
Ara berdiri di dekat meja itu karna dia kesulitan untuk duduk. ara melihat rantang yang sempat Sheyla bawa tadi dan pandangannya teralihkan oleh bunga yang sempat Sheyla bawa. "Ngapain lagi bawa bunga" ucap ara sambil tertawa kecil dan mencium bunga itu. setelah itu dia letakkan lagi bunga itu dan mengambil rantang yang di bawa oleh Sheyla dan membawa ke ranjangnya karna nathan masih duduk di sana.
Sesampai ara di dekat ranjangnya dia langsung mendudukkan tubuhnya di sana dan membuka rantang yang di bawakan Sheyla tadi. Nathan hanya melihat apa yang di lakukan olehnya.
"Nih makan" ucap ara sambil menyodorkan nasi goreng yang di bawakan oleh sheyla.
"Gw gak mau" ucap nathan.
"Lo kan dari semalem gak makan.......kan mubazir makanannya kalo gak di makan" ucap ara kesal.
"Lo aja yang makan" ucap ara.
"Lo mau gw muntah karna makan kebanyakan?" bentak ara tapi nathan tidak menjawab kata kata ara.
"Udah makan......gak bakal ada racun'' ucap ara dan kembali menyodorkan makanan tadi kepada nathan. nathan hanya melihat dan tidak menjawab ataupun mengambil makanan tersebut.
"Huh" ara mendengus kasar karna nathan sama sekali tidak mengubris apa yang dia katakan. "Yaudah kalo lo gak mau makan.....tolong suapin gw" ucap ara sambil menyodorkan kotak makanan kepada nathan. dia tidak bisa memaksa nathan yang tidak mau makan dan dia terpaksa memakan makanan yang di bawa oleh sheyla karna dia tidak mau mengecewakan sheyla jika makanan itu tidak habis.
"Bukan nya lo udah makan? lo belum kenyang?" tanya nathan kepada ara.
"Lo gak mau makan....jadi biar gw aja yang makan" ucap ara kembali menyodorkan makanan itu kepada nathan. nathanpun menerima kotak tersebut dan memulai menyuapi ara makan.
Suapan pertama dan kedua ara memakannya dengan lahap tapi tidak dengan suapan ke tiga dia sangat kenyang tapi dia tetap memaksakan untuk makan karna dia tidak mau mubazir ataupun mengecewakan Sheyla. nathan yang melihat ara seperti tidak kuat lagi makan langsung menghentikan suapannya. "Udah gak usah makan lagi" ucap nathan.
"Tapi itu belum abis" ucap ara dengan mulut penuh karna suapan sebelumnya belum ia telan karna merasa sangat kekenyangan.
Nathan tidak menjawab perkataan ara dia pun kembali menyuapi ara tapi ara menghentikan sendok yang hendak masuk ke dalam mulutnya itu dan segera mungkin masuk ke kamar mandi di ruangannya itu. nathan yang melihatnya pun langsung meletakkan kotak makanan di atas ranjang dan mengikuti ara masuk ke dalam kamar mandi itu.
Huekkkk.....huekkkk
Ara memuntahkan makanan yang ia makan tadi karna terlalu kekenyangan. nathan yang melihat ara muntah langsung mengusap tengkuk kepala ara pelan. "Kan udah gw bilang gak usah di makan......muntahkan jadinya" ucap nathan. tapi ara tidak menjawab karna dia masih muntah.
__ADS_1
Setelah selesai memuntahkan semua isi mulutnya tadi dia langsung membilas bekas bekas yang tertinggal di bibirnya dan setelah itu dia menghapus bekas air tadi dengan tisyu di kamar mandi itu.
"Ngomong aja lo" ucap ara karna sedari tadi nathan mengomelinya.
"Lo kenapa makan kalo udah kenyang hah" bentak nathan.
