
Setelah selesai makan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka ke hotel yang mereka tempati.
"Capek?" tanya Nathan melihat istrinya itu seperti kelelahan.
"Lumayan" jawab Ara menatap Nathan dengan wajah sedikit lemas. karna memang dia sedikit kelelahan karna setelah sampai di amsterdam dia langsung mengajak Nathan berjalan jalan dan itu berjalan kaki tidak menaiki kendaraan.
"Mau di gendong?" tanya Nathan menatap istrinya itu dan menghentikan jalannya. Ara juga ikut menghentikan jalannya dan menatap sang suami yang nampak semangat dan tidak terlalu lelah sama sepertinya.
"Boleh" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya. Nathan pun membungkuk di depan istrinya itu. Arapun langsung naik ke atas punggung suaminya itu.
Nathan kembali berdiri tegak dan melanjutkan perjalanannya dan menggendong enteng tubuh mungil istrinya itu.
"Nat" panggil Ara yang ada di dalam gendongan Nathan.
"Hmm" jawab Nathan dan berjalan pelan dengan menggendong istrinya itu.
"Kamu kenapa mau di jodohin sama aku?" tanya Ara dan menatap suaminya itu dari samping.
"Karna bunda" jawab Nathan berbohong padahal dia mencintainya.
"Ooh" jawab Ara mengangguk mengerti.
"Mungkin gue yang terlalu berharap" guman Ara karna memang dia sudah mulai merasa nyaman akan kehadiran Nathan di dalam hidupnya.
Ara tertidur di punggung Nathan tanpa dia sadari. "Udah sampai" ucap Nathan saat sudah sampai di depan pintu hotel.
Ara tidak menjawab perkataan itu dan membuat Nathan berusaha ingin melihat kenapa istrinya itu tidak menjawab.
"Ketiduran rupanya" guman Nathan dan langsung membuka pintu hotel itu dan masuk ke dalamnya.
Nathan terlebih dahulu merebahkan tubuh istrinya itu di atas kasur dan melepaskan sepatu dan mantel milik istrinya itu dan langsung meletakkannya di dalam lemari yang ada bajunya dan juga istrinya itu karna mereka menyewa hotel itu selama seminggu.
Setelah selesai membereskan pakaiannya dan juga istrinya. Nathan memilih untuk merebahkan tubuhnya juga di samping sang istri sambil memeluk pinggang wanita yang ia cintai itu dan diapun ikut terlelap menyusul sang istri di dalam mimpi.
Keesokan paginya
__ADS_1
Ara terlebih dahulu bangun dari tidurnya karna dia merasa badannya sedikit sakit seperti ada beban. Ara membuka matanya dan melihat ke pinggangnya dan ternyata tangan Nathan yang sedang berada di atas pinggangnya.
Ara menatap wajah suaminya itu dengan lekat dan sampai sampai senyum di wajah cantiknya itu mengembang. "Emang karna bunda" ucap Ara dan langsung memindahkan tangan suaminya itu pelan dari atas pinggangnya.
Setelah itu dia langsung beranjak masuk ke dalam kamar mandi dan terlebih dahulu melaksanakan sholat dan mandi.
Setelah selesai diapun langsung keluar dari dalam kamar mandi itu dan melihat suaminya sudah tidak ada di dalam kamar. "Kemana dia?" guman Ara tak mendapati suaminya.
Ara berjalan masuk ke dalam ruang ganti yang ada di dalam kamar hotelnya itu karna ingin sedikit berhias.
"Sholat rupanya" guman Ara dengan senyum yang terukir di wajahnya saat melihat sang suami sedang melaksanakan sholat.
Ara memilih untuk tidak masuk terlebih dahulu dan duduk di atas tempat tidur yang sudah rapi di susun oleh suaminya itu sambil memantkan ponsel miliknya.
"Belum ada perkembangan....huh" ucap Ara sambil mendengus panjang dan meletakkan kembali ponselnya ke atas meja yang ada di samping tempat tidur itu.
"Perkembangan apa?" tanya Nathan yang sedari tadi menatap istrinya itu.
