Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kamu hawatir


__ADS_3

"Emang kamu gapapa nak?" tanya Nita yang kurang yakin ingin meninggalkan mereka.


"Ara gapapa kok bun" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Yaudah bunda pamit nanti bunda kesini lagi" ucap Nita dan mencium pucuk kepala menantunya itu. Ara hanya membalasnya dengan senyuman.


Nita Vino dan Andre pun langsung keluar dan menaiki mobil mereka untuk menuju ke kediaman mereka. "Maafin gue" ucap Ara menatap lekat wajah Nathan yang nampak merah itu.


Ara langsung mendudukkan tubuhnya di kursi ruangan itu karna memang ruangan yang di tempati oleh Nathan adalah ruangan VIP.


Jam sudah menunjuk pukul 18:53 dan itu sudah termasuk malam tapi Nathan tetap belum bangun. "Hey bangun" ucap Ara yang berdiri sambil meletakkan kedua tangannya di atas perutnya tapi Natahn tidak bangun bangun.


"Gue kok sekejam ini ya sampai sampai ngeracunin orang?" guman Ara menatap lekat Nathan karna kemang dia sanagt merasa bersalah.


"Aaaah" ucap Ara kesal dan kembali duduk di kursi sofa yang ada di dalam ruangan itu samai akhirnya diapun tertidur di sana dengan posisi duduk dan rambut yang berantakan mungkin dia tertidur karna tidak memiliki hal yang ingin ia lakukan makanya dia memilih tidur.


****


Di kediaman Adijaya Nita sudah sedari tadi menunggu pulangnya anak dan suaminya dari kantor tapi mereka belum juga pulang dan akhirnya dia tertidur di ruang tamu karna kelelahan menunggu anak dan suaminya dan hari juga sudah sangat larut.


"Bunda tidur yah" ucap Vino saat sudah masuk ke dalam rumah itu.


"Pasti bunda nungguin kita" jawab Andre.


"Yaudah yah gendong aja bunda ke kamar ajak tidur istirahat" ucap Vino. Andre mengiyakannya dan menggendong Nita dan masuk ke dalam kamar mereka begitupun dengan Vino yang masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


"Nathan sama Ara gimana yah?" guman Vino yang baru ingat jika Nathan dan Ara masih di rumah sakit.


"Ah biarin mereka kan juga udah sah mau ngapain juga gapapa" ucap Vino dan langsung masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan diri Vino langsung mangambil ponselnya karna memang dia dan Amel sudah menjalin hubungan sejak beberapa hari lalu dan tidak ada yang mengetahui itu termasuk teman teman mereka.


Menghubungkan....


Vino menelpon Erina. "Halo" ucap Erina yang sudah mengangkat telpon itu.


"Belum tidur?" tanya Vino.


"Belum...kamu sendiri?" tanya balik Erina.


"Aku baru aja pulang dari kantor dan ini baru aja selesai bersih bersih" jawab Vino.

__ADS_1


"Ooh yaudah istirahat aja" ucap Erina.


"Bentar dulu" ucap Vino yang menghentikan Erina yang ingin mematikan telpon itu.


"Kenapa?" tanya Erina.


"Kamu mau nikah sama aku?" tanya Vino. Erina sangat kaget di sebrang telpon itu dan sontak langsung mematikan ponselnya dan mengirimi pesan ke Vino.


"Besok kita sambung lagi ya... i love you" isi pesan dari Erina.


"Yaudah...i love you too..good night sayang" balas Vino. Erina hanya membacanya tanpa membalas dan setelah itu dia langsung merebahkan tubunya.


"Beneran dia mau ajakin gue nikah?" tanya Erina bingung.


"Kalo emang bener...seneng banget gue" ucap Erina dengan senyum yang mengembang dan akhirnya diapun tertidur.


Jam menunjuk pukul 05:00 di rumah sakit Nathan sudah terbangun. Dia menatap sekitarnya dan dia tidak menemukan apa apa.


