
Sesampai di luar ara sudah di tunggu oleh sopir yang sudah di suruh oleh nita untuk mengantarnya. Sopir itu membukakan pintu untuk ara dan ara langsung masuk setelah ara masuk sopir itupun juga masuk ke kursi kemudi dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"Makasih pak" ucap ara karna dia sudah sampai di panti dengan di antarkan oleh sopir peribadi kelurga pernandess. Sopir itu hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepada ara.
Sopir itu langsung melajukan mobil dan kembali ke kediaman Adijaya sedangkan ara dia baru saja ingin masuk tapi fatimah ibu Barqi sudah ada di depannya. "Ibu" panggil ara heran karna setaunya belum waktu subuh.
"Kamu dari mana aja nak?" tanya fatimah kepada ara.
"Barqi gak bilang?" tanya ara kepada fatimah dan fatimah hanya menggelengkan kepalanya.
"Ara nginep di rumah Erina bu...ara udah ngajarin Barqi kok" jelas ara kepada fatimah.
"Kenapa pulangnya pagi banget nak?" tanya fatimah sambil membuka gerbang dan mengajak ara masuk ke dalam panti.
"Ara kan mau sekolah jadia ara pulangnya cepet bu" jawab ara kepada fatimah.
"Bukannya baju sekolah kamu kemaren kamu pake? dan kemaren kamu gak pulang ke panti loh nak" ucap fatimah yang membuat ara tersadar jika baju sekolahnya di rumah amel.
"Astaga ara lupa bawa bu" jawab ara dan langsung berlalu pergi meninggalkan fatimah yang masih menatapnya.
Ara berlari sekencang mungkin dengan kaki yang masih sedikit sakit tapi itu tidak memudarkan semangatnya.
Ara telah sampai di rumah Erina tapi gerbang rumah amel tertutup. Arapun memencet bel yang ada di luar berharap amel keluar dari rumah.
"Non ara?" ucap mang dadang karna dia mengenali ara.
"Mang panggilin Erina....baju sekolah ara ketinggalan disini" ucap ara dengan nafas ngos ngosan akibat berlari lumayan jauh.
"Yaudah ayo non masuk dulu" ucap mang dadang sambil membukakan gerbang yang masih tertutup itu.
__ADS_1
Ara mengikuti mang dadang yang sudah berada di depan pintu rumah Erina. Mang dadang membuka pintu rumah amel itu karna tadi dia membukanya. Ara langsung masuk tanpa di suruh oleh mang dadang dan dia langsung naik ke tangga menuju kamar Erina.
Ara membuka pelan pintu kamar Erina karna dia takut jika dia membuka pintu dengan tidak hati hati pasti Erina akan bangun dan mewawancarainya.
"Andita gak nginep disini?" guman ara yang hanya melihat Erina sendiri tertidur di kamar itu. Ara langsung mangambil alat sekolahnya yang ada di dalam kamar Erina dan langsung berlalu meninggalkan kamar Erina.
"Udah mau pulang non?" tanya mang dadang.
"Iya mang...kan ara mau sekolah....yaudah ara pamit assalamualaikum" ucap ara dan langsung berlalu meninggalkan rumah Erina dan kembali menuju ke panti dengan berjalan santai.
*****
Di kediaman Adijaya nathan sudah selesai melaksanakan sholat bersama dengan semua orang di rumahnya karna sudah waktu subuh. Nathan kembali ke kamarnya dia membersihkan tubuhnya.
****
Ara baru saja sampai di panti dan langsung masuk ke dalam panti dan melaksanakan sholat sendiri di mushola panti karna semua orang sudah melaksanakan sholat dan mungkin tadi di dalam perjalanan dia sedikit melamun dan berjalan pelan.
Jam menunjuk pukul 06:25 dan ara sudah siap dan sudah rapi dengan pakaian sekolahnya. Dia turun ke bawah ingin sarapan pagi dan dia belum menyadari akan ponselnya yang tidak ada dengannya.
"Tumben lo udah siap" ucap barqi saat melihat ara yang sudah rapi menggunakan pakaian sekolah.
"Gw selalu siap" ucap ara dan duduk di dekat Barqi untuk menyantap sarapannya.
"Kak" panggil roni yang baru saja sampai dan langsung duduk di samping ara.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya ara kepada roni.
"Apa aja kak" jawab roni yang masih sedikit canggung. Ara menyiapkan makanan untuknya dan juga roni setelah itu dia memberikan piring yang berisikan makanan kepada roni.
__ADS_1
Semua yang ada di dapur itupun langsung menyantap makanan mereka masing masing dengan lahap.
Setelah selesai makan ara berpamit untuk menemui rini dan memberi rini susu dan semua orang pun mengizinkannya.
Ara memberikan dan membimbing rini untuk meminum susu yang sudah di siapkan oleh Diana karna ara tidak tau takaran susu dan kebetulan diana juga ingin membuatkan anaknya susu dan dia sekalian membuatkan untuk rini.
"Bu ara pamit" ucap ara karna dia sudah selesai memberi makan rini dan jam juga sudah menunjuk pukul 06:30 dan dia tidak mau terlambat lagi.
Ara langsung berangkat berjalan kaki karna menurutnya itu lebih sehat dan dia juga bisa berhemat.
Ara sudah sampai di sekolah dan itu pagi sekali menurut teman temannya karna tidak biasanya seorang ara rianti berangkat sepagi ini. Ara langsung masuk ke dalam kelas dan langsung duduk di tempatnya dan mengambil buku untuk memahami mana yang belum dia pahami.
"Tumbenan banget berangkat sepagi ini biasanya juga telat" ketus timi karna memang dia sangat membenci ara.
"Ada masalah?" ketus ara yang tak mau kalah.
"Iiiissss" jawab timi yang sudah tersekak oleh ara dan dia tidak tau ingin menjawab apa dan dia memilih untuk pergi.
Ara kembli membaca buku pelajarannya. Sudah 10 menit ara membaca buku dan tidak ada tanda kedua sahabatnya datang ke sekolah. "Huh" ara mendengus kasar dan meletakkan kepalanya di atas meja dengan beralas tangan dan buku yang menutup wajahnya.
Baru saja ara ingin memejamkan matanya dan tidur bel sekolah sudah berbunyi untuk apel pagi dan kdua sahabatnya juga belum terlihat. Ara berjalan malas menuju ke lapangan untuk mendengar ocehan ocehan dari guru.
"Erina sama Andita mana sih" ucap ara kesal karna belum melihat batang hidung kedua sahabatnya itu.
Bu adriana menyampaikan apa yang perlu di sampaikan dan itu semua menyangkut tentang sekolah. Dan dia juga membahas tentang kelas 12 yang akan melaksanakan ujian akhir pada hari senin tanggal 04 april dan itu akan di laksanakan minggu depan lebih tepatnya beberapa hari lagi.
Ara tidak memperdulikan itu dia berjongkok berlindung di balik orang banyak yang sedang berdiri sambil menghadap ke arah pagar untuk melihat kedua sahabatnya itu.
"Pak ijinin kita masuk dong pak" ucap Andita dan Erina bersamaan karna mereka berdua terlambat akibat menjemput ara di panti dengan jarak panti jauh dari sekolah mereka.
__ADS_1
"Kemaren neng ara dan sekarang kalian....bapak aja udah muak ngeliat muka kalian tiap hari yang telat" jawab pak bima karna mereka lah yang selalu telat datang ke sekolah.