"Masalah kecelakaan mama sama papa" jawab Ara dan berlalu meninggalkan suaminya itu yang menatapnya.
"Kenapa liatin gitu?" ketus Ara karna bisa melihat jika Nathan menatapnya.
Nathan tidak menajwab dan memilih untuk mengmbil handuk miliknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi Nathan langsung masuk ke dalam ruang ganti dan mengenakan pakaian sedangkan Ara duduk di dekat ruang tamu yang ada di dalam hotel itu.
"Udah?" tanya Ara kepada Nathan saat Nathan sudah keluar mengenakan pakaiannya.
"Udah" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Ara langsung berdiri dan keluar dari hotel itu diikuti oleh Natahn dari belakang.
Ara dan Nathan menaiki taxi untuk pergi ke kediaman Rizal. Sesampai di sana senyum di wajah Ara nampak mengembang bahagia begitupun dengan Nathan yang ikut tersenyum melihat istrinya tersenyum.
Ara dan Nathan langsung masuk ke dalam dan terlihat banyak sekali orang orang yang menghadiri acara ulang tahun Rafael dan yang menghadiri acara itu kebanyakan teman temannya.
"Onty...uncle" teriak Rafael saat melihat Ara dna Nathan datang ke acaranya tanpa memberitahunya dan langsung berlari menuju ke arah Ara dna juga Nathan.
__ADS_1
"Ponakan Onty" ucap Ara dan langsung berjongkok. Rafael langsung memeluk tantenya itu karna dia snagat merindukannya begitupun dengan Ara sedangkan Nathan hanya mengusap kepala keponakan istrinya itu.
"Onty sama uncle kenapa gak bilang mau kesini?" tanya Rafael sambil menatap Ara dan Nathan secara bergantian dan dia menghadap ke arah Nathan dengan menengadah.
"Buat suprise sayang" jawab Nathan dan ikut berjongkok dan mencubit pipi cuby keponakan istrinya itu.
"Mana kadonya?" tanya Ara kepada Nathan. Natahn menyodorkan paperbag yang berisi kado untuk Rafael darinya dan juga Nathan.
"Ini kado buat Ael...ini dari Onty dan ini dari uncle" jelas Ara dan menunjukkan isi paperbag itu secara bergantian kepada keponakannya itu.
"Makasih uncle" ucap Rafael langsung merangkul leher Nathan. Ara sedikit cemburu melihat itu karna Rafael tidak berterima kasih juga kepadanya.
"Sama sama sayang" jawab Nathan dan membalas pelukan Rafael.
"Jangan peluk Onty lagi" ketus Ara seperti anak kecil yang merajuk. Rafael dan Nathan menatap ke arah Ara yang nampak cemberut.
"Onty kamu marah sayang" ledek Nathan.
"Siapa yang marah" bantah Ara dan kembali mengerucutkan bibirnya.
Cup
Nathan mencium sekilas bibir yang nampak mengerucut itu dan Rafael senang melihat itu dan ikut mencium bibir Ara sama seperti Nathan. "Sini di peluk juga" ucap Nathan dan memeluk istrinya itu.
Rafael pun ikut memeluk Ara dna juga Nathan dan Ara tidak menolak itu dan mengeratkan pelukannya.
"Hey" sapa Kya saat melihat ketiga orang itu berpelukan. Ara menengadah melihat siapa yang memanggilnya itu.
"Ponakan bibi" ucap Kya kegirangan karna dia juga tidak tahu jika Ara akan ke amsterdam.
Ara berdiri begitupun dengan Nathan. Nathan menggendong tubuh Rafael yang masih kuat ia gendong. Ara langsung memeluk tubuh Kya dengan penuh kasih sayang karna dia merindukan bibinya itu.
"Paman mana bi?" tanya Ara kepada Kya.
"Paman di dalam" jawab Kya. Ara langsung mengajak Kya dan yang lainnya untuk masuk mendalam.
__ADS_1
"Kalian kenapa gak bilang kalo mau datang?" tanya Kya dalam perjalanan masuknya.