Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 17 #3


__ADS_3

"Bunda di mana istriku?" tanya Nathan dengan menatap lekat ibu nya itu. Nita menatap wajah anak nya yang nampak sangat kehilangan dan sedih akan kepergian Ara yang tidak tau kemana.


"Dia akan kembali kan bunda?" tanya Nathan lagi dengan menatap lekat ibu nya itu dengan wajah kecewa dan kehilangan atas istri kecil nya itu.


"Iya dia akan kembali" jawab Nita dengan senyum yang melebar menatap anak nya itu.


Di tempat Ara.


"Lahap sekali kau makan, Selapar itu?" tanya Roky dengan menatap Ara yang makan dengan lahap itu.


"Hem, Sangat lapar" jawab Ara dan kembali melahap makanan yang ia belikan tadi sampai habis.


"Aku keluar terlebih dahulu membantu nenek" ucap Roky dan beranjak berdiri dari sana, Ara mengangguk mengiyakan nya dan Roky pun langsung berlalu dari sana.


Roky menghampiri nek Saidah yang sedang menyiapkan barang barang untuk jualan di depan. Ara di dalam sudah selesai makan, Dia membereskan bekas makan nya dan setelah itu dia langsung keluar menghampiri nek Saidah dan juga Roky.


"Kau sudah selesai makan?" tanya Roky kepada Ara yang baru saja keluar dari rumah.


"Hem" jawab Ara mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang mengembang. Roky tidak melanjutkan ucapan nya dan menyiapkan meja dan kursi di halaman rumah itu tanpa atap tapi pemandangan di sana sangat menyejukkan.


"Mau kemana kau?" tanya Roky saat melihat Ara yang ingin membantu nya.


"Membantu mu" jawab Ara dan meletakkan kursi di hadapan Roky.


"Tidak usah, kau itu sedang hamil, Bantu nenek saja di sana" ucap Roky kepada Ara dengan menunjuk ke arah nek Saidah yang sedang berada di dalam tempat banyak nya makanan.


"Baiklah" jawab Ara dan langsung berlalu mendekat ke arah nek Saidah dan membantu nek Saidah di sana.


Malam hari nya.

__ADS_1


Sudah waktu nya warung nasi itu di tutup, Roky membereskan meja meja dan kursi Sedangkan Ara dia membantu nek Saidah membawa bekas tempat tempat kotor ke dalam rumah. "Ah perut ku" guman Ara yang sedikit kesakitan di perut nya.


"Nak kau kenapa?" tanya nek Saidah saat melihat Ara berhenti di belakang nya.


"Perut Ara sedikit sakit nek" jawab Ara dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di dapur itu.


"Yasudah duduk lah jangan banyak bergerak lagi" ucap nek Saidah kepada Ara, Ara mengangguk mengiyakan nya dan memilih untuk duduk dan tidak membantu lagi.


"Andai saja dia tidak menghamili wanita lain" guman Ara yang kembali teringat akan suami nya.


"Nek Ara ke atas saja" pamit Ara dan beranjak berdiri dan berjalan menaiki anak tangga.


Sembilan bulan kemudian.


Ara sudah melahirkan seorang anak perempuan cantik dan sehat yang di beri nama Yuna Aqila tapi anak nya itu tidak bisa melihat akibat ada kesalahan saat Ara menghamili anak nya itu mungkin karna kelelahan yang berlebihan. "Sayang jangan lah menangis" ucap Ara yang sedang menggendong anak nya itu dan sekarang berada di dalam kamar nya.


Yuna masih belum diam dan masih menangis kencang. Ara tidak putus asa dan mencoba menenangkan anak nya itu, Roky yang mendengar isakan Yuna pun masuk ke dalam kamar Ara yang tidak di kunci itu. "Kenapa Yuna Ra?" tanya Roky kepada Ara.


"Sini biar aku yang mencoba menenangkan nya" ucap Roky dan mengambil alih Yuna dari Ara, Ara memberikan nya dan Roky pun mencoba menenangkan anak itu. Roky selalu setia dan selalu berada di samping Ara dari Ara datang ke rumah itu sampai saat ini tapi Roky tidak menemani Ara melahirkan karna Ara tidak mengizinkan nya dan hanya nek Saidah yang menemani Ara sewaktu melahirkan waktu itu.


