Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Deny


__ADS_3

"Yaudah nathan kesana dulu bun" pamit nathan dan berlalu pergi meninggalkan nita dan yang lainnya.


Nita ingin berlalu pergi dan ingin menemui bodyguard nya dan menyuruh bodyguard nya itu menjaga ara karna dia juga khawatir dengan ara. "Bunda mau kemana?" tanya andre kepada nita.


"Bunda mau ke toilet yah" ucap bunda dan andre mengangguk mengiyakan.


Nita berlalu menuju ke depan kampus itu dan ingin melihat ara tapi ara tidak ada di sana dan nita langsung mengambil ponsel miliknya di dalam tas miliknya dan ingin menelpon bodyguard yang dulu ia suruh untuk mencari ara dan sekarang dia suruh untuk menjaga ara.


FLASH BACK ON


beberapa tahun lalu....


"Nyonya panggil saya?" tanya denny kepada nita. Denny adalah bodyguard pribadi nita dan juga orang kepercayaan nita.


"Kamu saya tugaskan untuk mencari dia" perintah nita sambil menunjukkan poto ara yang bersama dengan nathan waktu masih kecil.


"Ini poto den nathan kan nyonya?" tanya denny.


"Iya....saya mau kamu cari orang yang di sampingnya itu" perintah nita.


"Tapi nyonya susah untuk nyarinya...mungkin dia udah beda nyonya" ucap denny.


"Ini poto orang tuanya" ucap nita sambil menyodorkan poto windi dan juga teo.


"Baik nyonya akan saya usahakan" ucap denny dan berlalu pergi dan memulai pencariannya.


"Kamu di mana? apa kamu bahagia?" guman nita.


Beberapa minggu kemudian...


"Udah ada perkembangan?" tanya nita kepada denny yang membuat denny sedikit kaget akan nita yang tiba tiba datang ke tempatnya yang berada di belakang rumah milik nya.


"Belum nyonya" jawab denny.


"Kamu teruskan pencarian kamu" ucap nita dan berlalu pergi dari sana.

__ADS_1


Sudah sekitar 5tahun denny mencari keberadaan ara tapi dia tidak menemukannya sampai suatu hari dewa memperlihatkan poto ara kepada nita dan itu membuat nita menyuruh denny mencari tau tentang ara.


Nita dan ara di pertemukan kembali di saat usia ara sudah 16 tahun dan mereka bertemu di rumah sakit itupun cuma nita yang mengenal ara karna amel yang bilang kalo nomor windi ada di dalam ponsel miliknya. dan itu membuatnya sedikit heran karna sedari dulu dia mencari nomor ponsel milik windi di ponselnya tapi dia tetap tidak menemukannya.


Saat nita pulang kerumah dia segera memanggil denny.


"Kenapa nyonya?" tanya denny.


"Saya mau kamu jagain calon menantu saya" perintah nita.


"Bisa saya liat potonya nyonya?" tanya denny.


"Kamu besok ikut saya tapi menggunakan mobil kamu jangan sampai ketahuan sama nathan maupun suami saya paham?" ucap nita.


"Baik nyonya" ucap denny tegas.


"Yasudah kamu boleh pergi" ucap nita dan denny pun langsung pergi.


Keesokan harinya.....


Denny mengikuti nita dari belakang dengan jarak lumayan jauh. Dia melihat nita masuk ke ruangan 102 setelah semua orang masuk ke sana dia mendekatkan tubuhnya ke ruangan itu dan melihat nita sedang memeluk ara.


Malam harinya......


Nita baru pulang dari rumah sakit dan langsung menuju ke belakang temat denny.


"Kamu udah tau kan?" tanya nita dan denny hanya mengangguk mengiyakan.


"Mulai sekarang kamu jagain dia....di mana pun dia berada.....saya gak mau dia kenapa kenapa" ucap nita.


"Baik nyonya" jawab denny.


