
"Kan tadi papi udah bilang....dia bakal pulang kalo kehabisan uang" ucap teo sambil melirik ke arah ara dan juga shyela. aldi yang mendengar perkataan teo sedikit terkejut dan iba kepada ara dan dia juga sedikit tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh teo.
"Papi" ucap windi sedikit kesal.
"Papi tenang aja.....ara pulang cuma mau ngambil baju punya ara" ucap ara dan berlalu pergi meninggalkan semua orang di ruang tamu itu untuk menuju ke kamarnya. Bi nur yang melihat ara menuju ke kamarnya langsung mengikuti ara begitupun dengan sheyla.
Di kamar ara
Terlihat ara sedang mengemasi barang barang miliknya dan memasukkan semua barang barangnya itu kedalam koper. "Non mau kemana?" tanya bi nur yang baru sampai di kamar ara.
"Ara mau hidup mandiri bi" jawab ara.
"Ara" panggil sheyla. tapi tidak membuat ara menoleh ke arahnya.
"Lo denger gw gak" bentak sheyla.
"Kenapa?" tanya ara tapi pandangannya tidak berubah dan dia masih mengemasi barang barang miliknya.
"Lo mau kemana?" tanya sheyla.
"Gw mau hidup mandiri....gw capek di bilang gitu sama papi sama mami" jawab ara yang baru selesai mengemasi barang barang miliknya. dan dia juga tidak lupa membawa alat belajarnya.
"Trus gw sama siapa kalo lo gak di sini lagi?" tanya ara.
"Kan ada mami sama papi yang sayang sama lo.....lo gak usah mikirin gw" ucap ara dan berlalu pergi meninggalkan bi nur dan juga shyela yang hanya menatap kepergian ara. Sudah beberapa tangga yang di turuni oleh ara sheyla pun langsung menyusulnya.
"Jangan tinggalin gw" rengek sheyla dengan menahan koper milik ara. Sedangkan kedua orang tua ara dan juga aldi fikri hanya menatap ke arah tangga melihat kakak adik itu.
"Udah lepasin lo gak usah kek bocah deh lo kan bentar lagi mau nikah sama bang fikri" ucap ara sambil menarik koper miliknya dan membawanya kebawah tapi sheyla tetap tidak melepaskan koper itu dan tarikan ara juga tidak membuatnya terjatuh.
Setelah sampai di bawah di dekat fikri dan yang lainnya ara berhenti sebentar dan mengambil dompetnya dan meletakkan koper miliknya itu. Dia menjepit dompetnya itu di lengan tangan kanannya dan mengambil kartu kredit yang pernah di berikan oleh orang tuanya itu kepada nya dulu dia meletakkan kartu itu di atas meja di ruang tamu itu.
"Makasih mami sama papi udah ngasih ara uang....ini kartu kredit yang papi kasih sama ara....ara bisa hidup tanpa uang papi" ucap ara datar dan berlalu meninggalkan semua orang di ruangan itu.
__ADS_1
"Ara" panggil sheyla yang membuat langkah kaki ara terhenti tapi ara tidak menoleh ke arahnya. Sheyla langsung memeluk tubuh ara karna memang dia tidak mau berpisah dengan adiknya itu. arapun menoleh ke arah sheyla dan membalas pelukan sheyla.
"Lo jangan ngecewain mami sama papi karna mereka cuma sayang sama lo" ucap ara dengan menahan tangisnya.
"Mereka juga sayang sama lo" ucap sheyla dengan terisak.
"Udah gak usah nangis....bentar lagi mau nikah" ucap ara sambil melepaskan pelukan sheyla dan menghapus air mata sheyla yang membasahi pipi sheyla.
"Bang jagain dia" ucap ara kepada fikri tanpa menyadari jika aldi juga ada di sana dan fikri hanya mengangguk mengiyakan.
"Gw pergi dulu.....lo sering sering aja ke sekolah gw.....dan lo jangan ngebentak mami sama papi lagi kayak tadi.....biar gw aja yang ngebentak mereka lo gak usah" ucap ara dan meninggalkan rumah itu.
