Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kedatangan nathan ke ruangan praktek ara


__ADS_3

"Buk saya mohon buk jangan hukum saya....saya tadi beneran kebelet bu" rengek ara dengan wajah yang memelas dan berharap bu sana memberikannya keringanan dan membiarkannya.


Bu sana menatap ke arah nathan yang sedang berjalan dan ingin menuju ke ruang kepala sekolah dan ruang kepala sekolah melewati ruangan kelas 12.


"Buk" ucap ara dan mengibas ngibas tangannya di depan wajah bu sana karna bu sana termenung akan ketampanan dan itu membuatnya tidak sadar akan ara.


Ara mengikuti arah mata bu sana dan betapa terkejutnya dia saat dia melihat pak bima sedang berjalan ingin menuju ke arahnya pikir ara. Ara langsung masuk ke dalam ruangan itu tanpa sadar siapa yang ada di belakang pak bima.


Ara bersembunyi di balik tubuh Erina dan Andita karna dia takut ketahuan oleh bima karna dirinya kabur. "Eh lo kenapa?" tanya Andita.


"Lo gak liat tuh pak bima?" tanya ara.


"Udah pergi....duduk di belakang aja lo....ntar lo ketauhuan sama bu centil" ucap Andita karna memang menurutnya sana itu seorang guru centil karna suka berduaan dengan guru laki laki lain dan dia juga belum menikah.


"Selamat gw" jawab ara dan langsung duduk di bangku belakang yang seharusnya di dudukkan oleh Erina.


"Lo kenapa bisa telat?" tanya Erina kepada ara.


"Kesiangan" jawab ara singkat.


"Bawa jas praktek gak?" tanya Erina lagi.


"Bawa" jawab ara karna memang dia sudah menyiapkan jam praktik kimianya jauh hari.


"Bagus deh kalo lo bawa" ucap Erina dan kembali fokus ke papan tulis sedangkan bu sana fokus menjelaskan tanpa sadar akan ara.


Di ruang kepala sekolah nathan baru saja sampai. "Selamat datang pak" ucap bu adriana saat nathan dan kedua rekan bisnisnya masuk ke dalam ruangan itu. sedangkan pak bima sudah pamit untuk menjaga gerbang sekolah.


"Silahkan duduk pak" ucap bu adriana dan mempersilahkan nathan dan yang lain duduk.

__ADS_1


Nathan langsung duduk dan tersenyum kepada bu adriana. "Bapak...?" ucap adriana bingung karna dia belum mengenal nathan karna memang nathan baru pertama kalinya terjun langsung ke sekolah darma bangsa.


"Nathan Adijaya" ucap nathan dan langsung bersalaman dengan adriana begitupun dengan adriana yang memperkenalkan dirinya.


Mereka bertiga berbincang bincang mengenai biaya siswa yang akan nathan berikan kepada murid murid di smk bunga bangsa karna memang dia slah satu infestor itu.


Setelah mereka berbincang bincang bu adriana mengajak nathan dan yang lainnya ke ruang laboratorium kimia dimana anak anak kelas 12 jurusan kimia sedang praktik di sana. karna tadi nathan sempat pergi ke ruang pratikum biologi dan seluruh ruang yang ada kelas 12 yang sedang praktik.


Dan ruang laboratorium itu yang terakhir karna memang jam praktik kimia terletak di jam 13:00 setelah ISOMA (istirahat sholat makan).


Ara dan teman teman kelas 12 jurusan kimia menuju ke laboratorium. Sebenarnya ara malas sekali jika praktik karna memang dia tidak meenyukai hal hal yang berbau kedokteran.


Tapi dia tetap harus ke ruang laboratorium karna ibu asma bilang jika tidak masuk tidak akan ada nilai dan ara sangat tidak menyukai itu.


"Gw males banget" ucap ara kepada Erina dan juga Andita di ruang ganti.


"Kalian kan tau kalo gw gak suka praktek gini" ucap ara kesal dan langsung memakai masker dan juga sarung tangan yang seharusnya di pakai saat berada di dalam ruangan laboratorium dan di gunakan saat praktek. Tapi dia lebih memilih memakainya sekarang.