FLASH BACK OFF


Menghubungkan.....

__ADS_1


Drittt....Drittt.....


Suara ponsel denny berbunyi yang menandakan jika ada panggilan masuk. denny pun langsung mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celananya.


"Hallo denny" ucap nita saat deny mengangkat telponnya.


"Iya nyonya" jawab deny.


"Kamu sekarang lagi jagain ara?" tanya nita.


"Iya nyonya" jawab deny


"Kamu pastiin supaya dia baik baik saja....kabari saya nanti"perintah nita.


"Baik nyonya" ucap deny dan nita merasa sedikit lega karna ada deny yang menjaga ara dan diapun langsung mematikan telpon itu dan meletakkan kembali ponsel itu kedalam tas nya dan kembali masuk ke dalam ruangan untuk menemui suaminya.


****


Ara terlihat berdiri di dekat jalanan yang tidak terlalu jauh dari kampus sheyla. dia menangis karna hatinya begitu sakit saat mengingat perkataan orang tuanya itu. "Kenapa mami ngelahirin ara kalo mami sama papi gak bisa nerima ara" ucap ara yang langsung terduduk di tepi jalan karna memang jalanan itu sepi tidak ada siapun di sana kecuali dirinya.


"Kak dewa" ucap ara dalam keadaan menangis dan masih duduk karna memang dewa lah yang mengerti dan bisa membahagiakannya.


"Harus banget gw di lahirin di tengah keluarga yang gak bisa ngehargain gw....di tengah keluarga yang gak bisa nerima gw" teriak ara dan kembali menangis histeris.


Sekitar 10 menit ara menangis di sana dan di sana sudah mulai terlihat banyak orang dan ara memilih untuk pergi. Dia tidak tau ingin pergi kemana karna dia belum ingin pulang ke rumah. Jika ke rumah elin atau amel dia takut kedua sahabatnya itu ikut sedih. Dan jika dia mengadu kepada bi nur asti bi nur juga sedih. Dia tidak ingin membuat orang ikut akan kesedihannya dab dia lebih memilih memendam sendiri dari pada menceritakan kepada orang lain termasuk kedua sahabatnya dan bi nur.


Setelah bingung akan pergi kemana ara memutuskan untuk berkunjung ke makam dewa. Sebelum dia ke makam dewa dia mampir ke penjual bunga yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat pemakaman dewa. Setelah dia selesai membeli bunga untuk di taburkan di makam dan juga mengambil air untuk menyirami makam dewa ara langsung berangkat ke makam dewa.


Setelah sampai ara langsung berjongkok dan membacakan alfatihah untuk dewa. seteah itu dia menaburkan bunga yang sempat ia beli tadi di makam dewa. Setelah selesai menaburkan bunga ara menyiram kuburan dewa dengan air yang ia bawa itu. Setelah merasa selesai dia langsung mengutarakan apa yang ingin ia katakan kepada dewa meskipun dewa tidak memberikan respon tapi dia selalu seerti itu jika dia berada di makam dewa karna setelah dia meluapkan dan menceritakan semua yanga da di hatinya kepada dewa dia merasa lebih tenang dan lebih nyaman.


"Kak....kakak hari ini wisuda" ucap ara sambil mengelus elus batu nisan dewa.


"Tapi kenapa kakak gak dateng? kok malah ayah yang dateng?" tanya ara.


"Kakak tau gak kakak masuk dalam wisudawan dengan nilai tertinggi loh" ucap ara sambil melebarkan senyumannya di hadapan batu nisan dewa.

__ADS_1


"Coba aja kakak dateng.....kakak masih ada asti ara seneng banget hari ini" ucap ara sambil melebarkan senyumannya.


"Kakak gak ada niat gitu buat nememuin ara? bentar aja" rengek ara di hadapan batu nisan dewa dan tiba tiba air matanya terjatuh sendiri.


__ADS_2