
Ara masih sngat kegirangan karna uang yang ia dapat itu lumayan besar jumlahnya. Dia kembali melanjutkan perjalanannya sampai akhirnya dia sampai dirumah kakeknya yang di tempati oleh pamannya.
"Paman Ara dateng" teriak Ara di luar gerbang sambil memukul mukul gembok yanga ada di gerbang itu.
"Bentar sayang" jawab Kya baru saja keluar dan masih menggunakan celemek.
"Bibi Ara datang" teriak Ara lagi seperti orang mengagetkan saat Kya ingin membuka pintu.
"Bibi gak budek" ketus Kya. Ara hanya menanggapinya dengan sedikit terkekeh karna seperti itulah kebiasaannya jika tidak ada yang di luar jika dirinya datang berkunjung.
"Ayo masuk" ucap Kya seperti orang mengagetkan sama seperti Ara tadi. Mereka berduapun terkekeh saat perjalanan masuk ke rumah.
"Kalian kenapa masuk masuk langsung bahagia?" tanya Rizal saat dia melihat istri dan juga keponakannya itu sedang tertawa saat masuk.
"Paman kepo bi" jawab Ara seperti orang mengejek pamannya itu.
"Paman kamu emang dari dulu raja kepo" sambung Kya yang juga ikut mengejek suaminya itu.
"Kenapa gak boleh kepo sama istri sendiri? gak boleh kepo sama ponakan sendiri?" ketus Rizal karna memang seperti itulah mereka jika sudah bergurau tapi mereka masih menyayangi satu sama lain.
"Ya gak boleh ya kan bi ya" jawab Ara yang menghasut Kya. Kya hanya mengangguk mengiyakan perkataan Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Pulang kamu jangan kesini lagi" ucap Rizal seperti di film film mengusir Ara.
"Bibi" ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya dan memeluk Kya.
"Lepasin istri saya....anda kami tahan" ucap Rizal.
"Bibi tolongin keponakan mu ini" ucap Ara yang lebih mengeratkan pelukannya kepada Kya.
"Hey kau....jangan kau ganggu ganggu keponakan ku" ucap Kya yang juga ikut ikut berakting mengikuti alur cerita Ara dan juga Rizal.
"Jangan kau biarkan makanan di belakang hangus" ucap Rizal yang membuat Kya ingat jika dia tadi memasak di belakang dan ia tinggal untuk menemui keponakannya itu.
"Bentar masakan di belakang" ucap Kya dan melepaskan pelukan Ara darinya dan langsung berlalu ke dapur.
"Hahahahaha" tawa Ara dan juga Rizal pecah saat melihat Kya berlari ke belakang dan itu membuat Ara melupakan kesedihannya.
__ADS_1
"Astaga bibi untung aja paman yang ingetin nya tadi kalo gak udah gosong itu" ucap Ara dan kembali terkekeh begitupun dengan Rizal.
"Hahaha bibi kamu ya ada ada aja udah tau masih masak masih aja mau nemuin kamu padahal paman udah larang tadi takutnya makanannya gosong" jawab Rizal yang kembali terkekeh diikuti oleh Ara.
Setelah 5 menit berlalu kedua paman dan ponakan itu tertawa mereka kelelahan sendiri dan menghentikan tawa mereka masing masing. "Capek juga ketawa lama ya" ucap Rizal.
"Iya juga ya man" ucap Ara dan langsung berdiri menuju dapur untuk mengambil minuman untuk dirinya dan juga pamannya.
"Hey" panggil Kya yang sadar jika Ara menginjak dapur.
"Belum selese bi?" tanya Ara kepada Kya.
"Belum sayang bentar lagi" jawab Kya dan kembali fokus ke masakannya. Arapun kembali ke niat awal untuk mengambilkan minuman untuknya dan juga pamannya.
"Udah selese ketawa sama paman kamu?" tanya Kya kepada Ara tanpa menoleh ke arah nya.
"Udah lah makanya Ara ambilin air ini" ucap Ara dan menunjukkan air yang ia ambil kepada Kya.
"Ketawa aja bedua gak usah ajak bibi" ketus Kya kepada Ara.
