Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Terbuka


__ADS_3

"Kenapa kamu gak makan tadi? kenapa kamu malah ngurusin aku?" tanya Nathan di sela sela saat dia menyuapi istrinya itu makan.


"Siapa yang ngancem gak mau makan tadi?" tanya balik Ara kepada suaminya itu.


"Kamu kenapa gak bilang kalo kamu belum makan?" tanya Nathan kembali sambil menyuapi istrinya itu.


"Kalo orang lagi makan jangan di ajak ngomong" ketus Ara saat menerima makanan yang di suapi suaminya itu dan mengunyahnya.


Nathan tidak menjawab perkataan istrinya itu dan kembali menyuapi istrinya itu makan sampai selesai. "Oiya nat" panggil Ara saat melihat suaminya itu meletakkan piring di lemari kecil di samping ranjang itu.


"Hmmm" jawab Nathan dan langsung menatap istrinya itu.


"Gue mau ke rumah papi" ucap Ara sedikit ragu.


"Aku temenin" jawab Nathan.


"Gak usah gue bisa sendiri" jawab Ara.


"Pokoknya aku harus ikut" ucap Nathan. Ara tidak menjawab perkataan suaminya itu dan memilih mengambil jaket miliknya.


"Sekarang?" tanya Nathan. Ara mengangguk mengiyakannya dan Nathan pun juga bersiap siap.


Setelah Nathan sudah siap merekapun pergi ke kediaman Wijaya hanya berdua tanpa di antar oleh sopir.


"Bibi Ara dateng" ucap Ara sambil membuka pintu rumah dan tadi pagar juga Nathan yang membukanya. Ara tidak mendapatkan jawaban dari dalam rumah itu dan langsung masuk di temani oleh suaminya.


Ara mencari cari bi Nur tapi dia tidak menemukannya. Saat Ara ingin masuk ke dalam kamarnya satu kamar di sebelahnya yang tak pernah terbuka itu terlihat terbuka.


Ara langsung masuk ke dalam kamar itu dengan sangat pelan begitupun dengan Nathan. Saat masuk Ara melihat bi Nur dan mang Mamat yang menangis di dalam kamar itu sambil memegang sebuah foto. Ara tidak mau mengganggu dan memilih untuk diam saja.


"Kak maafkan aku" ucap bi Nur sambil terisak dan memeluk bingkai foto.

__ADS_1


"Maafkan kami yang belum bisa mencari bukti tentang kecelakaan kakak dan mengambil hak Ara kak" ucap bi Nur lagi sambil terisak. Ara yang mendengar itu sangat bingung akan perkataan itu.


"Kami gak bisa berbuat apa apa kakak ipar karna kami di ancam oleh Teo" sambung Mamat. Ara belum mau mengganggu dan masih ingin mendengarkannya.


"Kecelakaan kalian pasti udah di rencanakan oleh Teo dan juga Windi kak kami yakin" ucap bi Nur yang semakin terisak. Ara yang mendengar itu tersentak kaget dan tak percaya akan yang ia dengar itu.


Ara memegang dadanya karna sesak mendengar itu. Nathan yang melihat itu langsung memegang tangan istrinya itu karna dia juga mengerti akan itu.


"Bibi" panggil Ara yang sudah menagtur nafasnya dan juga perasaannya dan berprilaku seperti orang yang tidak mendengar apa apa.


"Nona" panggil balik mang Mamat sedangkan Nur masih menghapus air matanya.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Trus ini emangnya ruangan apa? kok Ara gak pernah masuk ke sini" tanya Ara yang berusaha menahan sedihnya.


"Bibi mau bersihin ruangan ini non makanya bibi masuk" jawab Nur sambil melebarkan senyumannya. Nampak mata yang terlihat sembab di wajah bi Nur.


"Non kapan pulang ke indonesia?" tanya bi Nur.


"Kemaren bi" jawab Ara.


"Non udah makan?" tanya bi Nur. Ara mengangguk mengiyakannya sambil melebarkan senyumannya.


"Ara kesini mau liat keadaan bibi sama mamang" ucap Ara dan langsung memeluk tubuh bi Nur dan juga Mamat.


"Kita baik baik aja non" jawab Mamat dan mengusap lembut rambut Ara sedangkan bi Nur menahan tangisnya.


"Ara mau tidur sama bibi" ucap Ara karna memang dia tahu jika orang tuanya pulang minggu depan dan dia ingin sekali tidur bersama dengan bi Nur.


"Trus den Nathan gimana?" tanya bi Nur.

__ADS_1


"Dia biar tidur di kamar tamu" jawab Ara tanpa melepaskan pelukan dari bi Nur.


"Emang nya gapapa?" tanya bi Nur dan menatap Nathan.


"Gapapa bi" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


"Bibi sih gak percaya sama Ara...dia boleh" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Yaudah ayo kita istirahat" ajak Ara karna memang hari juga mulai gelap tapi belum terlalu malam.


Bi Nur hanya mengikuti Ara yang menggandeng tangannya itu. Ara dan bi Nurpun langsung merebahkan tubuh mereka di dalam kamar Ara dengan Ara memeluk bi Nur dan bi Nur membalas pelukan Ara.


bi Nur mengusap lembut rambut Ara dan Ara merasa sangat nyaman sampai akhirnya dia terlelap. Bi Nur yang merasakan jika tangan Ara sudah sedikit melemah diapun langsung melepaskan pelukan itu dan berlalu sebelum berlalu dia mencium wajah Ara dengan penuh kasih sayang dan tanpa di sadari air matanya mengalir telat di wajah Ara.


Ara bisa merasakan air yang menetes membasahi pipinya itu. "Bibi janji sayang akan mengungkap kebenarannya dan mengambil kembali hak kamu" ucap Nur dan langsung berlalu keluar kamar itu dan menutup pintu itu dengan sangat pelan.


"Kenapa bibi keluar?" tanya Nathan menatap bi Nur yang berjalan di dekatnya.


"Nona sudah tidur tuan" jawab bi Nur.


"Bukannya Ara mau tidur sama bibi?" tanya Nathan lembut.


"Lebih baik den Nathan saja yang menemani non Ara tidur" ucap bi Nur dengan nada mengejeknya. Nathan tidak menajwab perkataan bi Nur.


"Udah den sana temenin non Ara dari ada saya yang nemenin nya" ejek mang Mamat.


"Nathan suaminya" jawab Nathan dan langsung berlalu memasuki kamar istrinya itu.


"Semoga Ara bahagia sama Nathan karna memang mereka sudah jodoh" ucap bi Nur karna memang bi Nur mengetahui masalalu Ara dan Nathan yang pernah hidup bersama.


bi Nur adalah adik angkat dari Rianti wijaya dan bi Nur juga sekretaris pribadi Rianti tapi Teo dan juga Windi tidak mengetahui itu karna memang bi Nur tidak lah pernah nampak di keluarga itu karna waktu itu dia disibukkan dengan kuliahnya sedangkan Mamat dia berprofesi sebagai dosen bahasa inggris dan Ara mengetahui bahasa inggri itu darinya tapi dia berhenti menjadi dosen karna harus membantu istrinya itu untuk mengungkap kebenaran dan mengambil hak yang seharusnya milik Ara.

__ADS_1


Sesampai di dalam kamar Nathan tidak melihat istrinya di atas ranjang dan dia melihat jendela menuju ke balkon terbuka lebar. Nathan pun berjalan ke arah jendela itu dan mengintip apa ada atau tidak istrinya di sana.


__ADS_2