
Andre yang melihat nathan berdiri di samping ranjang ara dan menatap lekat ara pun langsung tersenyum. "Bun" panggil andre kepada nita sambil menyenggol bahu nita tapi pandangannya masih ke arah nathan yang menatap ara.
Nita tidak bertanya kenapa dengan suaminya tersebut karna takut mengganggu bi nur yang masih nyaman menangis di bahunya tapi nita melihat ke arah mana mata andre melihat dan dia menemukan sosok nathan yang sedang berdiri di samping ranjang ara dan menatap lekat ara.
Seketika sedih nita hilang saat melihat sang putra sedang memperhatikan sang calon menantunya. Nita pun tersenyum bahagia melihat itu. "Bunda bakal bahagiain kamu sayang" ucap nita dalam hati.
Jam menunjukkan pukul 01:30 semua orang yang berada di ruangan ara tertidur pulas begitupun dengan nathan. nathan tertidur di atas kursi dan menundukkan kepala nya di ranjang yang di tempati ara. Erina dan Andita masih di posisi tadi. Sedangkan Andre nita mang mamat dan bi nur tidur di bawah di atas tikar.
Bi nur sudah meminta izin sebelumnya untuk menjaga ara di rumah sakit. Sedangkan mamat menemani sang istri tercintanya itu karna mamat juga sudah menganggap ara seperti anak sendiri.
Ara sudah bangun dari tidurnya dan menggerak gerakkan tangannya tapi tidak ada yang sadar jika ara bangun. "Kak dewa..." panggil ara dengan suara yang masih lemah tapi tidak ada satu orang pun yang mendengar suara ara.
"Kak dewa.." panggil ara lagi yang masih lemah. nathan yang merasa ada suara yang memanggil manggil nama dewa pun langsung terbangun dan melihat jika ara lah yang memanggil manggil nama dewa.
Ara yang melihat nathan bangun pun langsung bingung karna dia tidak mengenal nathan. "Lo siapa?" tanya ara lemah sedangkan nathan tidak menjawab karna dia masih sangat mengantuk.
"Gw di mana?" tanya ara lagi. nathan yang masih terasa mengantuk akhirnya menjawab juga.
"Lo di rumah sakit" jawab nathan. ara pun hendak duduk tapi nathan melarangnya.
"Ehh lo mau ngapain?" tanya nathan sambil memegang bahu ara dan menyuruhnya untuk istirahat lagi.
"Gw mau duduk" ucap ara dan nathan melepaskan pundak ara.
Saat dia hendak duduk tiba tiba kepalanya terasa pusing. "Auuu" rengek ara. nathan yang acuh tak acuh pun langsung melihat ke arah ara.
"Lo kenapa?" tanya nathan datar. .
"Kepala gw pusing" ucap ara. nathan mendengus kasar.
__ADS_1
"Makanya lo istirahat aja jangan banyak gerak" ucap nathan ketus.
"Gw mau duduk" bantah ara nathan kembali mendengus kasar karna ara tidak mau mendengarkan perkataannya.
"Srah lo dah" ucap nathan ketus dan membiarkan ara duduk.
Ara melihat ke samping kanan terdapat Erina dan Andita yang sedang tertidur pulas sambil memeluk satu sama lain. "Mereka gak pulang?" tanya ara kepada nathan dan nathan hanya menggelengkan kepala.
Ara mengalihkan pandangannya ke depan dan terlihat ada 5 orang yang sedang tertidur di sana dengan beralaskan tikar. seketika air mata jatuh sendiri dan ara kaget karna yang dia lihat hanya ada bi nur dan mang mamat orang rumah yang menemaninya sedangkan orang tuanya tidak datang.
Nathan yang sedari tadi melihat ara kaget karna ara tiba tiba menangis. "Lo kenapa nangis?" tanya nathan. Ara kaget karna dia tidak sadar akan nathan yang berada di sampingnya dan memperhatikannya menangis dengan cepat dia menghapus air matanya.
