
Malam harinya
Ara sedari tadi menunggu Andita di cafe tadi sampai sampai dia tertidur dan sudah tidak ada lagi satu orang pun di toko bunga itu.
"Astaga pasti Andita udah pulang duluan" ucap Ara dan memukul pelan dahinya karna kelepasan. Ara memilih untuk berjalan kaki menuju ke apartemennya dengan pikiran ntah kemana.
"Kok gue kepikiran dia terus sih" ucap Ara langsung berjongkok dan memegang kepalanya menggunakan kedua tangannya.
"Huh" Ara mendengus kasar dan mengangkat kepalanya dan langsung melihat Nathan.
"Hah? kok gue..." ucap Ara terpotong dan melihat jika dia sekaranh sedang di depan perusahaan sang suami. Ara berdiri tegak dan ingin berlalu tapi dia melihat Nathan dan Feli yang sedang berpegangan tangan.
"Dia emang cantik" guman Ara dengan senyum sedihnya dan langsung berlalu.
"Lepasin aku" bentak Nathan yang membuat langkah kaki Ara terhenti dan menetap ke arahnya dan juga Feli.
"Nathan aku mohon balik lagi sama aku....aku beneran masih cinta sama kamu" ucap Feli merengek memohon kepada Nathan.
__ADS_1
"Aku udah punya istri yang sangat aku cintai dan gak mungkin aku balik sama wanita murahan kayak kamu ini" ketus Nathan dan menatap ke depan dan dia langsung menatap sang istri.
"Itu Ara kan?" guman Nathan.
"Dia liat gue" ucap Ara dan langsung berlalu.
"Ara" teriak Nathan. Ara tidak menjawabnya dan langsung berlalu. Nathan tidak tinggal diam diapun mengikuti sang istri karna dia belum mendapatkan maaf dari sang istri.
"Hey tunggu" ucap Nathan yang sedikit kewalahan mengikuti sang istri yang berjalan setengah berlari.
"Ada apa?" tanya Ara yang menghentikan langkahnya tanpa menatap Nathan.
"Kamu masih marah? kamu masih belum maafin aku?" tanya Nathan menatap sang istri yang tidak mau menatapnya itu.
Lampu lampu jalan yang mereka pijaki sekarang itu menyala dan itu nampak sangat romantis pemandangannya. Nathan sedikit ngos ngosan.
"Aku mohon maafin aku" mohon Nathan sambil menggenggam tangan sang istri. Ara hanya menatap sang suami dengan menahan air matanya yang ingin tumpah itu.
__ADS_1
"Kamu udah bilang kemarin kan minta cerai?" tanya Ara dan melepaskan tangan sang suami.
"Aku terlalu kemakan sama omongan orang yang bilan tentang kamu" jawab Nathan.
"Memangnya tentang apa?" tanya Ara menatap lekat wajah sang suami.
"Kami belum cinta sama aku dan kamu masih cinta sama Dewa makanya aku cukup putus asa" jelas Nathan menatap lekat sang istri.
"Kamu kenapa sebodoh itu terlalu cepet banget percaya sama omongan orang hah?" bentak Ara kesal kepada sang suami.
"Aku minta maaf" ucap Nathan saat melihat air mata sang istri yang paling ia cintai itu jatuh ke pipi cantiknya. Ara tidak menjawabnya karna dia masih kesal terhadap Nathan yang terlalu mudah percaya dengan ucapan orang lain.
"Huh" Nathan mendengus panjang. "Jujur aku udah sejak lama cinta sama kamu" ucap Nathan yang sedikit gugup dan memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang istri.
Ara tersentak kaget mendengar pernyataan dari sang suami karna dia masih bekum percaya sepenuhnya akan ucapan Nathan tadi. "Kenapa kemarin kamu ngizinin aku minta cerai hah?" bentak Ara dan menepis kasar tangan sang suami yang menggenggamnya itu.
"Aku minta maaf....aku udah kemakan sama ucapan Destina" jawab Nathan dan menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap istrinya bukan karna takut tapi dia tidak mau melihat sang istri menangis.
__ADS_1
"Nathan kenapa kamu bodoh banget sih? kamu ini memotivasi orang lain tapi kamu sebodoh ini?" ketus Ara dan mengangkat kepala sang suami supaya menatapnya.