Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Uncle


__ADS_3

"Paman mah baperan" ucap ara kepada rizal dan kembali terkekeh. Nathan menatap ara yang sangat terlihat cantik apa bila sedang tertawa ataupun tersenyum. Nathan menatap kagum akan ara karna dia bisa menyembunyikan banyak luka sendiri.


"Uncle" ucap rafael kepada nathan karna memang nathan berdiri di samping ara.


"Kamu kenapa panggil dia uncle sayang?" tanya ara bingung karna setaunya panggilan uncle tertuju kepada dewa.


"Dia unclenya ael" ucap rafael dan ingin memeluk nathan tapi ara melarangnya.


"Jangan" ucap ara dan kembali mengeratkan pelukannya di tubuh rafael.


"Ael mau sama uncle ini" ucap rafael sambil cemberut dan menunjuk ke arah nathan.


"Sini uncle gendong" ucap nathan sambil mengambil rafael di pelukan ara dan ara terpaksa memberikannya. Rafael sangat bahagia di gendong oleh nathan dan itu membuat rizal dan juga kya bingung karna memang dia belum mengenal nathan.


"Riizal?" panggil seseorang ketika melihat rizal.


"Pak david?" sapa rizal lagi karna memang rizal dan juga david rekan bisnis.


"Paman kenal sama ayah?" tanya ara bingung karna memang dia tidak mengetahui itu.


"Kamu kenal sama pak david sayang?" tanya balik rizal kepada ara.


"Dia ayahnya kak dewa" jawab ara masih bingung.


"Jadi pak david ayahnya dewa?" tanya rizal kepada david.


"Iya saya ayahnya dewa" jawab david.


"Jadi laki laki yang selalu ngewakilin bapak waktu itu anak bapak?" tanya rizal yang masih belum percaya karna memang dewa juga selalu membantu orang tuanya untuk mengurus bisnis.


"Iya pak" jawab david akan pertanyaan rizal.


"Pantesan kayak gak asing bagi saya waktu ketemu sama dia" ucap rizal yang tak percaya.


"Kita duduk di sana aja ayo sayang" ajak ara kepada rafael karna dia tidak ingin kesedihannya bertambah dan di ketahui oleh orang lain.


"Ael mau di gendong sama uncle" bantah rafael dengan mengeratkan pelukannya kepada nathan.


"Gak kangen sama aunty? kita makan bareng ayo" ajak ara lagi kepada rafael dan itu membuat kya mengerti akan perasaan ara yang sedih jika mendengar nama dewa.

__ADS_1


"Iya ael kangen sama aunty tapi ajak uncle" ucap rafael kepada ara.


"Iya....ayo" jawab ara dan mengajak rafael ke salah satu meja untuk makan. Rafael menolak ajakan ara.


"Kenapa lagi sayang?" tanya ara lembut kepada rafael yang semakin mengeratkan pelukannya kepada nathan.


"Ael mau di gendong sama uncle" jawab rafael.


"Huh" ara mendengus kasar sambil menatap ke arah nathan dengan tatapan menyuruh nathan ke meja yang tidak jauh dari mereka tapi nathan tidak tau akan hal itu.


"Ayo" bentak ara kepada nathan yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.


"Ngajakin aku?" tanya nathan pura pura bodoh.


"Kalo gak lo siapa nathan" ucap ara kesal tapi dengan nada bicara rendah. Nathan tidak menjawab perkataan ara dan dia hanya mengikuti ara dari belakang menuju ke meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi sambil menggendong rafael.


"Ayo sini duduk di deket aunty" ucap ara kepada rafael sambil menggeser kursi itu sedikit ke belakang.


Nathan meletakkan rafael di samping ara dan rafael tidak menolak itu. Nathan ingin berlalu meninggalkan kedua orang itu tapi rafael tidak mengizinkannya dan mencegahnya dan nathan terpaksa bergabung dengan mereka berdua. Nathan duduk di samping rafael karna itu permintaan rafael kepadanya dan nathan tidak bisa menolak.


"Kamu mau makan apa? biar aunty yang ambil" ucap ara kepada rafael.


