
Ara,, Erina dan Andita sudah sampai di kampus mereka dengan membawa mobil yang sudah di belikan oleh Rizal untuk Ara tapi yang mengendarainya bukan Ara melainkan kedua sahabatnya karna dia masih takut untuk mengendarai mobil.
"Baiklah hari ini akan bapak beritahu kalian yang duduk di pakultas arsitektur ini bahwa kalian hari ini dan satu bulan kedepan akan melakukan penelitian di perusahaan perusahaan yang ada di amerika ini" jelas pak Tirtan kepada seluruh siswa siswa.
"Pak" ucap Ara sambil mengangkat tangannya.
"Iya ada apa?" tanya pak Tristan.
"Harus banget ya pak kalo penelitiannya di perusahaan?" tanya Ara.
"Harus sekali sebab di perusahaan lah yang sering membutuhkan tenaga arsitek" jawab pak Tristan. Ara hanya mengangguk mengerti.
"Ada lagi pertanyaan?" tanya pak Tristan.
"Tidak pak" jawab semua siswa secara bersamaan.
"Baiklah saya akan memberikan kelompok sekarang.
Kelompok satu
Airin
Feronika
Vania
Dori
Fiter
Broun
Kelompok dua
Ara
Andita
Jenny
__ADS_1
Marvel
Damian
Feri " ucap pak Tristan dan masih ada beberapa kelompok lagi.
Pak Tristan menunjukkan tempat perusahaan mana saja yang akan mereka teliti dan kelompok Ara mendapatkan tempat di perusahaan Nathan tapi Ara tidak tau nama perusahaan suaminya itu dan dia hanya mengetahui tempatnya saja.
Semua murid pergi ke perusahaan yang akan mereka teliti begitupun dengan kelompok Ara dan yang lain.
Kelompok Ara menaiki kendaraan umum dan Ara duduk bersama dengan Andita. Sebenarnya dia malas sekali untuk meneliti karna dia kekurangan tidur.
Mereka sudah sampai di perusahaan tempat mereka meneliti itu. "Ini bukannya perusahaan Nathan?" guman Ara menatap perusahaan yang besar itu.
"Ara ayo" ajak Damian karna memang dia sedikit menyukai Ara karna perilaku dan kebaikannya.
"Iya" jawab Ara dan mengikuti teman temannya itu di belakang sekali sedangkan Elin dia berjalan paling depan karna dia semangat melihat perusahaan yang sangat besar itu.
"Kenapa semua staf disini ngeliatin kamu?" tanya Damian saat melihat semua staf itu menatap Ara.
"Gue juga gak tau" jawab Ara menundukkan kepalanya pura pura tidak tahu.
"Kami dari University of California, Berkeley dan tujuan kami kesini untuk meneliti bu" jelas Jenny karna memang dia yang sok pintar di antara semua orang di kelasnya padahal dia tidak terlalu pintar.
Jenny sangat tidak menyukai Ara karna Ara jauh lebih pintar darinya dan Ara juga selalu menjadi perhatian baik itu dari wajah cantiknya kepintarannya maupun sikap baiknya dan Jenny tidak menyukai itu.
"Ooh dari University of California, Berkeley" jawab pegawai tadi. Jenny mengangguk mengiyakannya.
Pegawai itu langsung menelpon Nathan. "Ada apa?" tanya Nathan saat telpon itu sudah terhubung.
"Ini pak ada siswa dari University of California, Berkeley ingin meneliti di perusahaan kita pak" jelas pegawai itu.
"Suruh mereka ke ruangan tunggu dan saya akan segera pergi kesana" jawab Nathan.
"Baik pak" ucap pegawai itu dan meletakkan telpon itu ke tempatnya.
"Mari ikut saya" ucap pegawai itu. Mereka pun mengikuti pegawai itu dari belakang.
"Kalian tunggu di sini dulu sampai pemilik perusahaan datang" jelas pegawa itu dan langsung pergi kembali ke tempatnya.
__ADS_1
Ara langsung mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi paling sudut dan memangku kepalanya menggunakan kedua tangannya karna dia masih merasa kantuk akibat terlalu lama tidur tadi malam karna mengerjakan tugas kampusnya.
Ckleekk
Pintu ruangan itu terbuka dan semua ornag berdiri memberi hormat kepada Nathan,, Vino dan juga Viona yang masuk ke dalam ruangan itu tapi tidaj dengan Ara yang masih bermalas malasan dan tidak berdiri.
"Ra bediri" ucap Damian kepada Ara. Ara langsung berdiri dan membungkukkan sedikit tubuhnya tanpa menatap Nathan dan yang lainnya.
"Jadi dia yang teliti di perusahaan aku" guman Nathan dengan senyum yang mengembang.
Nathan mempersilahkan mereka untuk duduk kembali. "Ra itu bukannya kak Nathan sama Vino?" tanya Andita. Ara sangat malas melihatnya karna dia tau jika itu Nathan dan Vino dan dia memilih untuk diam.
Nathan memperkenalkan dirinya dan juga kedua rekan kerjanya itu.
"Silahkan giliran kalian yang memperkenalkan diri" ucap Nathan dengan senyum yang mengembang.
"Perkenalkan kami dari University of California, Berkeley dan nama saya Jenny dan ini Damian...." ucapan Jenny terpotong oleh Nathan.
"Perkenal kan diri masing masing" jawab Nathan.
"Baik pak...saya jenny losencer" ucap Jenny dan kembali duduk.
"Saya Damian sualie" ucap Damian dan kembali duduk.
"Saya Andita dewi" ucap Andita dan langsung duduk.
"Saya Marvel putra" ucap Marvel langsung duduk.
"Saya Ferinsrop" ucap Feri dan langsung duduk.
"Ara riyanti" ucap Ara malas dan langsung duduk. Senyum Nathan mengembang saat melihat wajah malas istrinya itu.
"Jadi dia anak yang ngebantah aku waktu itu" guman Viona menatap tak suka ke arah Ara saat melihat Nathan tersenyum melihatnya.
"Baik ini kartu nama kalian" ucap Nathan berjalan sambil memberikan kartu tanda magang kepada masing masing orang tapi dia tidak memberikan kepada Ara.
"Punya saya mana pak?" tanya Ara. itulah alasan Nathan kenapa dia tidak memberikan kartu itu kepada istrinya karna dia ingin melihat wajah cemberut istrinya itu.
"Ini" ucap Nathan sambil menyodorkan kartu itu kepada istrinya. Ara ingin mengambilnya tapi Nathan masih memegang erat edicard itu. Ara menatap ke arahnya dan melototkan matanya. Nathan terkekeh melihat itu dan melepaskannya. Arapun mengenakan edicard itu
__ADS_1