Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Untuk pertama kali


__ADS_3

"Maap kan saya.......tadi saya buru buru" ucap orang itu lagi. ara yang sedikit kesal langsung mengangkat kepalanya dan melihat orang yang menabraknya itu. tapi dia tidak mengeluarkan kata kata apapun untuk menjawab perkataan orang itu.


"Kamu gapapa?" tanya orang tersebut karna dia tidak mendapatkan jawaban dari ara.


"Kenalin saya aldi" ucap orang yang menabrak ara tadi sambil menyodorkan tanganya untuk bersalaman. aldi iya namanya adalah aldi dia seorang dokter termuda di rumah sakit itu karna usianya baru 26thn dan dia juga dokter tertampan di rumah sakit itu dia juga belum menikah. jangankan menikah kekasih saja dia tidak punya. semua dokter wanita maupun suster wanita yang belum menikah dan masih lajang pun menyukai dokter aldi. ara hanya melihat tangan aldi dan melihat wajahnya.


"Ara" ucap ara tanpa menyodorkan tangannya aldi yang melihat ara tidak menyodorkan tanganya langsung menurunkan tangannya.


"Maap kan saya sekali lagi" ucap aldi.


"Gapapa" ucap ara datar dan langsung meninggalkan aldi yang masih menatapnya.


"Untuk pertama kali gw ketemu cewe yang acuh sama gw" ucap aldi sambil melebarkan senyumannya pandangannya mengikuti jalan ara.


"Dok" panggil suster yang bersamanya dan menyadari nya akan tujuannya tadi. Aldi langsung menuju ke salah satu ruangan untuk menangani pasien.


Ara sekarang sudah sampai di kantin rumah sakit itu dan melihat lihat makanan yang ada di balik kaca.


"Mau makan apa nona?" tanya pemilik kantin yang melihat ara berdiri di dekat pemesanan.


"Saya mau ini....ini....ini" ucap ara sambil menunjuk ke ayam sayuran dan juga perkedel. pelayan tersebut langsung mengangguk mengiyakan perkataan ara.


"Bisa di antar ke ruangan saya bu?" tanya ara karna dia tidak bisa membawa makanan tersebut ke ruangan.


"Baik nona.....kamar nona nomor berapa?" tanya pemilik kantin tersebut kepada ara.


"102" ucap ara.


"Baik" ucap pemilik kantin itu.


"Saya tunggu ya bu" ucap ara dan berlalu pergi meninggalkan kantin itu.


Di perjalanan ara hanya fokus untuk menuju ruangannya tanpa memperdulikan orang orang yang berlalu lalang. Saat hampir sampai di ruangannya ara berpapasan dengan dokter aldi orang yang menabraknya tadi. ara tidak memperdulikan siapa yang lewat dekatnya tapi dokter aldi sadar jika dia berpapasan dengan ara. dokter aldi baru saja selesai memeriksa pasien dan hendak kembali ke ruangannya. "Itu bukannya ara?" guman dokter aldi. dia langsung menoleh ke arah ara dan menghampirinya.


"Hey" panggil dokter aldi. Ara yang hendak masuk dan baru saja memegang ganggang pintupun mengurungkan niatnya saat ia mendengar suara dokter aldi pun langsung menoleh ke arahnya. dia menatap dokter aldi dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Dia dokter" guman ara dalam hati karna tadi dia tidak memperhatikan aldi dan tadi aldi juga tidak memakai jas dokternya.


"Kenapa dok?" tanya ara kepada aldi dengan tatapan datar.

__ADS_1


"Ini ruangan kamu?" tanya aldi kepada ara. ara langsung mengangguk mengiyakan.


"Kamu kenapa keluar? bukannya istirahat? ini kan masih jam setengah lima" ucap dokter aldi sambil melihat jam nya.


"Saya laper dok.....makanya saya keluar cari makan" ucap ara sambil tersenyum.


"Mana makanannya?" tanya aldi karna dia tidak melihat makanan apapun yang di bawa ara.


"Nanti di anterin sama pelayan kantin" ucap ara.


"Ohh" jawab aldi sambil menganggukkan kepalanya.


"Dokter ngapain kesini?" tanya ara kepada aldi. belum sempat aldi menjawab seorang pelayan datang dengan membawa makanan yang di pesankan oleh ara.


"Kamar 102?" tanya pelayan tersebut.


"Ohh saya....berapa?" ucap ara.