"Gw gak mau buat sheyla kecewa karna gw gak makan makanan yang dia buat......lo gak mau makan jadi biar gw aja yang makan" bentak ara kembali kepada nathan dan berlalu pergi meninggalkan kamar mandi dan kembali duduk di ranjangnya.
Ara hendak menyuapi makanan yang sempat terhenti tadi ke dalam mulutnya tapi nathan menghentikannya. "Udah gak usah di makan lagi" ucap nathan dengan mengambil alih sendok di tangan ara.
"Kenapa?" tanya ara.
"Biar gw yang habisin" ucap nathan. ara yang mendengarnya pun langsung mengembangkan senyumnya.
"Beneran?" tanya ara kepada nathan dan nathan menganggukkan kepalanya.
Nathan mengambil kotak makanan yang di bawakan oleh sheyla dan memakannya. "Kenapa manis nasi gorengnya?" tanya nathan dengan nada kecil tapi ara bisa mendengarnya.
******
Di sekolah terlihat Andita dan Erina duduk di ujung di tempat bangku mereka. "Huh.....sumpah ya kalo sekolah cuma bedua gak asik banget" ucap Andita sambil meletakkan wajahnya diatas tangannya.
"Bener banget.....si ara sih ngapain nyuruh kita sekolah" ucap Erina.
"Gw males lagi belajar matematika" ucap Andita.
"Ke luar aja yuk" ajak Andita.
"Mau kemana?" tanya Erina kepada Andita.
"Ke kantin atau gak kita langsung ke rumah sakit aja" ajak Andita.
__ADS_1
"Ke kantin aja....ntar kalo ke rumah sakit kita juga yang di marahin sama dia.....diakan nyuruh kita sekolah......lagi pula biarin dia istirahat aja di rumah sakit" ucap Erina kepada Andita.
"Yaudah ayo kita ke kantin" ajak Andita dan merekapun berjalan menuju kantin.
Setibanya mereka di kantin tidak ada siapa siapa kecuali pemilik kantin karna sekarang adalah jam belajar bukan jam istirahat makanya tidak ada satupun siswa atau siswi yang ke kantin.
"Sepi banget" ucap Andita.
"Bego banget sih lo.....kan orang lagi belajar" ucap Erina sambil memukul kepala Andita.
"Oiya" ucap Andita tapi Erina tidak menjawab perkataan Andita. Mereka berjalan menuju tempat pemesanan makanan. setelah sampai di sana mereka di sambut oleh bu iis.
"Mau makan apa non Andita sama non Erina?" tanya bu iis karna memang Andita, Erina dan juga ara sudah lumayan dekat dengan bu iis karna mereka sering memborong makanan bu iis jika makanan tersebut tidak habis di jual dan setelah itu mereka bagi bagi kepada orang yang tidak mampu untuk membeli makanan.
"Saya siomay aja buk....kalo airnya air biasa aja" ucap Erina.
"Saya mie ayam bakso ya buk....airnya teh aja bu" ucap Andita.
"Yaudah ibu buat dulu ya non.....non mau nunggu dimana?" tanya iis.
"Kita nunggu nya di meja biasa bu" ucap Andita.
"Yaudah nanti ibu antar ke sana" ucap iis. Andita dan Erina pun mengangguk mengiyakan dan langsung menuju tempat yang biasa mereka duduki.
Sekitar 10 menit untuk Andita dan juga Erina menunggu bu iis akhirnya bu iis datang dengan membawa makanan yang sempat mereka pesan tadi.
"Silahkan non" ucap bi nur sambil meletakkan makanan dan minuman mereka masing masing.
"Makasih" ucap Erina dan Andita bergantian.
Setelah selesai meletakkan makanan milik Erina dan juga Andita bu iis pamit pergi karna masih banyak pekerjaan lain. Andita dan Erina pun mengangguk mengiyakan. Setelah bu iis pergi mereka berdua menyantapi makanan yang mereka pesan tadi.
__ADS_1