Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
TPU


__ADS_3

Setelah keluar dari gerbang sekolah itu Ara bingung harus kemana. "Pulang ganti baju apa langsung ke makam?" tanya Ara kepada diri sendiri karna memang dia bingung ingin kemana.


"Kemakam dulu aja deh" ucap Ara langsung berjalan menuju ke makam.


Erina dan Andita baru saja keluar dari ruangan karna mereka baru selesai ujian. Mereka langsung ke kelas Ara untuk menemui Ara. "Ara mana?" tanya Erina kepada Andita karna dia tidak melihat ada Ara di dalam kelas itu.


"Iya mana dia" sambung Andita.


"Ngapain kalian?" tanya Viona datar.


"Cari Ara bu" jawab Andita santai.


"Dia udah selesai tadi udah keluar" jawab Viona datar.


"Tumben dia kalo udah selesai ngapa ngapain gak nemuin kita" ucap Erina karna memang setelah apa apa jika masih bersama dengan mereka Ara pasti menghampiri mereka berdua.


"Yaudah ayo kita cari dia" aja Andita kepada Erina sambil menarik tangan Erina dan tanpa permisi kepada Viona.


Ara baru saja sampai di TPU yang dimana Dewa dan kedua orangnya di makamkan. Ara langsung masuk ke dalam TPU itu dan saat masuk ia berpapasan dengan pak Sunarto penjaga pemakaman itu.


"Pak" panggil Ara karna memang semenjak kepergian Dewa dia selalu ke sana dan menyuruh pak Sunarto untuk membersihkan makam kekasihnya itu.


"Eh neng" sapa balik pak Sunarto.


"Pak ini Ara ada sedikit rejeki buat bapak" ucap Ara sambil menyodorkan uang 100rb beberapa lembar kepada pak Sunarto padahal pak Sunarto sudah di bayar tiap bulan olehnya untuk menjaga makam dewa.


"Gak usah neng...gaji yang neng kasih aja udah lebih dari cukup" tolak pak Sunarto.


"Gapapa ini rejeki buat bapak gak boleh di tolak" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya dan meletakkan uang itu ke dalam genggaman pak Sunarto.


"Makasih ya neng" ucap pak Sunarto dengan menerima pemberian dari Ara. Ara hanya membalas dengan senyuman dan setelah itu dia berpamitan untuk pergi ke makam Dewa dan pak Sunarto mengizinkannya.


Ara sudah sampai di dekat makam Dewa. "Ara dateng" ucap Ara yang sudah berjongkok di dekat makam kekasihnya itu.

__ADS_1


Dia membacakan do'a untuk kekasihnya itu dan setelah itu dia mencari cari makam kedua orang tuanya karna kata Teo makam kedua orang tuanya berada di dekat makam Dewa.


"Zidan wijaya" tulisan di batu nisan yang berada tepat di samping makam Dewa.


"Rianti wijaya" tulisan di batu nisan yang berada tepat di samping makam Zidan.


Ara yang ingat sekali jika Teo bilang bahwa Zidan dan Rianti lah orang tua kandung Ara. Ara menghampiri kedua makam yang nampak sangat kotor itu mungkin tidak ada yang merawat makam itu.


Ara tidak bisa lagi menahan air matanya. dia menumpahkan air matanya saat dia melihat batu nisan kedua orang tuanya itu. Dia menangis sambil menghadiahkan do'a kepada kedua orang tuanya itu sungguh hancur sekali hatinya saat melihat tanggal meninggalnya kedua orang tuanya itu.


"Hiksss hikssss mama sama papa kenapa tinggalin Ara?" ucap Ara sambil menangis sesegukan.


"Ara sekarang udah besar mama sama papa gak mau liat Ara tumbuh besar? sebenci itu kalian sama Ara" ucap Ara lagi dengan air mata tanpa henti mengalir. Dia memeluk makam yang penuh dengan debu itu sambil menangis dan itu membuat baju yang ia kenakan kotor.


