Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mana aunty?


__ADS_3

Keesokan paginya


Ara terlebih dahulu bangun dari tidurnya dan sedikit heran akan tempat yang ia tidur itu karna seingatnya dia sedang tertidur di dalam mobil dan kenapa sekarang di dalam kamar apartemen milik sang suami? mungkin itu yang di pikirnya sekarang.


Ara menatap ke arah depan dan langsung menatap sang suami yang tengah terlelap. "Kamu yang bawa aku ke apartemen?" guman Ara menatap lekat sang suami yang tengah tertidur.


Ara baru ingat jika dia belum membersihkan tubuh dan wktu hampir menunjuk waktu subuh. Akhirnya diapun beranjak dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi Ara masih melihat sang suami terlelap di atas ranjang. Ara terlebih dahulu mengganti pakaiannya karna dia takut sang suami menerkamnya. Setelah selesai mengganti pakaian dengan pakaian santai Ara duduk di samping sang suami.


"Hey bangun" ketus Ara memukul pipi sang suami. Nathan langsung bangun dari tidurnya karna merasa wajahnya sedikit sakit.


"Ada apa?" tanya Nathan dengan mata yang belum terbuka sempurna.


"Ayo sholat" ajak Ara sambil menarik tangan sang suami. Nathan langsung bangun dari tidurnya dan mengikuti kemana sang istri membawanya.

__ADS_1


"Wudhu sana" ketus Ara sambil mendorong tubuh sang suami. Dengan malas Nathan mencuci wajahnya dan mengambil wudhu.


Setelah selesai Nathan langsung keluar dan masuk ke dalam ruang ganti karna di situlah mereka melaksanakan sholat. di ruang ganti sudah terlihat sang istri yang mengenakan mukena dan duduk di kursi meja rias karna menunggunya.


"Cepetan" teriak Ara saat melihat sang suami hanya menatapnya. Nathan langsung mengganti pakaiannya dan mengenakan pakaian sholat nya.


Ara sudah bersiap untuk melaksanakan sholat begitupun dengan Nathan. Nathan menatap ke belakang menatap sang istri. "Kenapa?" tanya Ara menatap sang suami yang menatapnya.


Nathan tidak menjawab dan berjalan ke arah sang istri. "Hey kamu jangan macam macam Nathan" ketus Ara. Nathan tidak menjawab dan semakin mendekat dan Ara semakin takut.


"Huh" Ara bernafas lega karna sang suami tidak ingin macam macam dengannya. Nathan langsung memulai sholat nya dengan dia menjadi imam dan sang istri menjadi makmum.


*****


"Sayang" panggil Rizal saat melihat Kya yang sedang membereskan pakaian karna mereka ingin berangkat ke amerika hari ini. Mereka sebenarnya kemarin ingin ke amerika tapi Rizal memiliki urusan dan hari ini mereka berangkat ke amerika.

__ADS_1


"Hmmm" jawab Kya santai.


"Apa kita gak ngabarin Ara dulu?" tanya Rizal.


"Kita mau buat suprise buat dia kak" jawab Kya.


"Onty" teriak Rafael. Kya dan Rizal langsung keluar dari kamar dan menuju ke dekat sang anak yang ada di ruang depan.


"Mana aunty?" tanya Kya kegirangan.


"Ini" ucap Rafael sambil memperlihatkan wajah Ara dan Nathan yang ada di balik layar ponsel. Ara menghubungi Rafael karna dia merindukan keponakannya itu dan Rafael tadi juga mengatakan kepada Ara bahwa mereka akan ke amerika untuk menjenguk Ara.


"Paman....bibi" sapa Ara sambil melambaikan tangannya di balik ponsel itu sedangkan Nathan dia hanya tersenyum di balik ponsel itu.


"Ponakan bibi" sapa balik Kya dan mengambil lembut ponsel itu dari tangan anaknya. Kya langsung meneteskan air matanya dan itu membuat Nathan dan Ara yang melihatnya heran.

__ADS_1


"Bibi nangis kenapa?" tanya Ara sangat heran akan tangisan bibinya itu padahal Ara tidak sedih malahan dia sangat senang begitupun dengan Nathan.


__ADS_2