"Yaudah ayo" ajak ara yang sudah siap. Mereka pun berjalan menuju ruang laboratorium dengan malas tapi tidak dengan Erina yang sangat semangat karna memang itu kesukaannya.


Sesampai mereka di ruang laboratorium mereka langsung mengambil alat alat untuk praktek dan mereka membuat kelompok sendiri karna itu sudah menjadi keputusan bu asma yang menyuruh mereka memilih kelompok sendiri dan kelompok itu dari dulu dan bertahan sampai sekarang.


Ara sangat malas jika menyentuh barang barang praktek kimia itu. "Lo harus semangat ra" ucap Erina yang sangat bersemangat.


"Udah untung gw mau masuk Er" ketus ara kepada Erina. Tapi Erina tidak mengubris perkataan ara dan meletakkan semua barang yang dia ambil ke atas meja kelompok nya begitupun dengan Andita.


"Anak anak mohon perhatiannya" ucap bu asma sambil bertepuk tangan seperti orang ingin memberikan pengumuman. Semua murid kelas 12 yang berada di ruangan laboratorium itu berkumpul dan ara, Erina, Andita berdiri paling depan.


"Kenapa buk?" tanya ara dengan masker yang masih melekat di wajahnya.

__ADS_1


"Ini perkenalkan infestor dari perusahaan A yang sedang mencari orang yang cocok untuk di berikan biaya siswa" jelas bu adriana kepala sekolah darma bangsa kepada seluruh siswa.


"Trus buk?" tanya ara santai tanpa menatap ke arah nathan dan yang lain karna dia sangat malas mendengar percakapan apapun sekarang.


"Jadi ibu mau kalian lakukan yang terbaik tunjukkan bakat kalian supaya kalian berkesempatan mendapatkan biaya siswa dan bisa kuliah di luar negri" sambung bu adriana dan semua orang bertepuk tanagn gembira sedangkan tidak dengan ara yang sangat malas mendengar ocehan demi ocehan dari bu adriana.


"Silahkan pak" ucap bu asma mempersilahkan nathan untuk menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.


"Assalamualaikum selamat siang semua....perkenalkan nama saya jonathan Adijaya dari perusahaan A saya datang kesini untuk melihat siapa yang pantas untuk mendapatkan biaya siswa baik itu secara keuangan maupun secara kepintaran" jelas nathan yang membuat ara langsung menatap kearahnya dengan tatapan sedikit tak percaya.


"Nathan?" guman ara tanpa melepaskan maskernya dan menatap lekat ke arah nathan.


"Keuangan maksud saya adalah jika di antara kalian yang ingin melanjutkan study kalian ke jenjang yang lebih tinggi tapi kalian tidak memiliki biaya kalian bisa mengajukan surah keterangan tidak mampu dan kepintaran maksud saya adalah jika orang orang yang bisa mengerjakan segala hal tanpa di bantu oleh guru dia mungkin akan bisa mendapatkan biaya siswa ke luar negri" jelas nathan panjang lebar tapi ara tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh nathan dan dia hanya menatap lekat ke arah nathan yang berada tidak jauh darinya.


"Paham?" tanya nathan semangat.


"Paham pak" jawab semua murid di laboratorium itu dengan semangat tapi tidak dengan ara.


Nathan yang melihat salah satu murid di depannya tidak menjawab bertanya. "Ada pertanyaan?" tanya nathan seperti orang tidak kenal kepada ara karna memang nathan tidak mengetahui itu adalah ara.


"Ara" panggil Andita dan langsung membuat ara tersadar akan lamunannya. Nathan sedikit kaget mendengar itu begitupun dengan Vino yang berdiri di samping nathan.


"Ara?" guman nathan dan menatap lekat ke arah ara.


"Kenapa?" tanya ara yang baru saja sadar.


"Lo gak liat semua orang liatin lo?" bisik Erina dan ara pun melihat semua anak murid menatapnya.


"Ngapain kalian ngeliatin gw gitu" ketus ara kepada semua murid di laboratorium itu dan dia juga belum menyadari jika nathan Vino dan viona dan kepala sekolah menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2