"Hah gw nangis?" tanya ara sambil tertawa kecil.
"Ya iya lah kalo gak lo siapa lagi" ucap nathan ketus.
Ara yang melihat nathan hanya diam mengulurkan tangan kanannya yang patah di bantu oleh tangan kirinya karna menurutnya tidak akan sopan jika bersalaman menggunakan tangan kiri dan mengajak nathan berkenalan karna dia tidak tau siapa nathan. "Kenalin gw ara" ucap ara sambil tersenyum. nathan langsung melihat ke arah ara dan melihat tangan ara.
"Udah tarok lagi tuh tangan" ucap nathan datar tapi ara tidak memperdulikannya.
Nathan sedikit geram karna baru kali ini seorang wanita tidak mengikuti perkataannya. dia berdiri dan meletakkan kembali tangan ara yang patah ke atas tempatnya tadi. "Gw nathan" ucap nathan datar. ara sedikit kesal karna ini pertama kali baginya ada laki laki yang menolak untuk bersalaman kepadanya.
Nathan menatap ke arah ara sedangkan ara ara tidak sadar jika sedari tadi nathan memperhatikannya dan dia sibuk dengan pikirannya. "Kak dewa ninggalin gw" guman ara dalam hati.
"Huh mami sama papi emang gak sayang sama gw" guman ara dalam hati lagi sambil tersenyum.
Nathan yang memperhatikan ara sedari tadi pun bingung karna ara senyum senyum sendiri. "Lo kenapa?" tanya nathan kepada ara. Ara yang sedang memikirkan sesuatu langsung kaget.
"Huh lo ngomong sama gw?" tanya ara.
__ADS_1
"Kalo gak ngomong sama lo sama siapa?" tanya nathan datar.
Ara bingung harus menjawab apa dan tiba tiba perutnya terasa sangat lapar. ara pun memegang perutnya dan keluarlah bunyi khas orang kelaparan. nathan yang mendengar bunyi dari perut ara pun tertawa kecil.
"Lo kenapa?" tanya ara kepada nathan.
"Lo laper?" tanya nathan tapi ara tidak menjawab pertanyaan nathan. Tidak memerlukan jawaban nathan langsung menggelengkan kepala dan berdiri ingin mengambil rantang yang berisikan makanan yang emang di simpan untuk ara dan Andita.
Selesai nathan mengambil makanan untuk ara dia langsung kembali duduk di kursi di samping ara. "Kalo laper tu bilang" ucap nathan sambil membuka rantang yang sempat dia ambil tadi.
"Nih makan" perintah nathan sambil menyodorkan rantang yang berisikan makanan tersebut tanpa malu malu ara langsung mengambil makanan yang ada di tangan nathan tersebut.
Ara yang melihat makanan yang di berikan oleh nathan dengan penuh semangat. "Siapa yang bawa makanan ini?" tanya ara kepada nathan.
"Asisten rumah tangga lo yang bawa" jawab nathan ara seketika kesal karna nathan memanggil bi nur dengan sebutan asisten rumah tangga.
"Dia bukan asisten rumah tangga gw.......dia bibi gw" ucap ara kesal.
"Bukannya dia asisten rumah tangga lo?" tanya nathan lagi.
"sembarangan aja lo ngomong" ucap ara kasar. sedangkan nathan hanya diam dan tidak mengubris aoa yang di katakan oleh ara.
.Ara terlihat kesulitan makan menggunakan tangan kiri. nathan yang melihatnya pun langsung menawarkan diri untuk menyuapi ara makan. "Sini gw suapin" ucap nathan dan mengambil alih sendok yang di pegang oleh ara.
Tapi ara tidak mau di suapi oleh laki laki yang baru saja dia kenal. "Udah gak usah gw bisa sendiri" ucap ara ketus dan mengambil kembali sendok yang ada di tangan nathan.
"Yaudah" ucap nathan ketus.
Ara berusaha ingin memasukkan makanan ke mulutnya tapi dia tidak bisa makan menggunakan tangan kiri.
__ADS_1