"Nanti kita ketawa lagi oke bibi ku sayang" ucap Ara sambil mencium pipi Kya dan berlalu meninggalkan Kya sendirian di dapur dan menuju ke ruang tamu tadi.
"Oiya man Rafael mana?" tanya Ara karna memang dia tidak melihat Rafael sang jagoan kecilnya itu.
"Tuh tidur gara gara nungguin kamu" jawab Rizal sambil memajukan bibirnya menunjuk ke arah Rafael yang tertidur di kamar tepat di samping ruang tamu karna itu keinginannya sendiri.
"Ya allah ponakan aunty udah tidur gara gara kelamaan nungguin aunty ya sayang" ucap Ara yang sudah berada di depan Rafael. Dia mencium wajah keponakannya itu sangat lama dan juga cukup keras mungkin karna dia sudah geram.
Rafael langsung terbangun karna dia merasa ada sesuatu yang menindih pipinya. "eeemmm" ucap Rafael sambil memukul pelan wajah Ara.
"Auuu" rengek Ara yang tidak kesakitan.
"Onty" ucap Rafael dengan mata yang sudah terbuka akibat mendengar suara tantenya itu.
"Keganggu sama aunty?" tanya Ara kepada Rafael.
"Iya" jawab Rafael jujur.
__ADS_1
"Yaudah tidur lagi aja" ucap Ara. Rafael menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Ara.
"Ael rindu sama Onty" ucap Rafael dan langsung merangkul leher Ara yang sejajar dengan tubuhnya itu karna Ara berjongkok.
"Kan kemaren kita ketemu sayang" ucap Ara dan membalas pelukan dari Rafael.
"Ael mau tidur sama Onty nanti malam" ucap Rafael tanpa melepaskan tangannya dari leher Ara tapi kepalanya mendongak ke Ara.
"Iya nanti Ael tidur sama Onty....biar dady sama momy kamu bisa bikin dedek lagi buat kamu" ucap Ara yang terdengar oleh Rizal.
"Kamu ngomong apa sama ponakan kamu hah?" tanya Rizal dengan membulatkan matanya menghadap ke arah Ara.
"Ael emang mau adik dady" jawab Rafael.
"Tuh denger paman" ucap Ara sambil terkekeh. Rizal memukul pelan sekali punggung Ara karna menurutnya Ara sudah mengajarkan yang tidak tidak kepada keponakannya itu.
"Makanan udah siap" teriak Kya yang terdengar oleh ketiga orang itu.
"Ayo kita makan" ucap Ara dan langsung menggendong Rafael di dalam pelukannya. Rafael tidak menolak malah dia sangat kegirangan saat di peluk oleh Ara.
Rizal hanya mengikuti dari belakang dengan senyum yang mengembang bahagia karna melihat Ara dan juga Rafael sangat nampak bahagia.
Mereka berdua sudah sampai di dapur dan langsung duduk di kursi masing masing. Kya memasukkan makanan ke dalam piring untuk Ketiga orang yang sangat ia cintai itu. Setelah selesai memasukkan makanan kedalam piring dan memberikannya kepada ketiga orang itu masing masing satu piring dia langsung mendudukkan tubuhnya di samping Rafael dan lebih tepatnya di depan Rizal.
Ara sangat berselera makan karna Kya memasakkan makanan kesukaannya yakni martabak telor dan juga ayam bumbu asin manis. Mereka menyantap makanan masing masing dengan lahap.
"Makanan bibi enak banget" ucap Ara sambil memejamkan matanya dan menghentakkan kedua kakinya.
"Iya makanan momy enak banget" ucap Rafael dengan meniru gaya Ara.
"Hahaha" semua orang yang ada di dapur pun terkekeh melihat tingkah Rafael yang meniru Ara dan itu sangat menggemaskan.
Setelah selesai makan Rafael dan Rizal pergi ke ruang keluarga sedangkan Ara dan juga Kya membersihkan bekas makan mereka tadi.
Setelah selesai membersihkan piring piring kotor dan yang lain Ara dan juga Kya menyusul Rizal dan juga Rafael yang ada di ruang keluarga.
__ADS_1
Terlihat Rafael yang sudah terlelap di samping Rizal sedangkan rizal hanya menepuk pelan bokong Rafael. Ara dan Kya langsung mendudukkan tubuhnya di sofa di depan Rizal.