Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 40 #3


__ADS_3

"Ah sudah nanti saja membahas nya, Sekarang ayo masuk, Makanan sudah siap di dalam" ajak Barqi kepada Ara karna dia masih bisa melihat kebingungan di wajah Ara dan untung nya makanan sudah siap di belakang., Ara mengiyakan nya karna dia juga lapar akibat tidak makan tadi pagi begitupun dengan Nathan.


"Kau kenapa hanya diam saat mendengar Barqi dan Jenny suami istri?'' tanya Ara kepada sang suami dengan menatap lekat suami nya itu.


"Aku sudah tau" jawab Nathan akan pertanyaan istri nya itu.


"Kenapa hanya diam Saat aku bertanya tadi?" tanya Ara lagi dengan menatap lekat suami nya itu.


"Kau tidak bertanya kepada ku makanya aku diam" jawab Nathan akan pertanyaan istri nya itu.


"Shhhtt" umpat Ara kesal akan sang suami dan langsung berlalu dari sana mengikuti Barqi dan Jenny yang masuk ke dalam panti begitupun dengan Nathan yang juga mengikuti sang istri dari belakang. Ara dan Nathan ikut makan bersama banyak nya orang di sana dan banyak juga yang menyapa nya dan di balas oleh nya dengan sapaan balik.


"Itu anak pak Sunarto" ucap Nathan dengan menunjuk ke arah anak pak Sunarto yang duduk di samping Diana istri Reza. Ara menatap nya dan memng sedikit mirip dengan pak Sunarto dan dia juga nampak sudah besar dan tampan. Beberapa jam Ara bermain dan berbicara bersama orang orang panti akhirnya dia memutuskan untuk pulang karna hari juga sudah sore. Ara masuk ke dalam mobil begitupun dengan Nathan yang juga masuk ke dalam mobil bagian kemudi dan setelah itu dia langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya dan di jalan sore itu nampak sangat macet.


"Astaga lama sekali" ucap Ara yang mengantuk akibat menunggu jalan kembali normal, Nathan menoleh ke arah sang istri yang nampak kesal akan jalanan macet itu.


"Kenapa marah marah?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Aku mengantuk" jawab Ara sambil menguap karna dia merasa sangat mengantuk.

__ADS_1


"Tidurlah di sana jika mengantuk, Nanti sesampai di rumah aku akan membangunkan mu" ucap Nathan dengan menatap istri nya itu. Ara tidak menjawab nya dan langsung menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi mobil itu dan mencoba untuk memejamkan mata nya.


Nathan kembali pokus akan kemudi dan melajukan sedikit mobil nya ke depan karna mobil yang di depan juga maju. Nathan merasa bosan menunggu kemacetan panjang di sana dan menatap lekat wajah wanita yang sedang tertidur di samping nya itu. Tangan nya merayap dan naik ke atas kepala sang istri, Dia menguap lembut kepala wanita itu dengan penuh kasih sayang dengan mata yang pokus ke depan.


"Aku sangat menyayangi mu" guman Nathan dan mendekatkan tubuh nya ke dekat sang istri dan langsung mencium pucuk kepala wanita itu. Jalanan kembali lancar dan Nathan kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dan menurunkan tangan nya dari kepala sang istri. Beberapa menit dia melajukan mobil nya menuju ke kediaman nya akhrinya dia sampai di rumah nya. Nathan menoleh ke samping dan melihat sang istri masih tertidur lelap dengan menyender di samping nya.


"Tidak tega aku membangunkan nya" guman Nathan dan langsung beranjak turun dari mobil dan langsung menggendong sang istri, Nathan membawa istri nya itu masuk dengan pintu yang di bukakan oleh penjaga, Nathan masuk ke dalam lift dan memencet tombol tiga, Setelah itu lift pun langsung membawa nya ke atas di mana tempat kamar nya terletak.


"Ibu, Ayah" sapa Yuna yang baru saja menaiki anak tangga ingin masuk ke dalam kamar nya. Nathan meletakkan jari telunjuk nya di hidung nya supaya Yuna diam.


"Ayah dan ibu dari mana?" tanya Yuma dengan nada sangat pelan kepada Nathan. Nathan belum menjawab nya dan membuka pintu kamar nya itu dan membawa sang istri masuk ke dalam kamar nya. Nathan membaringkan sang istri di atas ranjang yang ada di dalam kamar itu dengan sangat pelan karna takut istri nya itu terbangun.


"Ibu dan ayah dari mana?" tanya Yuna yang menanyakan pertanyaan yang tadi belum di jawab oleh Nathan.


"Ibu dan ayah dari makam mama nya ibu" jawab Nathan akan pertanyaan anak nya itu.


"Oo" jawab Yuna mengangguk mengiyakan nya.


"Kamu dari mana tadi sama kakek nenek hem?" tanya Nathan balik kepada anak nya itu.

__ADS_1


"Kami ke mall main tadi sama Okta dan kak Naila" jawab Yuna akan pertanyaan ayah nya. Ara menggeliat dan langsung memeluk pinggang sang suami yang ada di samping nya dan sedang duduk itu. Yuna dan Nathan menoleh ke arah Ara dan melihat jika mata wanita itu terpejam.


"Ayah pikir ibumu bangun tadi" ucap Nathan kepada anak nya itu.


"Yuna kita juga" jawab Yuna dengan senyum yang mengembang menatap Nathan.


"Kamu tidur sama ibu dan ayah?" tanya Nathan kepada anak nya itu.


"Em" jawab Yuna dengan mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang mengembang menatap Nathan.


"Yasudah" ucap Nathan dan melepaskan tangan sang istri yang sedang berada di pinggang nya itu dengan pelan. Setelah selesai memindahkan tangan sang istri Nathan menggendong anak nya dan membaringkan anak nya di samping sang istri. Setelah selesai membaringkan Yuna di samping Ara, Nathan melepaskan sepatu nya dan juga jas yang ia kenakan dan setelah itu ikut masuk ke dalam selimut anak dan istri nya itu.


"Tidurlah" ucap Nathan dan mengusap lembut kepada anak nya itu, Yuna mengangguk mengiyakan nya dan memejamkan mata nya dengan tidur menelentang dan tangan yang di lipat di atas kedua perut nya dan setelah itu langsung terlelap. Nathan mencium pucuk kepala anak nya itu dan ikut memejamkan mata nya dengan tangan yang ada di atas perut anak nya tapi memegang tangan Ara yang juga ada di atas perut Yuna.


Keesokan pagi nya jam tiga pagi.


Yuna terbangun dari tidur nya karna anak itu memang sering bangun jam itu. Yuna menggeliat Karna dia ingin membuang air, Yuna menatap ke arah Ara sang ibu yang masih tertidur nyenyak dengan wajah menatap nya. "Ibu" ucap Yuna yang membangunkan ibu nya itu, Ara mengerjapkan mata nya karna suara dan guncangan dari Yuna yang mengguncang tubuh nya.


"Ada apa sayang?" tanya Ara saat mata nya sudah terbuka sempurna dan melihat anak nya membangunkan nya, Dia tidak bingung akan itu karna memang dia sudah terbiasa akan Yuna yang tertidur di samping nya dan dia tidak sadar akan Yuna yang kapan datang dan tertidur di samping nya itu.

__ADS_1


__ADS_2