"Syukurlah akhir nya dia tenang" ucap Ara yang lega saat melihat anak nya selalu tenang jika di gendong oleh Roky maupun lelaki yang pernah menggendong nya itu. Roky menoleh ke arah Ara yang nampak lega akan anak nya yang sudah tertidur itu.


"Lelah sekali" guman Ara dan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang yang ada di dalam kamar nya itu. Roky berjalan ke arah tempat tidur Yuna dan meletakkan anak itu dengan sangat hati hati ke dalam tempat tidur nya dan setelah itu dia kembali ke dekat Ara.


"Kakak ingin bertanya dengan mu boleh?" tanya Roky dengan menatap lekat wajah Ara. Ara yang awal nya menatap anak nya pun beralih menatap ke arah Roky.


"Ingin bertanya apa?" tanya Ara dengan menatap lekat wajah Roky.


"Kau kenapa bisa pergi dari rumah dalam keadaan hamil?" tanya Roky yang belum tau sebab dan penyebab Ara pergi dari rumah saat dalam kondisi hamil karna belum bertanya.

__ADS_1


Di rumah Nathan.


"Ah anak papa sudah bangun" ucap Nathan dan langsung mengangkat anak nya itu ke atas tubuh nya saat dia sudah bangun oleh anak nya yang memukul wajah nya itu.


Anak Delina sudah lahir dua bulan lalu dan dia melahirkan anak perempuan yang di beri nama Oktariani Adijaya, Anak nya terlahir sempurna dan tidak memiliki kekurangan apapun karna saat Delina hamil dia di jaga baik baik oleh orang rumah itu. Tapi sayang nya Nathan sampai saat ini tidak menikahi Delina dan hanya mengurus anak Delina itu dengan penuh kasih sayang sedangkan hubungan nya dengan Delina tidak bagus.


"Mamma" ucap Oktariani dengan memukul wajah Nathan.


"Ini mama" ucap Nathan dengan menunjukkan poto sang istri Ara kepada Oktariani.


"Nathan" panggil Nita dari luar dan langsung masuk ke dalam kamar anak nya itu.


"Kau baru bangun?" tanya Nita kepada Nathan.


"Iya omma" jawab Nathan dan beranjak berdiri dari baring nya dengan menggendong anak nya itu.


"Mandi lah kau biar bunda yang mengurus Okta" ucap Nita dan mengambil alih Oktariani dari Nathan, Nathan memberikan nya dan langsung menuju ke ruang ganti mengambil handuk dan setelah itu langsung mandi.


Setelah selesai mandi Nathan langsung mengganti pakaian nya dengan pakaian kerja dan setelah itu langsung turun dari kamar nya dan menuju ke bawah. "Em sudah wangi" ucap Nathan dan mencium bau anak nya yang baru saja selesai mandi itu.


"Sudah lah jangan mengganggu nya lagi, Kau harus bekerja" ucap Andre dan menjauhkan Oktariani dari Nathan.


"Papa akan berangkat bekerja terlebih dahulu" pamit Nathan kepada anak nya itu dan mencium nya. Setelah itu dia langsung berlalu dari sana sedangkan Delina dia tinggal entah dimana karna saat sudah melahirkan dan di bolehkan pulang dia tidak tinggal di rumah itu lagi.


Nathan masuk ke dalam mobil nya dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya itu.


"Aku akan berangkat bekerja" isi pesan yang di kirimkan oleh Nathan kepada Ara, Nathan memang rutin mengirimkan pesan saat dia melakukan aktivitas apapun ke nomor sang istri meskipun tidak di balas dan tidak masuk kepada sang istri tapi dia tetap saja dia mengirimkan pesan. Setelah selesai mengirimkan pesan dia langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor.


Setelah sampai dia meninggalkan kunci di dalam mobil itu dan langsung berjalan masuk dengan di ikuti oleh asisten nya yakni Terie asisten pribadi nya bukan seperti viona yang asisten bekerja nya. Terie adalah seorang lelaki yang baik dan juga tampan.

__ADS_1


"Hari ini kita ada meating penting pak jam delapan pagi" ucap Viona saat melihat Nathan baru saja datang.


"Siapkan semuanya" perintah Nathan dan berjalan masuk ke dalam ruangan nya.


__ADS_2