
"Sama siapa? apa dia cinta sama istrinya itu?' tanya Feli penuh selidik.
"Jelas aja dia cinta sama istri nya" jawab Vino dan langsung berlalu meninggalkan Feli.
"Gak bakal aku biarin siapapun ngedapetin kamu Nathan" guman Feli dengan menggerakkan tangannya dan kembali ke apartemennya karna memang apartemennya terletak di sana juga.
Di apartemen Nathan.
Nathan nampak baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan memilih untuk masuk ke dalam kamar sang istri. "Aku beneran cinta sama kamu" ucap Nathan sambil menatap poto sang istri yang tertempel sangat besar di kamar itu.
"Apa gak ada sedikit aja perasaan cinta di hati kamu buat aku?" guman Nathan sedih dan mendudukkan tubuhnya dan menatap poto sang istri yang ada di atas lemari kecil di samping ranjang itu.
*****
Cklekk
Pintu ruangan Ara terbuka dan sesegera mungkin Ara menghapus air matanya. "Ara" panggil Andita karna memang dia juga ikut dengan Erina dan Vino.
Ara menoleh ke arah kedua sahabatnya itu dengan mata bengkak akibat menangis. "Lo nangis?" tanya Erina menatap lekat sahabatnya itu. Ara menggelengkan kepalanya dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Jangan boong jelas jelas mata lo bengkak gini" ketus Andita.
Hikssss....hikssss
Ara langsung menangis tanpa memperdulikan Vino. Erina dan Andita heran dan langsung memeluk sang sahabat itu.
"Jangan nangis lagi" ucap Erina sambil mengusap lembut punggung sahabatnya itu.
"Lo kenepa nangis gini ra?" tanya Andita.
"Nathan bentak gue hiksss...hiksss" ucap Ara kembali menangis.
"Tadi gue nanya masalah wanita yang kemarin sama dia terus dia langsung bentak gue hiksss...Hikssss" jelas Ara kembali terisak.
"Bukannya lo udah biasa di marah marahin sama orang? trus kenapa lo sesedih ini di bentak sama kak Nathan? kecuali kalo lo udah cinta sama dia makanya lo sesedih ini" tanya Erina sengaja karna dia belum yakin jika Ara mencintai Nathan.
"Hikssss....hiksssss iya gue udah sayang sama dia tapi kenapa saat gue udah sayang sama dia dia malah ngehianatin gue" ucap Ara kembali terisak tanpa memperdulikan Vino yang sedari tadi duduk di atas sofa.
Senyum di wajah Vino mengembang saat mendengar pernyataan Ara itu. Senang saat mendengar itu karna perasaan Nathan terbalas.
__ADS_1
"Lo cemburu?" tanya Andita melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah Ara yang nampak sembab itu. Ara mengangguk mengiyakannya dengan sedikit terisak seperti orang yang baru sudah menangis itu.
"Kenapa lo gak bilang sama kak Nathan klo lo cemburu?" ketus Andita.
"Ya gak mungkin lah gue takut jawabannya ngecewain gue" jawab Ara dengan menundukkan kepalanya.
Kedua sahabatnya itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karna memang Ara sangat lah gengsi untuk mengungkapkan perasaan.
Hiksssss.....hiksssss
Ara kembali menangis. "Udah jangan nangis lagi" ucap Amel mencoba menenangkan Ara.
"Gue takut kehilangan dia" jawab Ara dan kembali memeluk kedua sahabatnya itu dengan tangis tiada henti.
Erina merebahkan tubuh Ara dengan perlahan supaya Ara tidak terbangun.
Cklekk
Pintu ruangan itu terbuka dan semua mata menatap ke arah pintu itu tapi tidak dengan Ara yang sudah terlelap di pelukan kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Terlihat Nathan dengan wajah murung nya masuk ke dalam ruangan itu. "kakak dari mana aja?" ketus Andita karna masih emosi saat mendengar jika Nathan membentak Ara.