
"Kenapa kau menangis?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri. Ara langsung menghapus air mata nya yang tersisa itu.
"Aku lelah" ucap Ara tanpa menjawab alasan nya menangis kepada Nathan dan langsung berlalu dari sana.
"Aku takut dia akan meninggalkan ku" guman Ara saat sudah sampai di luar ruang ganti dan langsung membaringkan tubuh nya di atas ranjang itu.
"Apa yang terjadi dengan nya? tidak biasa nya dia menolak kecuali dia marah besar kepadaku" guman Nathan yang bingung akan sang istri.
"Apa dia tau tentang?" guman Nathan kembali dan langsung berlalu keluar dari ruang ganti dan langsung melihat istri nya sudah terbaring di atas ranjang.
Nathan mendekat ke arah istri nya yang tengah berbaring di atas ranjang itu dan mendudukkan tubuh nya tepat di tepi ranjang di samping sang istri. "Sayang" ucap Nathan sambil mengusap lembut kepala istri nya itu. Ara yang belum tertidur pun langsung membuka matanya dan melihat sang suami sedang berada di hadapan nya.
"Ada apa?" tanya Ara datar kepada sang suami.
"Kau tadi tidak menunggu lama di jalan tadi?" tanya Nathan dengan menatap lekat istri nya itu.
"Jika hanya ingin bertanya tentang itu bertanya saja besok, Aku lelah dan ingin istirahat" ucap Ara dan membalikkan tubuh nya dan membelakangi suami nya itu.
__ADS_1
"Dia tidak boleh tau saat aku tau apa yang sebenarnya terjadi" guman Nathan dan langsung beranjak dari sana dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku akan memastikan jika aku tidak melakukan apa apa dengan Delina" ucap Nathan yang yakin sekali akan dia yang tidak melakukan apa apa kepada Delina. Beberapa menit dia mandi akhirnya selesai juga, Nathan langsung mendudukkan tubuh nya di tempat tidur nya dan menatap lekat wanita yang sedang tertidur menatap nya itu. Nathan langsung membaringkan tubuh nya dan masuk ke dalam selimut yang sama dengan sang istri, Nathan menatap lekat wajah istri nya yang tengah tertidur itu, Tangan nya merayap naik ke atas dan menyentuh rambut bagian dekat dahi sang istri, Dia mengusap lembut kepala sang istri dengan penuh kasih sayang sampai akhirnya senyum nya ikut mengembang saat dia mengusap kepala istri nya itu.
"Aku sangat mencintaimu" ucap Nathan dan langsung mencium dahi sang istri dan setelah itu langsung memeluk erat tubuh mungil sang istri, Nathan meletakkan kepala sang istri di dada bidang nya dan ikut tertidur bersama istrinya itu.
"Aku juga mencintai mu" guman Ara dengan air mata yang mengalir akibat takut kehilangan Nathan, Ara memang belum tertidur nyenyak dan tadi dia baru saja ingin menjelajahi alam mimpinya tapi tangan Nathan yang menyentuh dahinya menghentikan itu makanya dia sampai menangis saat mengingat Nathan yang sama sekali yidak menolak saat wanita memeluknya dan memanggilnya sayang. Ara menggoyangkan kepala nya dan mengeratkan pelukan nya kepada suami nya itu, Nathan menoleh ke bawah dan masih melihat mata sang istri terpejam mungkin akibat terlalu nyaman makanya Ara menggeser kepada nya mungkin itu yang pikirkan Nathan, Nathan tidak mengganggu sang istri dan memilih kembali mengeratkan pelukan nya dan mereka pun terlelap sambil memeluk satu sama lain.
Keesokan pagi nya.
Ara terbangun terlebih dahulu saat jam empat pagi, Ara langsung turun dari ranjang dan untung nya Nathan tidak sadar dan tidak bangun saat dia beranjak dari ranjang, Ara menuju ke kamar mandi dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud. Setelah selesai melaksanakan sholat Ara meminta pertolongan dan meminta untuk menguatkan hati menghadapi orang orang yang ingin menghancurkan rumah tangga nya. Setelah selesai berdoa, Ara membereskan bekas sholat nya dan langsung keluar dari ruang ganti itu, Saat dia keluar dia belum melihat suami nya itu bangun dan masih melihat suami nya itu terlelap di atas ranjang. Ara langsung menuju ke dekat televisi dan duduk di sana tanpa menyalakan televisi.
Ponsel berbunyi dan itu bukan ponsel Ara, Ara beranjak berdiri dan melihat jika ponsel suami nya lah yang berbunyi, Ara ingin mengangkat dan melihat siapa yang menghubungi nya tapi suami nya sudah terlebih dahulu mengambil ponsel itu dan mengangkat telpon itu dan itu membuatnya mengurungkan niat nya dan berdiri di pembatas antara ruang televisi dan ruang tidur di kamar itu.
"Halo" ucap Nathan dengan nada serak khas orang baru bangun tidur dengan mata yang menyipit.
"Nathan aku takut hamil" ucap Delina yang menelpon nya itu, Mata Nathan membulat dan langsung melihat ke samping dan untung nya di ranjang sudah tidak ada istri nya.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" ketus Nathan yang malas membahas itu lagi.
"Kau harus menikahiku, Nanti bagaimana jika aku hamil?" tanya Delina dengan suara sedih nya kepada Nathan.
"Untuk apa aku menikahi mu, Aku tidak melakukan apa apa kepada mu" jawab Nathan yang terdengar sangat jelas oleh Ara sang istri.
"Apa apaan?" guman Ara yang masih belum percaya akan apa yang ia dengar, Ara memilih mendekat ke arah sang suami tanpa si ketahui oleh suami nya itu dan menundukkan sedikit tubuh nya untuk mendengar percakapan orang yang ada di balik telpon.
"Kau menyetubuhiku kemarin sore dan kau harus bertanggung jawab, Bagaimana jika aku hamil? tidak ada yang menginginkan wanita hamil" jelas Delina yang terdengar jelas oleh Ara yang berada tepat di dekat ponsel itu.
"Hah?" guman Ara yang tidak percaya akan apa yang ia dengar tadi.
"Aku tidak melakukan apa apa kepada mu" bentak Nathan yang tidak terima akan ucapan Delina itu.
"Apa nya yang tidak? aku memiliki bukti hal kemarin" jawab Delina dan langsung mengirimkan beberapa poto yang ia ambil bersama Nathan kemarin.
"Buka poto itu" ucap Delina, Nathan langsung mematikan telpon dan membuka pesan yang di kirimkan oleh Delina kepada nya itu. Ara juga ikut melihat poto yang di kirimkan oleh ntah siapa wanita itu. Mata Ara membulat saat melihat itu karna itu nampak sangat jelas saat suami nya bersama wanita kemarin yang ia temui.
__ADS_1
Ara mengembalikan posisinya kembali berdiri sempurna. "Aku tidak boleh manangis" guman Ara karna dia takut stresnya akan kembali jika dia menangis berlebihan dan dia tau jika dia menangis akan selalu berlebihan.
Ara mengatur nafas nya dengan pelan tanpa di sadari oleh Nathan dan dia pun melebarkan senyuman nya. "Kau sudah bangun?" tanya Ara kepada Nathan dengan melebarkan senyuman paksa nya kepada sang suami, Nathan yang mendengar suara sang istri pun langsung mematikan ponsel nya dan mengalihkan tubuh nya ke belakang.