Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Alergi


__ADS_3

Ara memang banyak sekali mempunyai baju kaos berbagai macam warna dan juga model karna memang dia sangat menyukai baju baju yang over size.


Ara sudah selesai mengenakan pakaiannya dan langsung keluar dari ruang ganti itu. Dia bersama keluar dengan Nathan yang baru selesai membersihkan diri tanpa mengenakan pakaian dan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Ara langsung menutup matanya dan mengalihkan tubuhnya membelakangi Nathan. "Kenapa?" tanya Nathan yang heran melihat Ara membelakanginya.


"Gak sopan banget gak peke baju di depan cewek" ketus Ara. Nathan mendekatinya tapi dia tidak sadar.


"Kamu harus terbiasa" jawab Nathan. nafas Nathan terasa di tengkuk Ara dan itu membuatnya sedikit takut.


"Minggir" ketus Ara tanpa menatapnya.


"Liat aku" perintah Nathan.


"Mingir gue mau keluar" ketus Ara kembali.


"Kamu bilang aku yang gak sopan padahal kamu yang gak sopan" jawab Nathan. Ara langsung mencoba memberanikan dirinya untuk membalikkan tubuhnya dan menatap Nathan.


"Puas" ketus Ara dan langsung berlari keluar kamar meninggalkan Nathan. Sudut bibir Nathan terangkat melihat tingkah wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


"Mau macem macem dia sama gue....gak tau apa dia kalo gue juara tekondo" ketus Ara yang turun dan tangga untuk makan pagi.


"Kenapa anak bunda?" tanya Nita yang melihat Ara mengoceh dari tangga.


"Gapapa kok bun" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Duduk sini kita sarapan bareng" ucap Nita. Ara langsung mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi.


Ara mengambilkan roti dan selai coklat karna memang yang berhubungan dengan coklat sangatlah ia sukai. Setelah mengolesi selai itu roti dia langsung memotong roti roti itu kecil kecil dan melahapnya satu persatu.


Nathan sudah turun dan langsung mendudukkan tubuhnya di samping Ara. "Makanan untuk aku mana?" tanya Nathan kepada Ara.


"Ambil aja sendiri punya tangankan?" ucap Ara datar.

__ADS_1


"Ara ambilin makan buat suami kamu nak" ucap Nita. Nathan tersenyum menang saat mendengar ucapan ibunya itu. Ara menatap lekat pria yang di sampingnya itu dengan tatapan datar.


Ara dengan berat hati menyiapkan roti dan juga selai kacang untuk Nathan. Setelah selesai Ara langsung memberinya kepada Nathan dengan tatapan datar sedangkan semua orang sibuk dengan sarapan masing masing.


"Kok rasanya" guman Nathan bingung menatap roti yang di berikan Ara kepadanya. Mereka semuapun sudah selesai sarapan pagi dan melanjutkan aktifitas masing masing sedangkan Ara kembali ke kamar dengan membawakan kopi untuk Nathan karna tadi Nathan menyuruhnya di depan Nita.


"Ini kopi buat lo" ucap Ara datar dan ingin berlalu pergi dari kamarnya itu tapi Nathan menghentikannya.


"Tolong ambilin obat gatal di bawah" ucap Nathan.


"Emang lo kenapa?" tanya Ara dan langsung mengalihkan pandangannya kepada Nathan karna tadi dia tidak menatap Nathan sama sekali yang sedang manggaruk garuk tubuh.


Mata Ara membulat sempurna saat melihat tangan Nathan terdapat bintik bintik merah. "Lo kenapa?" tanya Ara panik karna seperti itulah dia jika ada orang yang kenapa napa pasti dia hawatir maupun dia membenci orang itu.


"Gak tau" jawab Nathan dan kembali menggaruk tubuhnya yang memerah itu.


"Bunda" teriak Ara dari dalam kamar dengan nada hawatir. Nita tidak menjawab mungkin karna tidak mendengarnya.


Ara langsung berdiri dan keluar dari kamar itu untuk meminta pertolongan sedangkan Nathan hanya menggaruk garuk tubuhnya yang terasa sangat gatal.


