Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Modus


__ADS_3

"Ara kayaknya belum makan pak makanya dia pingsan" jawab dokter alma karna memang dokter itu sudah kenal dengan mereka bertiga karna mereka bertiga sering ke ruang UKS jika malas belajar dan pura pura sakit.


Nathan menatap ke arah Erina dan juga Andita dengan tatapan penuh arti. "Tadi waktu istirahat ara emang gak makan katanya mau baca buku karna dia banyak ketinggalan pelajaran" jelas Erina yang sadar akan nathan yang menatapnya.


"Beli makan buat dia" perintah nathan. Erina dan Andita pun langsung keluar dan membeli makanan untuk ara.


"Huh" nathan mendengus panjang dan duduk di atas kursi di samping ara.


"Pak" panggil viona yang sedari tadi bingung akan sikap bosnya. Dan di dalam ruangan itu ada banyak orang.


"Kenapa?" tanya nathan datar.


"Apa perlu kita menunggunya?" tanya viona kepada nathan karna dia tidak tau ara itu siapa.


"Kalo kamu mau pulang pulung aja....saya disini" jawab nathan tapi viona tidak mau pulang.


"Hah.....hah...hah" ara terbangun dan langsung duduk di atas ranjang itu seperti orang terkejut.


"Kenapa?" tanya nathan yang kaget melihat ara yang baru sadar langsung duduk.


"Hah....hah" ara masih sedikit ngos ngosan ntah kenapa dia seperti orang yang baru sudah berlari keliling jakarta. Vino menyodorkan minum kepada nathan dan nathan memberikannya kepada ara.


Nathan membimbing ara untuk minum. "Udah tenang?" tanya nathan kepada ara karna dia melihat ara tidak terlalu ngos ngosan lagi.


"Andita sama Erina mana?" tanya ara yang melihat lihat sekeliling ruangan tapi dia tidak menemukan Erina dan juga Andita.


"Mereka beli makan buat kamu" jawab nathan datar. Ara tidak menjawab maupun merespon perkataan nathan karna dia sedikit tidak nyaman karna semua mata tertuju kepadanya dan juga nathan.


"Kenapa liatin saya semua?" tanya ara kepada guru guru dan semua orang di dalam rungan itu karna memang semuanya melihat ke arahnya. Nathan melihat ke seisi ruangan memang benar semua yang ada di ruangan itu menatapnya dan juga ara.


Nathan mengode Vino supaya Vino keluar dan mengajak semuanya juga dan Vino yang mengerti langsung mengajak semuanya keluar dan tinggallah mereka berdua di ruangan UKS itu.


"Kenapa keluar?" tanya ara yang melihat semua orang di ruangan itu keluar.


"Bukannya kamu risih di liatin sama mereka?" tanya nathan kepada ara dan ara mengangguk mengiyakan.


"Kamu kenapa gak makan?" tanya nathan kepada ara.


"Gw tadi pagi telat bangun makanya gak sarapan" jawab ara.

__ADS_1


"Tadi waktu jam istirahat kenapa gak makan?" tanya nathan lagi.


"Kan gw lama nginep di rumah sakit dan gak sekolah jadi tadi baca baca buku supaya paham" jelas ara.


"Biar pun gitu kamu harus makan" ucap nathan.


"Kan gw bentar lagi mau ujian akhir sekolah.....harus banyak belajar" jawab ara lagi.


"Kamu juga harus makan....nanti kamu sakit" bentak nathan kepada ara.


"Peduli apa lo sama gw....emang lo siapa gw hah" bentak ara yang tidak mau kalah tapi nathan tidak menjawab perkataan ara dan memilih untuk diam.


"Siapa yang bawa gw kesini?" tanya ara datar kepada nathan karna setaunya dia tadi di ruang laboratorium.


Nathan bingung ingin menjawab apa dan dia terpaksa berbohong. "Vino yang gendong kamu kesini" jawab nathan berbohong.


"Mana orangnya?" tanya ara datar.


"Di luar" ketus nathan.


Ara turun dari ranjang dan ingin menemui Vino. "Kamu mau kemana?" tanya nathan.


