Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Lama


__ADS_3

"Lama sekali Nathan" ucap Ara dan menyenderkan tubuh nya di sandaran ranjang itu dan memeluk erat tubuh kecil Naila yang sedang tertidur sampai akhirnya dia juga ikut tertidur bersama dengan Naila dengan memeluk tubuh anak itu.


Nathan yang sudah selesai mandi pun langsung keluar dari kamar mandi dan langsung melihat istri nya sudah terlelap dengan bersandar di sandaran ranjang bersama dengan Naila yang juga terlelap.


"Dia sudah tertidur?" guman Nathan dan menundukkan kepala nya melihat istri nya itu yang sudah memejamkan mata.


Erina masuk ke dalam kamar Ara dan Nathan karna dia tadi sudah mengetuk pintu tapi tidak mendapatkan jawaban dari dalam. "Ara" panggil Erina saat sudah masuk ke dalam kamar dan berjalan menelusuri luas nya kamar itu. Nathan yang mendengar suara Erina pun langsung menoleh ke depan dan melihat ada Erina di dalam kamar nya, Nathan langsung masuk ke dalam ruang ganti dan mengenakan baju nya dan setelah itu kembali ke luar.


Saat dia keluar dia langsung melihat Erina yang di dekat istri nya dan berusaha mengambil Naila. Erina menoleh ke arah Nathan yang sudah mengenakan pakaian lengkap karna dia mendengar suara pintu terbuka. "Kak tolong ambilkan Naila" ucap Erina kepada Nathan, Nathan tidak menjawab nya dan membantu Erina untuk mengambil Naila tanpa membangunkan istri nya itu.


Setelah mendapatkan Naila, Erina langsung membawa nya keluar karna takut Naila terbangun dan menangis dan akhirnya akan mengganggu Ara yang sedang tertidur nyenyak itu. Nathan yang sudah melihat Erina keluar pun berjalan ke arah pintu dan dia masih melihat piring bekas nya dan sang istri makan tadi siang masih ada dan belum di baw ke bawah karna dia lupa menyuruh bibi untuk mengambil nya. Nathan mengambil nampan yang berisi piring kotor itu dan berlalu ke bawah untuk meletakkan nya.


"Di mana Ara nak?" tanya Nita saat Nathan turun dari kamar nya.


"Dia tidur di atas" jawab Nathan dan langsung meletakkan piring kotor tadi di belakang dan setelah itu kembali berlalu menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar nya. Nathan masuk ke dalam kamar nya dan melepaskan baju yang ia kenakan itu dan melemparnya ke sembarang arah.


Setelah itu Nathan langsung menuju ke dekat ranjang nya dan saat sudah sampai area ranjang dia melihat Ara yang hampir terjatuh dengan segera dia berlari ke arah sang istri dan menahan tubuh dan kepala sang istri menggunakan tangan dan paha nya yang menopang tubuh wanita itu. "Hampir saja" ucap Nathan karna hampir saja istri nya itu terjatuh ke bawah akibat tidur dengan posisi duduk. Nathan menatap wajah sang istri dan melihat jika mata wanita itu masih tertutup.

__ADS_1


Nathan menggerakkan sedikit tubuh nya dan memindahkan posisi sang istri dan membenarkan posisi tidur istri nya itu dan berdekatan dengan tempat nya. Setelah selesai membenarkan posisi tidur sang istri, Nathan langsung naik ke atas ranjang itu dan masuk ke dalam selimut. Nathan menatap lekat wajah sang istri yang tengah tertidur tepat di hadapan nya itu.


"Kamu ini terlalu bodoh" ucap Nathan dengan nada sangat pelan dengan tangan yang mengusap lembut dahi dan kepala wanita itu.


"Kamu sangat mudah untuk memaafkan orang yang sudah menyakiti mu" ucap Nathan kembali dengan wajah sedikit kesal akan sang istri yang terlalu mudah memaafkan orang lain.


"Kamu sama sekali tidak pendendam dan tidak mengingat keburukan yang pernah orang lakukan kepada mu" ucap Nathan kembali.


"Tapi kau selalu saja ingat kebaikan yang orang berikan kepadamu, Sedangkan kejahatan mereka kau hebat sekali bisa melupakan nya dengan baik" sambung nya lagi dengan menatap lekat wajah sang istri yang tengah terlelap itu.


"Aku harap kau akan selalu seperti ini" ucap Nathan lagi dengan senyum yang mengembang karna dia sangat menyukai sikap istri nya yang mudah pemaaf dan tidak pendendam itu.


Keesokan pagi nya.


Ara terbangun terlebih dahulu karna sinar matahari yang menembus masuk ke dalam kamar nya. Saat membuka mata dia langsung melihat kepala suami nya yang ada di samping nya. Ara bergerak sedikit untuk melihat jika itu benar suami nya atau bukan dan ternyata itu benar suami nya. "Tumben sekali dia tidur seperti ini" guman Ara karna tidak biasa nya suami nya itu tidur seperti itu.


Ara tidak mengambil pusing dan mengusap lembut kepala sang suami yang tengah tengah tertidur lelap di samping nya dengan memeluk nya itu. "Aku sudah sangat, Sangat mencintai nya tuhan" guman Ara dengan senyum yang melebar menatap langit langit kamar itu dan tangan yang terus mengusap lembut kepala sang suami.

__ADS_1


Nathan yang merasa ada yang bergerak di kepala nya pun langsung membuka mata nya dan melihat tangan nya yang ada di pinggang sang istri juga di usap oleh tangan mungil istri nya itu. Nathan mengangkat kepala nya dan melihat istri nya tengah tersenyum sambil menatap nya.


"Kamu sudah bangun?'' tanya Ara kepada sang suami dengan senyum yang melebar.


"Hem" jawab Nathan dengan membalas senyuman nya kepada sang istri. Ara hanya menanggapi nya dengan senyuman dan kembali mengusap lembut kepala suami nya itu, Nathan juga tidak menolak dan kembali mendekat ke leher putih istri nya itu dan mencium bau tubuh wanita itu dengan dalam.


"Oh iya, Dimana Naila?" tanya Ara yang baru teringat karna seingat nya tadi malam Naila ada bersama nya dan tidur di pelukan nya.


"Sudah di ambil ibu nya" jawab Nathan dengan mata yang terpejam dan hidung yang menari nari di atas leher sang istri.


"Kapan Erina mengambil nya?" tanya Ara dengan menatap kepala sang suami.


"Tadi malam" jawab Nathan dan mengeratkan pelukan nya kepada istri nya.


"Tadi malam kenapa kamu tidak membangun ku?" tanya Ara yang baru teringat rencana nya tadi malam ingin menemui Sheyla.


"Kamu tidur nyenyak sekali makanya aku tidak ingin membangunkan mu" jawab Nathan dengan mata yang terpejam karna nyaman akan usapan dari tangan isri nya itu.

__ADS_1


"Tapi kan, Kita tadi malam rencana nya ingin menemui Sheyla" ucap Ara dengan wajah kesal nya menatap kepala sang suami.


"Kamu tadi malam nampak sangat kelelahan makanya aku tidak membangunkan mu" jawab Nathan dan kembali mengusapkan hidung nya ke leher putih istri nya itu.


__ADS_2