Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Pergilah


__ADS_3

"Kamu kemarin kenapa di depan kantor aku? kamu nyusul aku?" tanya Nathan baru ingat masalah semalam.


"Bukannya kamu udah nanya kemarin dan aku udah jawab?" tanya balik Ara. Nathan mengingat ingatnya tapi tetap saja dia tidak ingat.


"Kapan aku nanya masalah itu?" tanya Nathan lagi.


"Kemarin malam waktu di rumah sakit" jawab Ara malas karna dia mendengar apa yang di katakan Feli semalam dan Nathan belum menjelaskan apapun kepadanya.


"Jawab lagi aku gak ingat" ucap Nathan.


"Aku mau istirahat" jawab Ara dan membenarkan posisinya untuk baring. Nathan pun meminggirkan tubuhnya.


"Apa gak ada niat buat ngejelasin sesuatu?" guman Ara kesal menatap sang suami.


"Kenapa liat aku gitu?" tanya Nathan kepda sang istri.


"Siapa wanita yang kemarin malam?" tanya Ara memberanikan diri dan untuk menghilangkan rasa penasarannya.


"Wanita yang mana?" tanya balik Nathan. Ara kembali duduk dari tidurnya dan menatap lekat sang suami.


"Duduk disini" perintah Ara sambil memukul kasur di depannya. Nathan menurutinya dan mendudukkan tubuhnya tetap di depan sang istri.


"Wanita yang megang tangan kamu kemarin siapa?" tanya Ara menatap lekat kedua bola mata sang suami karna takut sang suami berbohong.


"Gak penting kamu nanyain itu" jawab Nathan dan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Apa itu pacar kamu?" tanya Ara sedih. Nathan menatap sang istri tanpa mengeluarkan satu katapun.


"Aku ngerti dia emang pacar kamu kan? yaudah sana temuin dia" ucap Ara sedih dan mendorong tubuh suaminya itu. Nathan langsung berdiri karna dorongan istrinya itu yang cukup kuat.


Ara merebahkan tubuhnya dan memalingkan wajahnya dari sang suami. Sakit,,,sesak,,,cemburu,,,sedih itulah yang di rasakan oleh Ara saat ini.


"Dia bukan pacar aku" jawab Nathan.


"Pergilah" ucap Ara tanpa menoleh ke arah suaminya itu.


"Kamu marah sama aku?" tanya Nathan.


"Siapa yang marah? apa hak aku buat marah? bukannya kita nikah cuma karna bunda?" tanya Ara menahan sesak di dadanya.


"Pergilah...temuin pacar kamu pasti dia nungguin kamu" ucap Ara dengan senyum yang lebar dan kelihatan sekali jika dia memaksakan senyuman itu.


"Udah aku bilang dia bukan pacar aku" bentak Nathan tak sengaja karna emosinya tak terkontrol saat sang istri terus terusan mengatakan bahwa Feli adalah kekasihnya.


Sedih,,,sakit,,,,hancur itulah perasaan hati Ara saat di bentak oleh Nathan karna memang wanita itu sangat rapuh jika di bentak seperti itu. Ara menundukkan kepalanya berusaha menahan tangisnya karna memang sejak mereka menikah Nathan tak pernah sekali pun membentaknya dan Nathan selalu berbicara lembut dengannya.


"Pergilah aku ingin istirahat" ucap Ara dan berbaring membelakangi sang suami. Nathan belum sadar jika tadi dia membentak sang istri dan diapun langsung keluar dari ruangan itu dengan membanting keras pintu ruangan itu. Ara terkejut mendengar bantingan pintu itu tanpa sadar air matanya mengalir di pipi cantiknya itu.


"Aku kenapa nangis waktu dia bentak aku? bukan nya udah biasa aku di bentak sama orang?" tanya Ara keada diri sendiri dan menghapus air matanya.


Nathan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen miliknya. Sesampainya di apartemen dia langsung memarkirkan mobilnya di bawah dan langsung naik lift.

__ADS_1


Saat ingin menuju ke apartemennya dia kembali bertemu dengan Feli dan dia tidak memperdulikannya dan langsung berlalu. Feli mengejarnya.


"Nat" panggil Feli sambil memegang tangan Nathan. Nathan menghempas tangan wanita itu.


"Lepaskin aku" ketus Nathan dan langsung berlalu tapi Feli tak tinggal diam dan terus menerus mengejar Nathan.


"Nat balik sama aku..aku janji bakal setia sama kamu" ucap Feli memohon dan terdengar oleh Erina yang baru saja keluar dari dalam apartemennya dan berniat ingin menuju ke rumah sakit untuk menjenguk sahabatnya itu.


"Buat apa aku balik sama wanita murahan kayak kamu ini" bentak Nathan dan menepis kasar tangan Feli dan terlepas dari tangannya.


"Aku yakin kamu pasti masih cinta sama aku bukan?" tanya Feli kembali menggenggam tangan Nathan.


Nathan terdiam dan menatap jijik terhadap Feli dan kembali menepis tangan wanita itu dan berlalu meninggalkan semua orang dan masuk ke dalam apartemen miliknya.


"Aku bakal berusaha ngedaptin mamu lagi dan gak bakal aku biarin satu orang pun memiliki kamu kecuali aku" teriak Fel yang terdengar jelas di telinga Erina.


"Sayang ayo" ajak Vino. Erina mengangguk mengiyakannya dan mengikuti sang suami.


"Vino" sapa Feli saat berpapasan dengan Vino. Vino hanya menoleh ke arahnya.


"Nathan gak punya pacarkan?" tanya Feli.


"Dia udah menikah" jawab Vino.


"Sama siapa? apa dia cinta sama istrinya itu?' tanya Feli penuh selidik.

__ADS_1


__ADS_2