"50rb mbak" ucap pelayan tersebut. ara memeriksa kantongnya dan dia tidak menemukan uang. aldi hanya melihat ara yang sedang mencari cari sesuatu.


"Gw gak ada duit lagi" ucap ara dengan nada kecil. dan tidak ada yang mendengarkannya tapi aldi yang jarak nya tidak terlalu jauh dari ara mendengarkan apa yang di katakan oleh ara.


Aldi yang masih berada di luar melihat pelayan itu menunggu langsung membayar makanan ara. "Ini" ucap aldi sambil menyodorkan uang yang ia ambil di dalam dompetnya itu.


"Terima kasih dok" ucap pelayan tersebut dan memberikan makanan yang dia bawa kepada aldi. aldi pun segera masuk ke ruangan ara dan hendak memberikan makanan tersebut kepada ara.


Di dalam ruangan terlihat ara sedang mencari uang tapi dia tetap tidak mendapatkan uang. "Gak ada lagi" ucap ara sedikit kesal. Dia menatap ke arah nathan sambil tersenyum. Ara menghampiri nathan yang terlihat tidur sangat nyenyak dia ingin meminjam uang nathan untuk membayar makanannya.


"Nat" panggil ara dengan menyenggol kaki nathan menggunakan lututnya.


"Hmmm" ucap nathan dengan mata yang masih tertutup.


"Pinjamin gw duit dong" ucap ara sambil melebarkan senyumannya tapi nathan tidak mengubris perkataannya. ara sedikit kesal langsung membentak nathan dan kembali menyenggol kasar kaki nathan.


"Nathan" bentak ara yang membuat nathan terbangun.


"Kenapa?" tanya nathan dengan mata yang masih menyipit.


"Pinjamin gw duit 50rb buat bayar makanan gw" ucap ara sambil menadahkan tangannya.

__ADS_1


"huh" nathan mendengus kasar dan segera mengambil dompetnya.


"Berapa?" tanya nathan. ara hanya mengangkat tanganya yang menandakan 50rb.


"Nih" ucap nathan sambil menyodorkan uang 100rb kepada ara dan dia kembali meletakkan dompetnya ke dalam saku celananya. ara segera memgambil uang yang di berikan nathan itu. Di saat ara membalikkan tubuhnya dan hendak keluar dia di kejutkan oleh aldi yang membawa makanan yang dia pesan.


"Dokter" panggil ara. nathan yang hendak kembali tidurpun mengurungkan niatnya dan melihat ke arah pintu.


"Ini makanan kamu" ucap aldi sambil menyodorkan makanan yang di pesan oleh ara kepada sang pemilik. bukannya mengambil ara malah melihat makanan itu. aldi yang mengerti jika ara tidak bisa mengambil makanan itupun langsung meletakkan makanan itu ke atas meja kecil yang ada di ruangan tersebut dan letaknya di dekat nathan. aldi menatap bingung ke arah nathan begitupun dengan nathan.


"Pelayang tadi di mana dok?" tanya ara yang membuat tatapan aldi dan juga nathan terhenti.


"Udah balik ke kantin lagi" jawab aldi.


"Trus uangnya?" tanya ara dengan menunjukkan uang yang di tanganya kepada aldi.


"Udah saya bayar" jawab aldi sambil melebarkan senyumannya.


"Kenapa dokter yang bayar?" tanya ara.


"Pelayannya tadi mau cepet makanya saya bayar" jelas aldi.


"Ini dok uang dokter" ucap ara sambil menyodorkan uang yang di tanganya.


"Gausah" tolak aldi dengan senyumannya.


"Kenapa?" tanya nathan tiba tiba yang membuat ara dan juga aldi menoleh ka arahnya. tapi aldi tidak menjawab pertanyaanya. Ara kembali menoleh ke arah aldi dengan tatapan bingung.


"Ini dok" ucap ara sambil mengulurkan uang nya lagi kepada aldi.


"Udah gak usah" tolak aldi lagi. nathan sedikit kesal karna aldi tidak menjawab pertanyaannya.


"Saya jadi gak enak sama dokter" ucap ara.


"Udah gakpapa saya iklas kok" ucap aldi dengan senyum masih mengembang.


"Beneran nih dok?" tanya ara dan aldi hanya mengangguk mengiyakan.


"Makasih" ucap ara sambil melebarkan senyumannya ke arah aldi.

__ADS_1


__ADS_2