Nathan langsung duduk dan berniat ingin melaksanakan kewajibannya tapi matanya terhenti saat melihat wanita yang tertidur dengan wajah tertutup oleh rambut dengan posisi duduk.


Nathan langsung melepaskan infus yang melekat di tangannya itu dan berjalan menuju ke arah Ara. "Dia nungguin gue?" guman Nathan menatap lekat wajah Ara.


"Emmmm" Ara bangun sambil menggeliat dan memajukan tangannya sampai sampai Natahn yang berada di depannya terjatuh. Ara sesegera mungkin membuka matanya dan melihat apa yang ia senggol tadi.


"Nathan" ucap Ara dengan mata yang merah mungkin karna bangun terpaksa. Ara membantu Nathan untuk bangun dari duduknya itu.


"Kenapa di depan gue?" tanya Ara datar saat Nathan sudah duduk di atas sofa.


"Mau liat siapa yang nemenin aku" jawab Nathan.


"Kenapa harus gitu banget bukannya bisa di liat dari sini?" tanya Ara.


"Wajah kamu ketutup tadi sama rambut" jawab Nathan.


"Lo udah mendingan?" tanyanAra kepada Nathan.


"Kamu hawatir?" tanya Nathan sedikit mendekatkan tubuhnya kepada Ara.


"Ya jelas lah...kan gue yang ngasih lo makan tadi pagi" ketus Ara.


"Aku gapapa" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya dan kembali mendekatkan tubuhnya kepada Ara.

__ADS_1


"Gak usah deket deket" ketus Ara dan mendorong tubuh Nathan.


"Gue laper gue mau ke kantin lo mau titip apa?" tanya Ara kepada Nathan.


"Apa aja" jawab Nathan. Ara langsung berlalu dan membelikan makanan untuknya dan juga Nathan.


Tidak lama kemudia diapun sudah masuk kembali ke dalam ruangan itu dengan membawakan dua kotak nasi untuknya dan juga Nathan. "Ini makan" ucap Ara sambil menyodorkan kotak nasi itu kepada Ara.


"Aku kan pasien jadi kalo makan harus di suapi" jawab Nathan tanpa menerima kotak nasi itu.


"Gue juga laper mau makan" jawab Ara dengan mulut penuh akan makanan karna dia sudah makan terlebih dahulu.


"Yaudah aku gak mau makan" ancam Nathan. Ara terpaksa mengiyakannya dan menyuapi Nathan menggunakan sendok yang ia pakai tadi. Mungkin karna tak sadar.


Dia menyuapi Nathan makan dan setelah itu dia menyuapi diri sendiri dengan sendok yang sama dan makanan yang sama pula.


"Nat" panggil Ara saat menyuapi Nathan.


"Hmmm" jawab Nathan dengan mulut berisi makanan.


"Gue mau pulang ke amerika" ucap Ara dan kembali menyuapi Nathan.


"Kenapa?" tanya Nathan.


"Kan gue masih ada urusan di sana" jawab Ara sambil membereskan bekas makan mereka karna tadi adalah suapan terakhir.


"Urusan apa?" tanya Nathan. Ara menatap lekat laki laki yang sudah menjadi suaminya itu.


"Perlu gue jelasin hal yang udah lo tau?" tanya Ara.


"Emangnya aku tau?" tanya Nathan yang ikut menatap lekat wajah istrinya itu.


"Huh" Ara mendengus kasar. "Kan gue masih kuliah di sana makanya gue mau pulang kesana" ketus Ara.


"Ooh" jawab Nathan sambil mengangguk mengerti dan setuju tapi Ara salah mengartikannya.


"Kalo lo gak mau gue juga bisa pergi sendiri sama Erina sama Andita" jawab Ara.


"Gak boleh kalo kamu pergi sendiri" bantah Nathan.


"Kenapa gak boleh?" tanya Ara. Nathan menatap lekat wajah istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2