"Kenapa?" tanya Nita hawatir.


"Ara juga gak tau" jawab Ara. Nita langsung menaiki tangga dan menuju ke kamar Nathan begitupun dengan Vino dan Andre sedangkan Ara mengikuti mereka.


"Kamu kenapa nak?" tanya Nita dan langsung duduk di samping Nathan dan melihat Nathan yang menggaruk garuk tubuhnya.


"Nathan juga gak tau bunda...badan Nathan gatel semua" jawab Nathan.


"Kita kerumah sakit aja bun" ucap Ara karna memang dia sangat hawatir akan Nathan walaupun dia membenci Nathan.


Ara langsung membimbing suaminya itu untuk turun ke bawah dengan diikuti oleh Andre dan juga Nita dari belakang sedangkan Alfin turun kebawah untuk menyuruh pak Abi menyiapkan mobil untuk ke rumah sakit.


Mereka semua langsung masuk ke dalam mobil begitupun dengan Vino yang duduk di samping kemudi dan Ara Nathan duduk di tengah sedangkan Nita dan Andre duduk di belakang.

__ADS_1


Ara nampak sangat hawatir akan tubuh Nathan yang terdapat bintik bintik merah itu. "Jangan di garuk" tegah Ara menggenggam kedua tangan Nathan supaya Nathan berhenti menggaruk tubuhnya itu.


"Tapi ini gatel" jawab Nathan dan ingin sekali menepis tangan istrinya itu tapi dia tahan karna dia sangat suka itu.


Ara mengambil beberapa tisyu basah miliknya yang ada di dalam mobil itu mungkin karna tertinggal tadi malam. Ara mengusap tubuh Nathan dengan tisyu itu denagn lembut tapi Nathan masih merasakan gatal.


"Masih gatel" ucap Nathan.


"Bentar lagi sampe jangan gini" ketus Ara dan kembali mengusap tisyu itu ke tubuh Nathan.


"Ayo kita turun" ajak Ara dan mencoba membantu Nathan. Vino dengan segera mengambil kursi roda dan mendorong kursi roda itu ke dalam ruangan saat Nathan sudah berada di kursi itu.


"Gimana keadaan anak saya dok?" tanay Nita saat dokter yang memerikasa Nathan susah keluar.


"Tuan muda Nathan sepertinya alergi dengan kacang apa dia ada memakan hal hal yang berbau kacang?" tanya Dokter yang memeriksa Nathan karna memang rumah sakit itu milik keluarga pernandess.


Mata Ara membulat sempurna karna dia tidak tau sama sekali tentang Nathan yang alergi akan kacang. "Yasudah saya permisi" ucap Dokter itu dan langsung berlalu.


"Bunda maafin Ara...Ara gak tau kalo Nathan alergi sama kacang" ucap Ara yang merasa sangat bersalah.


"Gapapa sayang kamu kan juga gak tau" jawab Nita. Ara yang tadinya menundukkan kepalanya langsung menatap Nita.


"Maafin Ara" ucap Ara kembali.


"Udah nak ayo kita masuk" ajak Andre sedangkan Vino hanya menatap Ara yang nampak menyesal.


Mereka semuapun langsung masuk ke dalam ruangan Nathan. Terlihat Nathan yang terbaring di atas ranjang rumah skit dengan mata yang memejam. "Kenapa dia belum bangun?" tanya Ara menatap lekat suaminya itu.


"Masih pengaruh obat mungkin nak" jawab Nita. Ara mengangguk mengiyakannya.


"Bentar ya bun ayah angkat telpon dulu" ucap Andre. Nita mengiyakannya dan langsung keluar dari ruangan itu.


Setelah selesai mengangkat telpon dia kembali masuk ke dalam ruangan anaknya itu. "Vino kita harus ke kantor sekarang soalnya hari ini ada jadwal penting" ucap Andre.

__ADS_1


Nita menatap lekat menantunya itu saat mendengar ucapan Andre. Ara mengerti akan itu. "Bunda pulang aja biar Ara yang jagain Nathan" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Emang kamu gapapa nak?" tanya Nita yang kurang yakin ingin meninggalkan mereka.


__ADS_2