" ucap bima dan langsung membukakan gerbang.
"Kesempatan gw nih" guman ara dan berancang ancang ingin menerobos gerbang.
Vino yang melihat gerbang sudah di buka langsung mengendarai mobil masuk ke dalam sekolah itu. Ara yang ingin masuk ke dalam sekolah langsung membungkukkan tubuhnya dan berlindung di samping mobil yang dia tidak tau mobil siapa.
__ADS_1
Nathan hanya melihat apa yang di lakukan oleh ara. Ara yang merasa sudah aman dari satpam bima langsung berlari menuju kelasnya karna orang sudah selesai apel pagi.
Pak bima langsung menutup gerbang itu di saat nathan dan viona sudah masuk. "Neng ara kemana?" tanya bima kepada nathan dan viona. Bima memang mengenal dekat ara karna ara juga sering membantu ataupun memberi makan kepadanya.
"Maksud bapak perempuan tadi?" tanya viona.
"Iya bu" jawab bima.
"Dia tadi kebelet katanya pak" jawab nathan langsung dan itu membuat viona heran akan sikap sang bosnya itu karna nathan memang sangat terkenal cuek dan tidak terlalu memperdulikan perempuan kecuali yang istimewa menurutnya.
"Ooh....bapak mau kemana? apa perlu bantuan saya?" tawar bima kepada nathan.
"Boleh pak...tolong antarkan kita ke ruangan kepala sekolah ini" ucap viona sedangkan nathan hanya diam.
"Mari saya antar buk pak" ucap bima dan langsung mendahului mereka berdua.
"Ayo ikut" ucap nathan kepada Vino dan Vino langsung mengikuti nathan tanpa mengeluarkan kata apapun.
Ara sedikit ngos ngosan saat berada di dekat pintu kelasnya dia ingin masuk tapi dia melihat ada guru bahasa indonesia yang sedang mengajar di kelasnya. "Hah...pagi buk" ucap ara dengan nafas ngos ngosan sambil menyengir kepada bu sana.
Bu sana menatap ke arah ara. "Kamu telat?" tanya bu sana ketus. Erina dan Andita yang sudah masuk terlebih dahulu langsung menoleh ke arah ara.
"Udah tau telat masih aja nanya" guman ara sedikit kesal tapi dia tidak berani mengutarakan apa yang ada di hatinya itu.
"Gw kira dia gak sekolah ni hari" ucap Andita.
"Tangannya udah sembuh tuh kayaknya" ucap Erina karna dia melihat tangan ara sudah baik baik saja.
"Tadi saya kebelet buk makanya telat" jawab ara berbohong.
"Udah berapa kali kamu telat saat pelajaran saya?" tanya bu sana dengan nada tinggi.
"Udah..." ucap ara sambil menghitung hitung berapa kali dia telat saat pelajaran guru yang paling dia benci itu karna memang ara sangat tidak menyukai guru itu karna guru itu selalu memberinya hukuman.
"Baru juga 8 kali telat buk" jawab ara santai.
__ADS_1
"Kamu taukan apa akibatnya telat di jam saya?" tanya sana.
"Buk saya mohon buk jangan hukum saya....saya tadi beneran kebelet bu" rengek ara dengan wajah yang memelas dan berharap bu sana memberikannya keringanan dan membiarkannya.