"Nemuin Vino lah" ketus ara dan berlalu meninggalkan nathan sendiri di ruangan itu tapi nathan mengikutinya dari belakang.


"Pak" ucap viona dan langsung berdiri ketika melihat nathan di belakang ara. Ara menatap nathan yang di belakangnya dengan tatapan datar.


"Makasih udah bantuin saya pak" ucap ara kepada Vino dengan menundukkan sedikit tubuhnya kepada Vino.


Vino sedikit bingung akan ara yang berterima kasih kepada nya dan dia menatap ke arah nathan. Nathan hanya mengangguk memberi kode kepada Vino supaya Vino tidak mengatakan yang sebenarnya.


"Sama sama" ucap Vino ragu sambil melebarkan senyumnya.


"Yaudah saya permisi pak buk" ucap ara sopan karna dia juga profesinal jika di tempatnya.


Nathan dan viona berjalan ingin pergi sedangkan ara masih memasang sepatunya. Vino masih menunggunya karna Vino ada urusan dengan ara.


Ara menyusul mengikuti nathan dan viona dari belakang karna dia sedikit takut jika sendirian melewati lorong sekolah itu.


"Hey tunggu" ucap Vino yang membuat langkah kaki ara terhenti.

__ADS_1


"Saya?" tanya ara bingung.


"Iya lo" jawab Vino seperti biasa.


"Kenapa?" tanya ara bingung akan Vino yang menghentikan langkah kakinya.


"Lo gak ada niat buat ngebalas kebaikan gw tadi?" ucap Vino dengan melebarkan senyum penuh dengan arti. Ara menatap lekat wajah Vino yang menatapnya seperti ada maunya.


"Lo mau apa?" tanya ara. Vino mendekatkan tubuhnya sedikit di samping ara.


"Lo modus ya" teriak ara yang membuat nathan dan viona menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah ara.


"Kenapa?" tanya nathan sambil menatap ke arah ara.


"Ini..." ucap ara terpotong saat Vino membekap mulut ara.


"Vino?" panggil nathan yang melihat Vino membekap mulut ara. Vino pun dengan segera melepaskan tangannya dari mulut ara.


"Gapapa kok" ucap Vino sambil menyengir menghadap ke arah nathan dan juga viona.


"Lo mau macem macem sama gw hah" bentak ara kepada Vino yang membuat nathan menatap lekat ke arah mereka berdua tapi tidak dengan viona.


"Cari perhatian banget" guman viona dengan expresi wajah jijik menatap ke arah ara.


"Siapa juga yang mau macem macem sama lo" bentak Vino yang tidak mau kalah dari ara.


"Terus tadi lo deket deket gw....bekeb bekeb mulut gw apa kalo gak macem macem hah?" ucap ara kesal kepada Vino.


"Gw cuma mau minta nomor ponsel temen lo" bisik Vino kepada ara yang membuat nathan semakin penasaran.


"Lo mau apain temen gw hah?" tanya ara dengan membesarkan matanya menghadap ke arah Vino.


Vino mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu namanya yanga da nomor ponsel di sana. "Ini kartu nama gw....nanti malam kirim nomor temen lo yang tadi sama gw" ucap Vino masih dengan berbisik kepada ara.


"Dih kok lo maksa sih" ucap ara tanpa mengambil kartu nama yang di berikan oleh Vino. Vino memasukkan kartu namanya ke dalam saku jas praktek ara dan berlalu pergi meninggalkan ara yang masih mematung.


"Eh ini punya lo ngapain ngasih sama gw" teriak ara tapi Vino tidak mengubris nya dan mengajak nathan pergi. Nathan dan viona mengikuti Vino menuju ke mobil.


"Erina sama Andita mana sih" ucap ara karna dia sedikit takut jika sendirian karna tadi dia di temani oleh nathan.

__ADS_1


Vino ingin melakukan mobilnya tapi nathan menghentikan Vino. "Tunggu" ucap nathan.


"Kenapa?" tanya Vino kepada nathan tapi nathan tidak mengubris perkataan Vino dan dia menatap ara yang sedikit ketakutan di lantai 3.


__ADS_2