"Lo mau makan apa? biar gw yang ambil" ucap ara kepada nathan dengan wajah datar karna dia belum pernah mengambilkan makanan untuk laki laki maupun itu dewa ataupun keluarganya.


"Apa aja" jawab nathan sambil melebarkan senyumnya. Ara berlalu meninggalkan nathan dan juga rafael untuk mengambil makanan untuk mereka bertiga.


"Gara gara kamu pergi kan ara" ucap kya berbisik kepada rizal karna memang sedari tadi kya memperhatikan ara.


"Aku nanya sama pak david sayang" jawab rizal yang juga ikut berbisik karna dia tidak mau orang lain mendengar perkataannya dengan istrinya itu.


"Bapak apa kabar pak? udah lama juga kita gak ketemu....kalo gak salah 2 atau 1 tahun yang lalu ya pak kita gak ketemu" ucap rizal kepada david. Dania masih berdiri di samping david sambil mengobrol bersama dengan kya karna mereka juga saling mengenal.


Sedangkan Erina dan yang lainnya masih berdiri di dekat david dan yang lain.


"Aku kabarnya baik....kamu apa kabar?" tanya balik david kepada rizal seperti teman tidak seerti rekan bisnis.


"Saya baik baik aja kok pak" jawab rizal.


"Jangan panggil pak....panggil david aja kan kita gak lagi kerja" ucap david dan rizal hanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Oiya kamu kenal sama ara?" tanya david yang belum tau jika ara adalah keponakan dari rizal.


"Dia keponakan aku.....aku juga kenal sama anak kamu" jawab rizal akan pertanyaan david.


"Kenal karna kerja kan?" tanya david sedikit terkekeh.


"Bukan ara sering ajak aku sama istri dan juga anak aku vc sama pacarnya dan aku baru tau kalo pacarnya ara itu anak kamu" jelas rizal kepada david yang membuat david sedikit sedih karna teringat kepada anaknya.


Di tempat lain ara baru saja selesai mengambilkan makanan untuknya dan juga rafael dan nathan. Dia langsung memberikan makanan yang ia ambil kepada rafael dan juga nathan. "Ini buat rafael" ucap ara dan memberikan makanan yang bisa di makan oleh rafael kepada rafael.


"Ini buat kamu" ucap ara lembut dan itu membuat nathan menatap lekat ke arahnya karna tidak biasanya ara memanggilnya dengan sebutan kamu.


"Ayo makan" ucap ara dan langsung menyantap spageti miliknya yang ia ambil tadi.


"Uncle suapin ael" ucap rafael kepada nathan.


"Sini aunty aja yang suapin ael ya" ucap ara dan mengambil sendok di tangan rafael.


"Ael mau di suapin uncle" bantah rafael kepada ara.


"Unclenya kan juga mau makan" ucap ara.


"Biar aku aja....kamu makan makanan kamu" ucap nathan dan mengambil sendok yang ada di tangan ara.


"Sayangnya anak aku udah gak ada coba dia masih ada pasti udah aku nikahin dia sekarang sama ara" ucap david sedih. Erina, Andita dan yang lain yang masih berada di sana ikut sedih mendengar perkataan david dan semuanya menatap ke arah ara yang sedang tertawa bahagia bersama dengan rafael dan juga nathan.


Ntah apa yang mereka tertawakan tapi tawa mereka sangat nampak bahagia seperti keluarga.


"Uhukkk....uhukk" rafael terbatuk.


"Makanya hati hati sayang" ucap ara sambil memberikan dan membimbing rafael untuk minum.


"Ael semangat kalo makan di suapin uncle" ucap rafael.


"Kenapa kamu semangat?" tanya ara bingung.


"Kan uncle ini bakal jadi uncle ael" jawab rafael.


"Kan tante sheyla udah tunangan mana mungkin dia nikah sama uncle nathan" ucap ara lembut sambil menatap ke arah nathan sedangkan nathan menatap tak suka ke arahnya karna ara menjodohkannya dengan sheyla.

__ADS_1


__ADS_2