Sesampainya di luar rumah ara di kagetkan oleh mang mamat. "Non mau kemana?" tanya mang mamat yang melihat ara membawa kopet dan juga tas.
"Ara mau belajar mandiri mang.....nanti jagain sheyla sama orang tua ara ya mang" ucap ara dan berlalu pergi tanpa pamit kepada mang mamat.
Sesampainya di luar pagar ara bingung ingin kemana karna dia tidak mungkin pergi kerumah elin ataupun amel. dan dia berjalan keluar dari gang rumah nya tanpa tau tujuan nya kemana. "Gw mau keman?" tanya ara menghentikan langkah kakinya didekat pos ronda yang ada di dekat gang rumahnya itu.
Dia mendudukkan tubuhnya di pos itu dan meletakkan koper miliknya di samping. deny yang melihat ara duduk dk pos itu langsung mengambil poto ara lagi dan mengirimkannya kepada nita.
"Ngapain dia nongkrong di pos ronda" guman nita bingung.
"Non ara membawa koper nyonya seperti orang ingin pindahan" isi pesan dari deny.
"Ikuti dia trus jangan sampai dia kenapa napa" isi pesan dari nita.
"Baik nyonya" balas deny.
Nita langsung meletakkan ponsel miliknya ke atas meja "Dia mau kemana?" tanyanya kepada diri sendiri.
*"*"
"Huh" ara mendengus sambil menggoyang goyangkan kakinya.
__ADS_1
"Gw mau kemana?" tanya ara kepada diri sendiri karna dia bingung ingin kemana.
"Neng" panggil bang midun. midun adalah penjaga pos ronda komplek melati dan ara juga kenal dengan bang midun karna dia sering main dengan anak bang midun yang masih kecil.
"Eh bang midun" panggil ara.
"Neng ngapain disini?" tanya midun.
"Gak boleh ya ara di sini...yaudah ara pamit" ucap ara dan ingin berdiri pergi.
"Bukan gitu neng....kan ini hampir malam kenapa neng gak pulang ke rumah aja?" tanya midun lagi.
"Ara mau belajar hidup mandiri mang.....ara gak mau bergantung hidup ke orang tua trus" ucap ara.
"Trus neng mau kemana?" tanya midun dan ara mengangkat kedua bahunya karna dia juga tidak tau ingin kemana.
"Mau tinggal di rumah bang midun?" tanya midun.
"Gak usah bang nanti ngerepotin.....ara mau cari tempat lain aja" ucap ara dan langsung berdiri.
"Yaudah neng ati ati" ucap bang midun dan ara langsung meninggalkan pos ronda itu dan dia juga telah meninggalkan komplek rumahnya itu.
*****
Di rumah ara terlihat sheyla sedang menangis karna di tinggal oleh ara. "Sayang kamu jangan nangis.....ara bisa jaga diri kok" ucap windi yang mencoba menenangkan anaknya itu.
"Gimana sheyla mau tenang......emang ara mau tinggal dimana? dia gak punya keluarga selain kita" bentak sheyla.
"Sayang jangan ngomong gitu sama mami......paling ara nginep di rumah temannya kamu jangan kayak gini" ucap fikri yang mencoba menenangkan sheyla. fikri dan aldi belum pulang ke rumah mereka karna fikri tidak mau meninggalkan sheyla dalam ke adaan seerti ini.
"Aku gak tenang kalo aku gak tau ara tinggal dimana" ucap sheyla yang masih menangis.
"Kamu gak mikirin dia.....kita liat aja sampai kapan dia bisa hidup di jalanan seperti itu" ucap teo datar.
__ADS_1
"Papi kenapa kayak nya benci banget sama ara.....emang ara salah apa sama papi? ara itu juga anak papi tapi kenapa papi ngomong gitu tentang ara" bentak sheyla lagi dan fikri berusaha membujuk kekasihnya itu supaya tidak memarahi orang tuanya.