Orang tua Ara meninggal akibat kecelakaan 15 tahun yang lalu dan saat itu Ara sedang bermain dengan Sheyla karna Ara tidak mau berpisah dengan Sheyla begitupun Sheyla yang tidak mau berpisah dengan Ara.


Sudah satu jam Ara menangis tanpa henti sampai akhirnya dia menghentikan tangisannya dan mencari cari sapu dan lap untuk membersihkan makam kedua orang tuanya yang ia tak ingat lagi wajahnya.


"Buat apa neng? biar bapak aja yang bersihin makam mas Dewa" ucap pak Sunarto.


"Ara mau bersihin makam orang tua Ara pak" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Orang tua neng udah meninggal neng? innalillahi" ucap pak Sunarto yang baru mengetahui itu. Ara hanya tersenyum paksa.


"Yaudah biar bapak yang bantuin neng bersihinnya ya" ucap pak Sunarto.


"Gak usah pak biar Ara aja" jawab Ara.


"Gapapa neng ayo" ajak pak Sunarto.


"Jangan pak biar Ara aja" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Yaudah biar bapak temenin" ucap pak Sunarto. Ara tidak bisa menolak karna memang dia sedikit ketakutan jika sendirian.

__ADS_1


"Yang mana makam orang tuanya eneng?" tanya pak Sunarto kepada Ara.


"Yang ini" ucap Ara yang sudah berdiri di antara makam kedua orang tuanya.


"Bersebelahan sama makam mas Dewa neng" ucap pak Sunarto. Ara hanya mengangguk mengiyakan dan setelah itu dia memulai membersihkan makam kedua orang tuanya itu.


Satu jam sudah Ara membersihkan makam kedua orang tuanya itu dan akhirnya selesai juga dan Ara di bantu oleh pak Sunarto karna Ara juga nampak lelah dan matanya nampak sembab mungkin akibat menangis tadi di makam kedua orang tuanya.


"Selesai juga" ucap Ara menatap makam kedua orang tuanya ambil melebarkan senyumannya.


"Bapak kok gak pernah liat neng sebelumnya sebelum mas Dewa meninggal?" tanya pak Sunarto.


"Ara juga baru tau kalo orang tua Ara udah gak ada dan di makamkan disini" jawab Ara kembali meneteskan air mata.


"Maafin bapak udah bikin neng sedih" ucap pak Sunarto sambil mengelus ngelus punggung Ara.


"Bersihin tiap hari ya pak makam mama sama papa Ara...nanti Ara bakal tambah uangnya" ucap Ara sambil menoleh ke arah pak Sunarto.


"Kalo bapak tau ini makam orang tuanya neng udah baak bersihin dari dulu gak perlu di bayar juga Gakpapa neng udah banyak bantuin keluarga bapak" jelas pak Sunarto yang ikut menangis karna mengingat ingat Ara yang sering membantunya semenjak mereka saling mengenal.


"Bapak gak usah sedih lagi" ucap Ara sambil mengelus punggul pak Sunarto.


"Yaudah neng pulang aja ini udah sore baju neng juga udah kotor semua" ucap pak Sunarto karna memang baju Ara sangatlah kotor.


"Yaudah pak Ara pulang" ucap Ara sambil mencium punggung tangan pak Sunarto karna seperti itulah Ara jika berpamitan dengan yang lebih tua asti bersalaman dan dia juga tidak memilih.


"Hati hati neng" ucap pak Sunarto saat Ara sudah mulai melangkah.


****


"Berenti" ucap Nathan saat mobil yang di kendarai oleh Vino ingin masuk ke dalam komplek perumahan nya. Nathan Vino dan juga Viona sudah pulang dari SMK mereka pulang ke rumah masing masing dan Viona naik taxi karna memang keluarga Viona tergolong dalam kata tidak mampu makanya dia tidak mempunyai mobil pribadi.


"Kenapa?" tanya Vino kepada Nathan karna tidak biasanya saudaranya itu meminta turun di luar komplek.

__ADS_1


__ADS_2